MOMSMONEY.ID - Apa saja penyebab breakout pada kulit yang sering terabaikan, ya? Cari tahu selengkapnya di sini, yuk!
Breakout sering kali dianggap hanya dipicu oleh kulit berminyak atau kebiasaan malas membersihkan wajah. Padahal, kenyataannya penyebab breakout bisa jauh lebih kompleks dan sering kali tidak disadari.
Tanpa Anda sadari, rutinitas harian, pilihan gaya hidup, hingga faktor internal tubuh dapat berkontribusi pada munculnya jerawat yang sulit hilang. Inilah alasan mengapa breakout bisa terus berulang meski Anda sudah rutin memakai skincare. Agar masalah kulit bisa ditangani dengan tepat, penting untuk mengenali berbagai penyebab breakout.
Baca Juga: Kenapa Muncul Jerawat Setelah Pakai Sunscreen ya? Inilah 4 Penyebabnya
Melansir dari laman Verywell Health, di bawah ini beberapa penyebab breakout pada kulit yang sering terabaikan:
1. Produk kulit dan rambut
Beberapa produk kosmetik, skincare, dan penataan rambut dapat menyumbat pori-pori dan memicu jerawat. Kondisi ini dikenal sebagai jerawat kosmetik. Biasanya jerawat muncul berupa benjolan kecil di pipi, dagu, atau dahi, sering disertai komedo putih.
Menariknya, jerawat tetap bisa muncul meski Anda sudah memakai produk yang sama selama berbulan-bulan, sehingga sulit mengenali penyebab pastinya. Menggunakan makeup untuk menutupi jerawat justru dapat memperparah kondisi kulit.
Produk yang berminyak atau berlilin lebih berisiko memicu jerawat, termasuk produk rambut tertentu yang sering disebut sebagai penyebab jerawat pomade.
2. Tabir surya
Tabir surya penting untuk melindungi kulit dari sinar matahari, tetapi beberapa jenis dapat memicu jerawat. Meski begitu, ada juga sunscreen yang aman untuk kulit berjerawat.
Pilih tabir surya yang ringan, tidak berminyak, bebas pewangi, serta mengandung bahan seperti zinc atau teh putih. Yang tidak kalah penting, gunakan produk yang terasa nyaman di kulit agar Anda lebih konsisten memakainya.
3. Pertumbuhan dan penghilangan bulu wajah
Rambut wajah dapat menjebak minyak, sel kulit mati, dan bakteri, sehingga memicu jerawat di area janggut. Selain itu, proses menghilangkan bulu wajah seperti mencukur atau penggunaan krim penghilang rambut juga bisa menyebabkan jerawat atau folikulitis akibat iritasi folikel rambut. Benjolan di area cukur terkadang juga disebabkan oleh rambut yang tumbuh ke dalam.
4. Kebiasaan memencet dan menggaruk kulit
Memencet atau menggaruk jerawat sering dilakukan tanpa sadar, tetapi kebiasaan ini justru memperparah peradangan.
Jerawat akibat kebiasaan ini bisa berupa luka terbuka, kemerahan, keropeng, hingga meninggalkan bekas permanen. Jika kebiasaan ini sulit dihentikan, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan karena bisa berkaitan dengan kondisi psikologis tertentu.
5. Kontak dan gesekan berkepanjangan
Kontak kulit dengan tangan, ponsel, atau benda lain dalam waktu lama dapat memicu jerawat. Selain itu, gesekan yang disertai panas dan keringat juga sering menjadi penyebab, seperti penggunaan helm, topi, ikat kepala, pakaian ketat, atau masker wajah. Istilah maskne muncul karena jerawat akibat penggunaan masker dalam waktu lama.
Benjolan di belakang leher juga bisa disebabkan oleh kondisi tertentu yang berkaitan dengan kebiasaan mencukur atau penggunaan penutup kepala, sehingga memerlukan penanganan dokter kulit.
Baca Juga: 5 Manfaat Americano untuk Kecantikan Kulit, Atasi Jerawat hingga Mata Panda!
6. Hormon
Perubahan hormon sangat berpengaruh terhadap jerawat. Peningkatan hormon tertentu dapat meningkatkan produksi minyak, membuat minyak lebih kental, dan menyumbat pori-pori.
Kondisi ini sering memicu jerawat di area rahang. Jerawat hormonal sering muncul menjelang menstruasi, pada awal kehamilan, atau setelah menopause.
7. Stres
Stres meningkatkan produksi hormon kortisol yang dapat melemahkan daya tahan tubuh dan memicu peradangan, termasuk pada kulit. Akibatnya, jerawat lebih mudah muncul atau menjadi lebih parah.
8. Faktor genetic
Jerawat bisa diturunkan dalam keluarga. Jika orang tua memiliki riwayat jerawat, Anda berisiko mengalami jerawat sejak usia muda, dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi, dan bertahan hingga dewasa. Faktor gen tertentu memengaruhi peradangan dan produksi minyak kulit.
9. Penggunaan obat-obatan
Beberapa obat, terutama yang mengandung hormon, dapat memicu atau memperparah jerawat. Jika jerawat muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, jangan menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
10. Penyakit yang mendasari
Dalam beberapa kasus, jerawat bisa menjadi tanda kondisi medis tertentu seperti gangguan hormon atau masalah metabolik. Jika jerawat disertai gejala lain seperti siklus haid tidak teratur, perubahan berat badan drastis, atau rambut rontok, sebaiknya periksakan diri ke dokter.
Baca Juga: 5 Obat Jerawat Paling Ampuh, Efektif untuk Semua Jenis Kulit
11. Kebiasaan merokok
Merokok dapat mengubah keseimbangan minyak alami kulit dan dikaitkan dengan jerawat dewasa, terutama pada wanita. Jerawat jenis ini sering muncul dalam bentuk kista besar di wajah.
12. Pola makan
Makanan tertentu dapat meningkatkan risiko jerawat, seperti produk susu, makanan tinggi gula, alkohol, dan lemak jenuh. Makanan ini dapat memicu peradangan dan produksi minyak berlebih. Kurang minum air juga membuat kulit dehidrasi dan memicu minyak berlebih.
13. Kebiasaan tidur yang buruk
Kurang tidur berhubungan dengan peningkatan peradangan pada kulit. Penelitian menunjukkan hubungan timbal balik antara kualitas tidur yang buruk dan munculnya jerawat.
14. Aktivitas yang menyebabkan banyak keringat
Olahraga, cuaca panas, atau lingkungan kerja yang panas dapat memicu keringat berlebih. Keringat dapat menjebak kotoran dan bakteri di kulit, sehingga pori-pori mudah tersumbat.
15. Bepergian
Udara kering di pesawat, perubahan kelembapan, jet lag, kurang tidur, pola makan yang berubah, dan stres saat bepergian dapat memicu jerawat. Paparan polusi udara jangka pendek selama perjalanan juga dapat memperburuk kondisi kulit.
Baca Juga: 5 Bahan yang Harus Dihindari Kulit Berjerawat, Awas Jerawat Tambah Parah!
Itulah beberapa penyebab breakout pada kulit yang sering terabaikan. Dengan memahami berbagai penyebab ini, Anda bisa lebih waspada terhadap faktor pemicu jerawat dan menyesuaikan perawatan kulit serta gaya hidup agar breakout lebih mudah dikendalikan.
Selanjutnya: 4 Metode Jalan Kaki yang Bagus untuk Kesehatan, Mau Coba?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News