M O M S M O N E Y I D
Bugar

Ternyata Ini 15 Penyebab Breakout pada Kulit yang Sering Terabaikan

Ternyata Ini 15 Penyebab Breakout pada Kulit yang Sering Terabaikan
Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Apa saja penyebab breakout pada kulit yang sering terabaikan, ya? Cari tahu selengkapnya di sini, yuk!

Breakout sering kali dianggap hanya dipicu oleh kulit berminyak atau kebiasaan malas membersihkan wajah. Padahal, kenyataannya penyebab breakout bisa jauh lebih kompleks dan sering kali tidak disadari.

Tanpa Anda sadari, rutinitas harian, pilihan gaya hidup, hingga faktor internal tubuh dapat berkontribusi pada munculnya jerawat yang sulit hilang. Inilah alasan mengapa breakout bisa terus berulang meski Anda sudah rutin memakai skincare. Agar masalah kulit bisa ditangani dengan tepat, penting untuk mengenali berbagai penyebab breakout.

Baca Juga: Kenapa Muncul Jerawat Setelah Pakai Sunscreen ya? Inilah 4 Penyebabnya

Melansir dari laman Verywell Health, di bawah ini beberapa penyebab breakout pada kulit yang sering terabaikan:

1. Produk kulit dan rambut

Beberapa produk kosmetik, skincare, dan penataan rambut dapat menyumbat pori-pori dan memicu jerawat. Kondisi ini dikenal sebagai jerawat kosmetik. Biasanya jerawat muncul berupa benjolan kecil di pipi, dagu, atau dahi, sering disertai komedo putih.

Menariknya, jerawat tetap bisa muncul meski Anda sudah memakai produk yang sama selama berbulan-bulan, sehingga sulit mengenali penyebab pastinya. Menggunakan makeup untuk menutupi jerawat justru dapat memperparah kondisi kulit.

Produk yang berminyak atau berlilin lebih berisiko memicu jerawat, termasuk produk rambut tertentu yang sering disebut sebagai penyebab jerawat pomade.

2. Tabir surya

Tabir surya penting untuk melindungi kulit dari sinar matahari, tetapi beberapa jenis dapat memicu jerawat. Meski begitu, ada juga sunscreen yang aman untuk kulit berjerawat.

Pilih tabir surya yang ringan, tidak berminyak, bebas pewangi, serta mengandung bahan seperti zinc atau teh putih. Yang tidak kalah penting, gunakan produk yang terasa nyaman di kulit agar Anda lebih konsisten memakainya.

3. Pertumbuhan dan penghilangan bulu wajah

Rambut wajah dapat menjebak minyak, sel kulit mati, dan bakteri, sehingga memicu jerawat di area janggut. Selain itu, proses menghilangkan bulu wajah seperti mencukur atau penggunaan krim penghilang rambut juga bisa menyebabkan jerawat atau folikulitis akibat iritasi folikel rambut. Benjolan di area cukur terkadang juga disebabkan oleh rambut yang tumbuh ke dalam.

4. Kebiasaan memencet dan menggaruk kulit

Memencet atau menggaruk jerawat sering dilakukan tanpa sadar, tetapi kebiasaan ini justru memperparah peradangan.

Jerawat akibat kebiasaan ini bisa berupa luka terbuka, kemerahan, keropeng, hingga meninggalkan bekas permanen. Jika kebiasaan ini sulit dihentikan, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan karena bisa berkaitan dengan kondisi psikologis tertentu.

5. Kontak dan gesekan berkepanjangan

Kontak kulit dengan tangan, ponsel, atau benda lain dalam waktu lama dapat memicu jerawat. Selain itu, gesekan yang disertai panas dan keringat juga sering menjadi penyebab, seperti penggunaan helm, topi, ikat kepala, pakaian ketat, atau masker wajah. Istilah maskne muncul karena jerawat akibat penggunaan masker dalam waktu lama.

Benjolan di belakang leher juga bisa disebabkan oleh kondisi tertentu yang berkaitan dengan kebiasaan mencukur atau penggunaan penutup kepala, sehingga memerlukan penanganan dokter kulit.

Baca Juga: 5 Manfaat Americano untuk Kecantikan Kulit, Atasi Jerawat hingga Mata Panda!

6. Hormon

Perubahan hormon sangat berpengaruh terhadap jerawat. Peningkatan hormon tertentu dapat meningkatkan produksi minyak, membuat minyak lebih kental, dan menyumbat pori-pori.

Kondisi ini sering memicu jerawat di area rahang. Jerawat hormonal sering muncul menjelang menstruasi, pada awal kehamilan, atau setelah menopause.

7. Stres

Stres meningkatkan produksi hormon kortisol yang dapat melemahkan daya tahan tubuh dan memicu peradangan, termasuk pada kulit. Akibatnya, jerawat lebih mudah muncul atau menjadi lebih parah.

8. Faktor genetic

Jerawat bisa diturunkan dalam keluarga. Jika orang tua memiliki riwayat jerawat, Anda berisiko mengalami jerawat sejak usia muda, dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi, dan bertahan hingga dewasa. Faktor gen tertentu memengaruhi peradangan dan produksi minyak kulit.

9. Penggunaan obat-obatan

Beberapa obat, terutama yang mengandung hormon, dapat memicu atau memperparah jerawat. Jika jerawat muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, jangan menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

10. Penyakit yang mendasari

Dalam beberapa kasus, jerawat bisa menjadi tanda kondisi medis tertentu seperti gangguan hormon atau masalah metabolik. Jika jerawat disertai gejala lain seperti siklus haid tidak teratur, perubahan berat badan drastis, atau rambut rontok, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Baca Juga: 5 Obat Jerawat Paling Ampuh, Efektif untuk Semua Jenis Kulit

11. Kebiasaan merokok

Merokok dapat mengubah keseimbangan minyak alami kulit dan dikaitkan dengan jerawat dewasa, terutama pada wanita. Jerawat jenis ini sering muncul dalam bentuk kista besar di wajah.

12. Pola makan

Makanan tertentu dapat meningkatkan risiko jerawat, seperti produk susu, makanan tinggi gula, alkohol, dan lemak jenuh. Makanan ini dapat memicu peradangan dan produksi minyak berlebih. Kurang minum air juga membuat kulit dehidrasi dan memicu minyak berlebih.

13. Kebiasaan tidur yang buruk

Kurang tidur berhubungan dengan peningkatan peradangan pada kulit. Penelitian menunjukkan hubungan timbal balik antara kualitas tidur yang buruk dan munculnya jerawat.

14. Aktivitas yang menyebabkan banyak keringat

Olahraga, cuaca panas, atau lingkungan kerja yang panas dapat memicu keringat berlebih. Keringat dapat menjebak kotoran dan bakteri di kulit, sehingga pori-pori mudah tersumbat.

15. Bepergian

Udara kering di pesawat, perubahan kelembapan, jet lag, kurang tidur, pola makan yang berubah, dan stres saat bepergian dapat memicu jerawat. Paparan polusi udara jangka pendek selama perjalanan juga dapat memperburuk kondisi kulit.

Baca Juga: 5 Bahan yang Harus Dihindari Kulit Berjerawat, Awas Jerawat Tambah Parah!

Itulah beberapa penyebab breakout pada kulit yang sering terabaikan. Dengan memahami berbagai penyebab ini, Anda bisa lebih waspada terhadap faktor pemicu jerawat dan menyesuaikan perawatan kulit serta gaya hidup agar breakout lebih mudah dikendalikan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Bank Sampah Bikin Cuan untuk Warga

Melihat tumpukan sampah sebagai potensi uang? Alfamidi dan Bank Sampah Sakura ubah limbah jadi bernilai jual. 

Rekomendasi 6 Film Kisah Tukar Tubuh dengan Plot Tak Terduga

Mencari tontonan unik? Film body swap menawarkan plot tak terduga, dari komedi hingga drama yang bikin penasaran.

HP Samsung Lemot? Siamak Cara Ampuh Bersihkan Cache biar Ponsel Makin Ngebut

Membeli HP Samsung baru tapi sudah lemot? File cache menumpuk jadi penyebabnya. Temukan metode untuk membersihkan cache dan mengembalikan performa

Film Gore Paling Sadis, Ini 7 Tontonan Siap Uji Nyali Pecinta Horor

Mencari tontonan ekstrem? 7 film gore ini sajikan adegan sadis dan darah yang siap menguji nyali Anda. Temukan daftar lengkapnya di sini!

Rabu Untung! 7 Promo Restoran Favorit Beri Diskon Gila, Mulai Rp 14 Ribu

Ingin makan hemat tapi tetap lezat? Rahasia diskon di McD, A&W, PHD, dan lainnya ada di sini. Pastikan Anda tahu caranya agar tidak menyesal.

Promo HokBen Hemat dengan Qpon, Menu Baru Menchi Katsu Mulai Rp 25 Ribuan

Nikmati 4 pilihan combo Hoka Suka Menchi Katsu HokBen, mulai Rp 25.000-an. Diskon spesial ini hanya bisa diakses lewat aplikasi Qpon.

Hati-Hati! 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Ancam Kesehatan Rahim Anda

Impian hamil seringkali terhalang masalah rahim. Ternyata, kebiasaan ini jadi musuh utama kesuburan. Cek kebiasaan Anda di sini!

HP Android Terkencang 2026: iQOO 15 Ultra Puncaki AnTuTu

Beli HP baru? Hati-hati salah pilih! Simak daftar AnTuTu HP Android terkencang Maret 2026 agar tidak menyesal kemudian.

IHSG Melorot 1,5% Pada Rabu (13/5), Saham Keluar dari MSCI Masuk Jajaran Top Loser

Pada Rabu, 13 Mei 2026, pukul 9:10 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melorot 1,5% ke level 6.755. ​

Waspada IHSG Anjlok, Cek Rekomendasi Saham dari Kiwoom Sekuritas Hari Ini (13/5)

Berikut saham-saham yang bisa dipertimbangkan investor atau trader sebelum memilih saham pada hari ini, Rabu, 13 Mei 2026.