MOMSMONEY.ID - Asam urat sering kambuh setelah Lebaran. Hal ini biasanya disebabkan oleh pola makan yang kurang sehat. Serangan asam urat biasanya berlangsung 3 hingga 10 hari.
Tanpa pengobatan, serangan yang sama dapat berlangsung hingga dua minggu dengan rasa sakit yang memuncak dalam 24 jam pertama. Kondisi tersebut membuat sendi bengkak, merah, dan sensitif untuk disentuh.
Dr. Harsh Patel, dokter bedah, menyampaikan, pengobatan yang tepat waktu memperpendek durasi dan mengurangi risiko asam urat kronis. Kambuhnya gejala secara berulang merupakan sinyal untuk melakukan penanganan asam urat jangka panjang, bukan hanya meredakan gejalanya.
Baca Juga: Jempol Sakit? Bukan Hanya Asam Urat, Waspadai 5 Penyakit Ini
Tahapan asam urat secara lengkap
Dilansir dari Footandanklecentersofsj.com, memahami tahapan serangan asam urat akan sangat membantu dalam memilih pengobatan yang tepat, berikut tahapannya:
1. Tahap 1 (awal gejala)
Tahap 1 atau awal gejala akan berlangsung selama 1 hingga 24 jam. Sendi yang terkena akan terasa sangat nyeri, merah, hangat, dan bengkak dalam beberapa jam.
Ini adalah fase akut dan jadi fase yang paling parah.
2. Tahap 2 (puncak peradangan)
Tahap puncak peradangan biasanya terjadi pada hari ke-1 hingga ke-3. Pembengkakan dan peradangan berada pada titik terburuknya, bahkan untuk berjalan saja terasa sulit.
Jika pengobatan dimulai selama periode ini, gejala dapat berkurang secara signifikan dalam waktu 24 hingga 48 jam.
3. Tahap 3
Pada pengobatan hari ke-3 hingga ke-10, nyeri dan pembengkakan akan berkurang secara bertahap. Sebagian besar pasien dapat kembali bergerak normal dalam jangka waktu ini.
Tanpa pengobatan, sendi mungkin tetap meradang dan nyeri selama dua minggu penuh.
4. Tahap 4
Periode Interkritikal di antara serangan, kadar asam urat tetap tinggi dan kristal terus menumpuk di sendi. Ini adalah periode terpenting untuk pengelolaan asam urat jangka panjang.
Faktor-faktor yang memengaruhi lamanya kekambuhan
Tidak setiap serangan berakhir sesuai jadwal yang sama. Beberapa variabel memengaruhi durasi dan tingkat keparahannya. Keterlambatan pengobatan adalah faktor terbesar.
Memulai pengobatan dengan NSAID, kolkisin, atau kortikosteroid dalam beberapa jam pertama setelah timbulnya gejala akan memperpendek durasi serangan. Dehidrasi memperlambat kemampuan ginjal untuk membersihkan asam urat.
Sehingga, memperpanjang durasi episode tersebut. Alkohol dan minuman manis memperparah hal ini dengan secara langsung meningkatkan kadar asam urat.
Mengurangi beban pada persendian juga penting. Memberi beban pada kaki yang terkena selama serangan akut meningkatkan peradangan, jadi istirahatkan kaki selama kekambuhan penting untuk dilakukan.
Frekuensi serangan sebelumnya juga berperan. Pasien yang mengalami asam urat kronis memiliki endapan kristal tingkat rendah yang persisten di dalam sendi, membuat setiap serangan baru jadi lebih intens dan membuatnya lebih lambat untuk sembuh.
Baca Juga: Bukan Obat, 5 Bahan Dapur Ini Ampuh Atasi Radang Asam Urat
Tips menangani asam urat yang kambuh saat lebaran
Jika Anda sedang mengalami fase kambuh, langkah-langkah berikut akan membantu mengurangi keparahan dan memperpendek durasinya:
- Segeralah cari pertolongan medis: Dokter akan meresepkan kolkisin atau kortikosteroid yang lebih efektif daripada obat-obatan yang dijual bebas.
- Istirahatkan dan angkat kaki di atas level jantung untuk mengurangi pembengkakan.
- Tempelkan es yang dibungkus kain pada sendi selama 15 hingga 20 menit setiap kali. Jangan menempelkan es langsung ke kulit.
- Minumlah air secara teratur, usahakan setidaknya dua liter sepanjang hari untuk membantu membersihkan asam urat.
- Hindari penggunaan NSAID yang mengandung aspirin kecuali atas petunjuk dokter, karena aspirin dapat mengganggu pengeluaran asam urat.
- Biarkan sendi terbuka saat malam hari. Selimut dan seprai yang menekan jari kaki yang meradang dapat memperburuk rasa sakit di malam hari.
Apa yang terjadi jika asam urat tidak diobati?
Satu kali serangan asam urat yang tidak diobati memang menyakitkan tetapi masih bisa ditangani. Namun, asam urat kronis yang tidak diobati adalah masalah yang berbeda.
Ketika kadar asam urat tetap tinggi selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun, endapan kristal akan terus menumpuk. Tofi dapat terbentuk dan menyebabkan nyeri terus-menerus.
Seiring waktu, tulang rawan sendi terkikis, dan kerusakan struktural permanen terjadi. Kadar asam urat yang tinggi juga meningkatkan risiko batu ginjal, komplikasi yang membutuhkan pengobatan tersendiri.
Pasien yang mengalami lebih dari tiga kali serangan per tahun, serangan parah, atau tanda-tanda pembentukan tofi sebaiknya mengonsumsi obat penurun asam urat. Dokter biasanya akan meresepkan allopurinol atau febuxostat.
Baca Juga: Penyakit Asam Urat Kronis Sebabkan Tofi, Ini Gejala & Pengobatannya
Tips mencegah asam urat agar tidak kambuh
Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah kekambuhan asam urat, seperti berikut:
- Kurangi konsumsi daging merah, jeroan, dan seafood tinggi purin seperti ikan teri, sarden, kerang.
- Hindari atau kurangi konsumsi alkohol secara signifikan, terutama bir.
- Kurangi konsumsi minuman manis dan makanan yang kaya fruktosa.
- Tingkatkan asupan air hingga setidaknya dua liter per hari.
- Pengelolaan berat badan secara langsung mengurangi beban pada persendian yang terkena dan menurunkan produksi asam urat.
- Olahraga ringan secara teratur mendukung sirkulasi darah dan pembersihan asam urat.
- Tidur teratur dan manajemen stres mengurangi pemicu peradangan.
- Pengobatan tetap menjadi alat jangka panjang yang paling efektif untuk pasien dengan serangan yang sering terjadi.
Itulah Hal-hal yang harus dilakukan jika asam urat Anda kambuh setelah lebaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News