MOMSMONEY.ID - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan pertama Agustus 2026 diperkirakan masih dibayangi berbagai sentimen global dan domestik. Investor disarankan tetap selektif dalam memilih saham, terutama yang didukung fundamental dan sinyal teknikal yang kuat.
Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT) Hari Rachmansyah mengatakan, dari sisi global perhatian investor akan tertuju pada risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC Minutes), yang diharapkan memberikan petunjuk mengenai peluang penurunan suku bunga ke depan.
Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah data ekonomi penting AS, seperti S&P Global Services PMI, neraca perdagangan (trade balance), dan klaim pengangguran mingguan (jobless claims) untuk mengukur kekuatan ekonomi Negeri Paman Sam.
Dari sisi korporasi, dimulainya musim laporan keuangan emiten besar seperti PepsiCo juga akan menjadi barometer awal terhadap kinerja perusahaan di tengah perlambatan ekonomi. Di pasar komoditas, perhatian investor masih akan tertuju pada pergerakan harga minyak dunia seiring perkembangan geopolitik di Timur Tengah, kelancaran distribusi melalui Selat Hormuz, serta kebijakan produksi OPEC+.
"Kombinasi berbagai sentimen tersebut akan memengaruhi pergerakan bursa saham global, pasar obligasi, nilai tukar dollar AS, hingga aliran dana ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia," kata Hari mengutip siaran pers, hari ini.
Baca Juga: Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Stagnan, Cek Merek dengan Harga Tertinggi
Sementara dari dalam negeri, menurut Hari, investor akan mencermati rilis cadangan devisa Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), dan data penjualan ritel untuk melihat kondisi konsumsi domestik serta stabilitas sektor eksternal.
Selain itu, pergerakan nilai tukar rupiah, arus dana asing, serta sinyal lanjutan dari Bank Indonesia terkait stabilitas rupiah dan arah suku bunga juga diperkirakan menjadi perhatian pasar.
"Dari sisi korporasi, perhatian investor juga akan tertuju pada rilis laporan keuangan emiten semester I-2026 yang mulai berlangsung dan berpotensi menjadi katalis bagi pergerakan saham-saham sektoral," imbuh Hari.
Rekomendasi saham
Secara fundamental, Hari menilai prospek IHSG masih ditopang oleh stabilitas ekonomi domestik, ekspektasi penurunan suku bunga global, serta musim laporan keuangan emiten semester I-2026.
Meski demikian, investor tetap perlu mencermati arus dana asing, pergerakan rupiah, dan perkembangan sentimen global yang dapat memicu volatilitas pasar.
Dari sisi teknikal, menurut Hari, IHSG saat ini masih berada dalam fase konsolidasi dan sedang menguji area exponential moving average (EMA) 50 di kisaran 6.250. Jika mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut didukung peningkatan volume transaksi serta kembalinya aksi beli investor asing, peluang penguatan menuju area 6.400 akan semakin terbuka.
Sebaliknya, apabila kembali gagal melewati level tersebut, IHSG diperkirakan masih akan bergerak mendatar (sideways) pada rentang 6.150 hingga 6.250 sambil menunggu katalis baru. "Oleh karena itu, strategi yang dapat dipertimbangkan adalah melakukan akumulasi secara bertahap pada saham-saham berfundamental baik sembari menunggu konfirmasi arah pergerakan IHSG," saran Hari.
Baca Juga: Harga Emas Menguji Naik di tengah Rencana Negosiasi AS dan Iran
Untuk perdagangan pekan ini, IPOT merekomendasi tiga saham pilihan, sebagai berikut:
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dengan harga masuk di level Rp 6.600, dan target harga Rp 7.550.
Saham EMAS sedang dalam fase uptrend yang sangat solid didukung oleh konfirmasi price action yang kuat. Daya tarik emiten ini semakin dipertegas oleh masuknya aliran akumulasi smart money yang masif mencapai Rp 143 miliar sepanjang sepekan terakhir.
Tren naik ini mengindikasikan tingkat kepercayaan pasar yang tinggi terhadap kelanjutan reli harga sehingga menjadikan momentum terbaik bagi investor untuk masuk dan mengoptimalkan potensi cuan dalam sepekan ke depan.
- PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dengan strategi buy on pullback di kisaran Rp 710-Rp 730, dan target harga Rp 810.
Saham HMSP menunjukkan sinyal pembalikan arah yang sangat solid dan siap melanjutkan akselerasi pekan ini. Secara teknikal, pergerakan harga telah sukses bertahan dan bergerak konsisten di atas jajaran EMA 5 hingga EMA 50, mengonfirmasi struktur tren positif yang makin kokoh.
Penguatan ini diperkuat oleh lonjakan volume perdagangan yang berada signifikan di atas rata-rata 20 harian, menandakan tingginya partisipasi pasar dan dorongan beli yang masif.
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan harga masuk Rp 1.755 dan target harga Rp 1.830.
Saham UNVR memberikan sinyal pembalikan arah yang sangat kuat pekan ini. Dengan masuknya modal asing secara konsisten membuat UNVR berada dalam momentum bullish layak untuk dikoleksi pekan ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News