M O M S M O N E Y I D
Santai

600.000 Lebih Kasus Kebutaan akibat Katarak, Akses Pengobatan Masih Jadi Tantangan

600.000 Lebih Kasus Kebutaan akibat Katarak, Akses Pengobatan Masih Jadi Tantangan
Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Di balik tingginya angka kebutaan akibat katarak di Indonesia, akses terhadap layanan kesehatan mata masih menjadi tantangan besar, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil.

Bagi banyak penderita, operasi katarak menjadi satu-satunya jalan untuk mendapatkan kembali penglihatan sekaligus melanjutkan aktivitas sehari-hari.

Salah satunya Pius Suraki, petani asal Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, yang telah hidup dengan katarak selama dua tahun terakhir. Gangguan penglihatan yang awalnya muncul secara tiba-tiba perlahan membatasi pekerjaannya di ladang.

"Saat saya mau merambah di ladang, kelihatannya sudah terpotong, ternyata belum. Sekarang saya tidak selalu pergi ke ladang karena mata ini kadang terang kadang kabur," kenang Pius.

Berbagai upaya pengobatan alternatif sempat ia tempuh. Namun, kondisi matanya justru semakin memburuk hingga akhirnya ia memutuskan menjalani operasi katarak gratis yang digelar PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui Bakti BCA bersama Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK PERDAMI).

Program tersebut memberikan layanan operasi kepada 107 pasien yang diharapkan dapat kembali menjalani aktivitas secara mandiri.

Bagi Pius, perubahan mulai terasa meski baru satu mata yang dioperasi. "Sekarang sudah mulai terasa dampaknya sejak operasi ini. Meskipun ini baru sebelah mata yang dioperasi, harapannya mata ini sudah kembali terang dan bisa kembali normal dan menjalankan rencana-rencana hidup ke depan," ujarnya.

Baca Juga: Cegah Kebutaan, Ini 6 Langkah Efektif Mengurangi Risiko Mata Katarak Sejak Dini

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan terdapat sekitar 600.000 hingga 650.000 kasus kebutaan akibat katarak sepanjang 2025. Jumlah tersebut mencerminkan masih besarnya kebutuhan layanan operasi, terutama di wilayah yang belum memiliki akses kesehatan mata yang memadai.

Kondisi geografis Indonesia yang luas membuat sebagian masyarakat harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan spesialis mata. Tak sedikit pula yang menunda pengobatan hingga penglihatan semakin menurun karena keterbatasan biaya maupun fasilitas kesehatan.

Melihat kondisi tersebut, berbagai kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, dan sektor swasta terus dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan operasi katarak.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Melalui Program Bakti Sosial Operasi Katarak, BCA ingin membantu masyarakat mendapatkan kembali penglihatannya sehingga dapat kembali menjalani aktivitas, bekerja, belajar, dan berkarya secara lebih optimal sehingga akhirnya meningkatkan kualitas hidup warga," ucap Hera dalam keterangan resmi Senin (3/8).

Program bakti sosial operasi katarak yang dijalankan BCA telah berlangsung sejak 2001. Hingga akhir Desember 2025, program tersebut telah dilaksanakan sebanyak 104 kali di berbagai daerah di Indonesia dan membantu memulihkan penglihatan 9.956 pasien.

Selain menyediakan layanan operasi gratis, sejak 2014 BCA juga menyalurkan bantuan peralatan medis modern kepada berbagai cabang SPBK PERDAMI, mulai dari alat operasi, mikroskop, alat biometri, hingga berbagai instrumen medis untuk mendukung pelayanan kesehatan mata di berbagai wilayah.

Dengan masih tingginya angka penderita katarak di Indonesia, pemerataan akses layanan kesehatan mata menjadi salah satu upaya penting agar lebih banyak masyarakat dapat memperoleh penanganan sejak dini dan kembali menjalani kehidupan secara produktif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Waspada Hujan Guyur Daerah Ini, Cek Prakiraan Cuaca di Banten Besok Selasa (3/8)

​BMKG memperkirakan hujan ringan akan turun di sejumlah wilayah di Banten besok, sementara lusa di seluruh wilayah akan berawan.

Cuaca Jawa Barat Besok (4/8) dan Lusa Didominasi Berawan, Ini Daftar Lengkapnya

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat pada Selasa-Rabu didominasi berawan, dengan hujan ringan di sejumlah wilayah.

Prediksi Indonesia Vs Vietnam ASEAN Championship 2026, Berakhir Imbang?

Prediksi Indonesia vs Vietnam di ASEAN Championship 2026, duel penting Grup A dengan peluang besar menuju semifinal.

Pantau Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Besok Selasa (4/8), Diprediksi Cerah

​BMKG memperkirakan cuaca besok di seluruh wilayah DKI Jakarta akan cerah, sementara lusa akan didominasi cuaca berawan.

600.000 Lebih Kasus Kebutaan akibat Katarak, Akses Pengobatan Masih Jadi Tantangan

Operasi katarak masih menjadi harapan banyak warga, akses layanan di daerah terpencil masih menjadi tantangan.

IHSG Pekan Ini Diprediksi Konsolidasi, Ini 3 Rekomendasi Saham dari IPOT

IPOT menilai IHSG masih berpeluang menguat jika mampu menembus level tertentu. Simak tiga saham rekomendasinya!

Ramalan Zodiak Besok Selasa 4 Agustus 2026, Siapa Beruntung dan Kurang Hoki

Simak ramalan zodiak besok Selasa 4 Agustus 2026 berikut ini, cek prediksi karier, cinta, rezeki, dan kesehatan 12 zodiak.​

Selisih Harga Jual dan Buyback Cukup Lebar, Simak Perbandingkan Tiap Merek

Selisih harga jual dan buyback emas masih mencapai lebih dari Rp 120.000 per gram. HRTA tetap menjadi merek dengan spread paling tipis.

4 Aroma Parfum Terbaik untuk Alpha Woman yang Memancarkan Karisma dan Dominasi

Apakah Anda termasuk alpha woman? Jika iya, berikut 4 aroma parfum terbaik untuk alpha woman yang bisa jadi pilihan.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Stagnan, Cek Merek dengan Harga Tertinggi

Harga buyback emas hari ini tak berubah pada sebagian besar merek logam mulia. Hanya emas Antam yang mencatat kenaikan.