M O M S M O N E Y I D
Bugar

Jangan Sembarangan, Ini Kata Para Ahli tentang Penggunaan Antibiotik

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Antibiotik sering dianggap obat “ampuh” untuk mengatasi berbagai penyakit. Padahal, jika penggunaan antibiotik sembarangan, justru bisa memicu masalah kesehatan yang lebih besar, yaitu resistensi kuman.

Inilah yang disampaikan para pakar dalam seminar edukasi Antimicrobial Stewardship (AMS) yang digelar Royal Progress Hospital bersama Innoquest Laboratorium.

Prof. Dr. dr. Rianto Setiadudy, Sp.FK(K) menjelaskan, penggunaan antibiotik harus diatur dengan cermat.

“Antibiotic Stewardship pada dasarnya adalah cara mengatur penggunaan antibiotik agar tepat sasaran baik jenis, dosis, maupun durasinya. Dengan begitu, antibiotik tetap efektif melawan penyakit dan risiko resistensi bisa ditekan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (3/9).

Senada dengan itu, Dr. dr. Latre Buntaran, Sp.MK(K) mengingatkan, masalah resistensi kuman tidak bisa ditangani oleh dokter saja.

“Rumah sakit perlu punya strategi menyeluruh mulai dari edukasi tenaga medis, aturan kebijakan, hingga pemantauan data resistensi di lapangan,” kata dia.

Sementara Prof. Dr. dr. Amir Sjarifuddin Madjid, Sp.An-KIC menyoroti ruang ICU yang menjadi lokasi paling rawan resistensi.

Baca Juga: Seberapa Akurat Tes DNA Sebenarnya? Ini Kata Ahli

“Pemantauan antibiotik di ICU harus ekstra ketat dan melibatkan banyak pihak. Tim dokter, perawat, farmasis, dan mikrobiolog harus bekerja bersama agar terapi pasien kritis tetap aman dan efektif,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan dr. Adeline Intan Pratiwi Pasaribu, Sp.PD. Menurutnya, setiap pasien punya kondisi berbeda sehingga penggunaan antibiotik tidak bisa disamaratakan.

“Dengan prinsip pharmacokinetics dan pharmacodynamics, dokter bisa menentukan dosis dan lama penggunaan antibiotik yang paling pas cukup kuat melawan infeksi, tapi tetap aman bagi tubuh pasien,” terang dia.

Dr. Pande Pathni, Sp.PK, merangkum pandangan para pakar bahwa kunci melawan resistensi kuman adalah penggunaan antibiotik yang cerdas.

"Itu hanya bisa berhasil bila dilakukan secara multidisiplin: dokter, perawat, farmasis, mikrobiolog, hingga tim pengendalian infeksi, bekerja sebagai satu kesatuan," katanya. 

Melalui edukasi seperti ini, masyarakat terutama tenaga medis diharapkan semakin paham bahwa antibiotik bukan obat yang bisa dipakai sembarangan.

Butuh aturan, pemantauan, dan kerja sama lintas profesi agar tetap bermanfaat bagi pasien, sekaligus mencegah munculnya kuman kebal di masa depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Dari Shanghai ke Jakarta, M Stand Bawa Gaya Ngopi Baru

F&B ID menghadirkan M Stand asal Shanghai ke Indonesia dengan menawarkan specialty coffee di segmen harga menengah.  

Tren Gaya Hidup Wellness Kembali Beri Ruang bagi Produk Obat Bahan Alam

Tren gaya hidup wellness mendorong kemunculan produk obat bahan alam untuk keseharian masyarakat.              

Sudah Bikin Banyak Konten tapi Sepi? Ini yang Bisa Dipelajari

Konten yang belum ramai bukan berarti prosesnya sia-sia. Pengalaman Voice of Baceprot menunjukkan pentingnya konsistensi dan keberanian eksplorasi

Cuaca Akhir Pekan di Jawa Barat Banyak Berawan, Cek Daerah yang Berpotensi Hujan

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat Sabtu-Minggu didominasi berawan, dengan suhu mencapai 34°C di sejumlah wilayah  

Akhir Pekan Mau Jalan-Jalan? Yuk, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok dan Lusa

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Tengah pada Sabtu-Minggu bervariasi, dengan cerah mendominasi Minggu dan suhu mencapai 35°C.

CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026, Angkat Tema Berani Tersesat

Perjalanan mengejar mimpi tak selalu lurus. Kejar Mimpi FEST 2026 mengajak generasi muda berani mencoba, gagal, dan menemukan arah.

Akhir Pekan Jawa Timur Cerah! Cek Prakiraan Cuaca Besok (2/10) dan Minggu

BMKG memprakirakan cuaca besok di Jawa Timur pada Sabtu-Minggu didominasi cerah, dengan suhu udara mencapai 37 derajat Celsius.

Kurs Rupiah terhadap Dolar AS Masih Fluktuatif, Ini Proyeksi Hingga Akhir Tahun

Rupiah masih bergerak di sekitar Rp18.000 per dolar AS. Ekonom menyebut tekanan global jadi pemicu utamanya.

Waspada Hujan Petir di Wilayah ini, Cek Cuaca Sumatera Selatan Besok (3/10) dan Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Selatan besok, hujan petir berpotensi terjadi di Pagar Alam. Simak prakiraan lengkapnya  

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Besok (3/10) Didominasi Hujan, Cek Rincian Cuaca Lusa

BMKG memprakirakan hujan ringan mendominasi Sumatera Utara besok, sedangkan lusa cuaca diprakirakan lebih banyak berawan.