MOMSMONEY.ID - Mengganti pembalut mungkin terdengar seperti hal sepele yang rutin dilakukan para wanita setiap bulan. Tapi belakangan ini, topik soal pembalut justru tengah jadi perbincangan hangat di masyarakat Indonesia.
Karena kebijakan pajak pembalut menuai banyak protes, terutama dari kaum wanita. Wajar saja, sebab pembalut adalah bagian dari kebutuhan pokok wanita setiap kali datang bulan. Sebuah fase alami yang tidak bisa ditawar.
Jadi, rasanya kurang adil kalau fase alami ini justru ikut dibebani pajak. Masalahnya bukan hanya soal pajaknya, tapi juga soal harga. Pembalut yang harganya makin mahal tentu tidak semua wanita mampu membelinya.
Baca Juga: 4 Makanan yang Harus Dihindari saat Menstruasi, Bebas Kram dan Mood Swing!
Nah, di sinilah kekhawatiran muncul, bisa jadi wanita yang memilih berhemat dengan cara jarang mengganti pembalut. Padahal, mengganti pembalut disarakan setiap 3-4 jam sekali, lo.
Kebiasaan jarang mengganti pembalut justru bisa memicu berbagai macam risiko kesehatan yang membahayakan wanita.
Berikut beberapa bahaya jarang mengganti pembalut saat menstruasi, bersumber dari www.alodokter.com:
1. Infeksi jamur dan bakteri
Salah satu bahaya jarang mengganti pembalut adalah infeksi jamur dan bakteri. Karena pembalut adalah tempat yang lembap, di mana menjadi lingkungan yang pas buat jamur dan bakteri berkembang biak.
Kondisi seperti inilah yang bisa meningkatkan infeksi, baik itu infeksi jamur dan infeksi bakteri. Akibatnya bisa muncul keputihan yang berbau, gatal, nyeri, hingga peradangan di area kewanitaan.
Baca Juga: Atur Keuangan Berdasarkan Siklus Menstruasi Moms, Begini Caranya
2. Iritas dan ruam
Selain infeksi jamur dan bakteri, bahaya lainnya adalah iritasi dan ruam di kulit. Perlu diketahui bahwa area kewanitaan biasanya memiliki kulit yang sensitif.
Ketika terkena darah haid dan bahan kimia dari pembalut, disertai dengan gesekan yang berulang, maka akan memicu ruam, rasa gatal, dan lecet yang terasa perih.
3. Infeksi saluran kemih
Bahaya berikutnya karena jarang mengganti pembalut adalah infeksi saluran kemih. Sebelumnya telah dijelaskan bahwa pembalut adalah tempat yang lembap dan kotor.
Di sinilah tempat yang nyaman bagi bakteri berbahaya. Jika bakteri itu sampai menyebar ke saluran kemih, maka bisa menyebabkan infeksi saluran kemih.
Gejala yang ditimbulkan seperti nyeri saat buang air kecil, sering ingin buang air kecil, atau urin yang berbau dan tampak keruh.
Baca Juga: Awas Usia Muda! Kanker Ovarium Disebabkan oleh 7 Hal Ini Termasuk Riwayat Menstruasi
4. Bau tidak sedap dan tidak nyaman
Jarang mengganti pembalut saat menstruasi juga bisa menyebabkan bau tidak sedap dan rasa tidak nyaman. Hal ini akibat dari darah haid yang sudah terlalu lama dan tidak segera dibersihkan.
Dampaknya, Anda akan merasa tidak percaya diri ketika harus beraktivitas di luar rumah atau saat berinteraksi dengan orang lain.
5. Infeksi toxic shock syndrome
Apa itu infeksi toxic shock syndrome? Yakni infeksi bakteri yang bisa membahayakan nyawa.
Gejala dari penyakit ini berupa demam tinggi, mual, muntah, diare, pusing, dan ruam di kulit. Jika Anda menemukan gejala-gejala ini, maka segeralah untuk memeriksakan diri ke dokter agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Itulah beberapa bahaya jika jarang mengganti pembalut saat menstruasi yang bisa terjadi. Tetaplah utamakan kebersihan dengan rutin mengganti pembalut demi kesehatan Anda ya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News