MOMSMONEY.ID - Intip beberapa pemicu asma yang jarang disadari berikut ini, yuk! Kira-kira apa saja, ya?
Asma tidak hanya kambuh karena debu atau udara dingin. Ada berbagai hal di sekitar yang tanpa disadari dapat memicu saluran napas menjadi lebih sensitif dan menyebabkan gejala muncul tiba-tiba. Bahkan, beberapa kebiasaan sehari-hari juga bisa memperburuk kondisi asma jika terus dilakukan.
Asma merupakan kondisi ketika saluran pernapasan mengalami peradangan dan penyempitan sehingga menyebabkan sesak napas, batuk, dada terasa berat, dan napas berbunyi mengi. Setiap penderita memiliki pemicu yang berbeda-beda. Karena itu, mengenali penyebab kambuhnya asma menjadi langkah penting agar gejalanya lebih mudah dikendalikan.
Baca Juga: 8 Rekomendasi Teh untuk Meredakan Batuk Terus-Menerus Secara Alami
Melansir dari Verywell Health, berikut beberapa pemicu asma yang jarang disadari:
1. Asap Rokok yang Menempel di Benda
Bukan hanya asap rokok langsung yang berbahaya, tetapi sisa zat kimia yang menempel di pakaian, sofa, karpet, hingga kursi mobil juga dapat memicu asma. Kondisi ini dikenal sebagai third hand smoke atau asap rokok sisa. Zat kimia dari rokok masih bisa tertinggal dalam waktu lama dan terhirup tanpa disadari.
Paparan zat tersebut dapat mengiritasi saluran napas dan memperparah peradangan pada penderita asma. Karena itu, penting untuk menjaga rumah dan kendaraan tetap bebas asap rokok agar udara lebih aman untuk dihirup.
2. Perubahan Cuaca Mendadak
Perubahan suhu yang ekstrem ternyata dapat memicu kambuhnya asma. Udara dingin dan kering dapat membuat saluran napas lebih sensitif dan mudah meradang. Di sisi lain, udara panas dan lembap juga dapat mempersempit saluran udara sehingga napas terasa lebih berat.
Selain itu, cuaca panas sering membuat polusi dan alergen bertahan lebih lama di udara. Hal ini membuat penderita asma lebih mudah mengalami sesak napas saat beraktivitas di luar ruangan.
3. Stres Emosional
Kondisi emosional ternyata memiliki hubungan erat dengan kesehatan pernapasan. Saat seseorang mengalami stres, cemas, atau tekanan emosional, tubuh akan bereaksi dengan meningkatkan ketegangan otot dan pola napas menjadi tidak teratur.
Pada penderita asma, kondisi ini dapat memicu dada terasa sesak dan napas menjadi pendek. Jika dibiarkan terus-menerus, stres juga dapat memperburuk frekuensi kambuhnya asma. Oleh karena itu, mengelola stres dengan baik sangat penting untuk membantu menjaga kesehatan saluran napas.
4. Gigitan dan Sengatan Serangga
Gigitan atau sengatan serangga tertentu dapat memicu reaksi alergi yang berujung pada serangan asma. Lebah, tawon, hingga semut api termasuk jenis serangga yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan pada sebagian orang.
Selain itu, kecoa juga dapat menjadi pemicu asma yang cukup kuat. Protein yang terdapat pada kotoran, air liur, dan bagian tubuh kecoa dapat memicu alergi dan membuat saluran napas meradang. Menjaga kebersihan rumah menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko paparan ini.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Makanan yang Bisa Meredakan Gejala Alergi
5. Gas dari Peralatan Rumah Tangga
Beberapa peralatan rumah tangga yang menggunakan bahan bakar seperti gas, minyak tanah, atau kayu dapat menghasilkan nitrogen dioksida. Gas ini tidak berwarna dan tidak berbau, tetapi dapat mengiritasi saluran napas.
Pada penderita asma, paparan nitrogen dioksida dapat menyebabkan sesak napas hingga meningkatkan risiko infeksi pernapasan. Karena itu, pastikan ventilasi rumah bekerja dengan baik saat menggunakan kompor gas atau perapian agar sirkulasi udara tetap lancar.
6. Produk Pembersih dan Bahan Kimia
Banyak produk rumah tangga mengandung bahan kimia yang dapat mengiritasi saluran pernapasan. Misalnya cairan pembersih, cat, pestisida, hingga penyegar ruangan. Aroma dan partikel kimianya bisa memicu batuk, sesak, atau napas berbunyi pada penderita asma.
Saat menggunakan produk tersebut, usahakan ruangan memiliki ventilasi yang baik. Membuka jendela atau menggunakan masker juga dapat membantu mengurangi paparan zat yang mengganggu pernapasan.
7. Wewangian yang Terlalu Kuat
Parfum, lilin aromaterapi, sabun wangi, atau pewangi ruangan dapat memicu iritasi pada saluran napas. Kandungan kimia dalam produk beraroma tajam dapat menyebabkan peradangan dan membuat gejala asma lebih mudah muncul.
Bagi penderita asma, memilih produk tanpa pewangi atau beraroma ringan bisa menjadi pilihan yang lebih aman. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko kambuh akibat paparan aroma menyengat.
8. Bulu dan Air Liur Hewan Peliharaan
Hewan peliharaan seperti kucing dan anjing dapat memicu asma pada orang yang sensitif terhadap alergen hewan. Pemicunya bukan hanya bulu, tetapi juga protein yang terdapat pada kulit, air liur, dan kotorannya.
Paparan alergen dari hewan dapat menyebabkan saluran napas menjadi lebih sensitif dan meradang. Jika Anda memiliki alergi terhadap hewan, sebaiknya hindari membiarkan hewan peliharaan masuk ke kamar tidur dan rutin membersihkan rumah agar kualitas udara tetap terjaga.
Baca Juga: Begini Ciri Sesak Napas yang Disebabkan Asam Lambung Naik
Itulah beberapa pemicu asma yang jarang disadari. Semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News