M O M S M O N E Y I D
AturUang

Atur Keuangan Berdasarkan Siklus Menstruasi Moms, Begini Caranya

Atur Keuangan Berdasarkan Siklus Menstruasi Moms, Begini Caranya
Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Yuk kenali pola belanja dari siklus menstruasi dan gunakan sebagai cara sederhana untuk mengatur uang agar lebih terarah.

Mengatur keuangan ternyata tidak hanya soal mencatat pemasukan dan pengeluaran. Bagi sebagian perempuan, perubahan energi dan suasana hati selama siklus menstruasi juga bisa menjadi bahan untuk mengenali kebiasaan ketika menggunakan uang. 

Melansir dari Intimina, setiap fase menstruasi dapat memberikan gambaran berbeda tentang energi, emosi, dan kecenderungan seseorang dalam mengelola pengeluaran. 

Namun, pola tersebut tidak berlaku sama untuk semua orang karena kondisi tubuh dan kebiasaan finansial setiap perempuan berbeda. 

Karena itu, siklus menstruasi lebih tepat dijadikan bahan evaluasi diri daripada alasan untuk menentukan keputusan keuangan secara mutlak.

Baca Juga: Tips Membantu Keluarga Tanpa Mengganggu Keuangan Pribadi

Cara atur keuangan berdasarkan siklus menstruasi

Kenali pola keuangan dari empat fase

Siklus menstruasi umumnya terdiri dari fase menstruasi, folikular, ovulasi, dan luteal. Empat fase ini dapat digunakan sebagai pengingat untuk menyesuaikan aktivitas finansial dengan kondisi diri.

Saat menstruasi, fokuskan kegiatan pada pemeriksaan ringan seperti mengecek saldo, tagihan, dan tabungan. Jika tubuh terasa kurang nyaman, keputusan keuangan besar bisa dipertimbangkan kembali.

Fase folikular dapat dimanfaatkan untuk menyusun anggaran, menentukan target tabungan, merencanakan pembayaran utang, atau membuat target pemasukan. Sementara itu, fase ovulasi bisa digunakan untuk aktivitas yang membutuhkan komunikasi, misalnya membahas anggaran keluarga atau melakukan negosiasi pekerjaan.

Memasuki fase luteal, lakukan pemeriksaan terhadap pengeluaran. Cek transaksi kecil, biaya berlangganan, serta pembelian yang muncul karena keinginan sesaat.

Coba buat peta keuangan pribadi

Tidak perlu menggunakan metode yang rumit. Kalender, catatan ponsel, atau spreadsheet sederhana sudah bisa digunakan untuk mencatat pola.

  1. Tandai hari pertama menstruasi.
  2. Catat perubahan energi dan suasana hati.
  3. Perhatikan kapan pengeluaran impulsif biasanya muncul.
  4. Tentukan tugas keuangan sesuai kondisi setiap fase.
  5. Evaluasi catatan setelah beberapa siklus.

Contohnya, awal siklus digunakan untuk mengecek kondisi keuangan, fase berikutnya untuk membuat anggaran, pertengahan siklus untuk membahas keputusan penting, lalu fase menjelang menstruasi untuk mengaudit pengeluaran.

Gunakan sebagai panduan, bukan aturan

Melansir dari Gina Knox, pengelolaan uang berbasis siklus dapat digunakan untuk membagi aktivitas finansial berdasarkan kondisi energi dan pola pribadi. Namun, konsep tersebut tetap bukan aturan yang wajib diikuti.

Baca Juga: Begini Cara Melindungi Aset Keluarga Saat Usaha Terancam Bangkrut

Tidak semua perempuan mengalami perubahan emosi, energi, maupun pola belanja dengan cara yang sama. Bahkan, bukti ilmiah mengenai hubungan langsung antara fase menstruasi dan pengambilan keputusan finansial masih belum cukup konsisten.

Karena itu, aturan keuangan dasar tetap lebih penting. Kebutuhan pokok, kewajiban, dana darurat, tabungan, dan tujuan finansial perlu menjadi prioritas sebelum mengikuti pola apa pun.

Mengatur keuangan berdasarkan siklus menstruasi dapat menjadi cara sederhana bagi Moms untuk lebih mengenali kebiasaan diri sendiri. Tujuannya bukan menyalahkan hormon ketika pengeluaran meningkat, melainkan mengetahui kapan perlu lebih berhati hati dalam menggunakan uang.

Mencatat kebiasaan selama beberapa bulan, Moms bisa menemukan pola pengelolaan keuangan yang lebih sesuai dengan kondisi tubuh, pemasukan, kebutuhan, dan tujuan finansial.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Malas Mandi Tanda Depresi? Cek Faktanya dan Alasan Medis di Baliknya

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai alasan ilmiah di balik fenomena malas mandi sebagai gejala depresi.

Peluang Usaha Kuliner: Kisah Seblak Rumahan yang Tumbuh Berkat Platform Digital

Usaha seblak dari rumah kontrakan, begini cara Nur mengembangkan bisnis hingga tambah modal Rp 20 juta.

Hasil Kejuaraan Dunia 2026: 7 Wakil Indonesia ke 16 Besar, Ada Fajar/Fikri

Hasil Kejuaraan Dunia 2026 Babak 32 Besar Rabu (19/8), tujuh wakil Indonesia melaju ke 16 besar, termasuk Fajar/Fikri.

4 Makanan yang Harus Dihindari saat Menstruasi, Bebas Kram dan Mood Swing!

Inilah beberapa makanan yang harus dihindari saat menstruasi beserta alasannya. Simak sampai akhir, Moms.  

5 Kebiasaan Merapikan Rumah Sebelum Tidur biar Pagi Terasa Segar Lagi

Lima kebiasaan sederhana sebelum tidur yang membantu rumah tetap rapi dan membuat aktivitas pagi terasa lebih nyaman.  

Gunung Makin Digemari Sebagai Tempat Wisata Baru, Ini Faktor Pendukungnya

Banyak faktor yang membuat masyarakat Indonesia saat ini jadi keranjingan mendaki, salah satunya, dari aktivitas digital.  

Cari Teman Untuk Naik Gunung Kini Mudah di Aplikasi Kegunung

Kebutuhan naik gunung kini ada di satu platform, Kegunung. Aplikasi ini bisa menyediakan informasi jasa porter juga. ​  

5 Ide Kreatif Memanfaatkan Botol Parfum Kosong biar Rumah Makin Estetik

Botol parfum kosong masih bisa dimanfaatkan. Simak 5 ide kreatif untuk menjadikannya vas, diffuser, hingga wadah tanaman.

Beli, Sewa Alat dan Tiket Pendakian Bisa Dilakukan Secara Online di Gearberg

Gearberg adalah platform booking online atawa pemesanan tiket resmi yang juga menyediakan layanan jual serta sewa perlengkapan alam​.  

Aplikasi MDPL Berikan Arahan Peta Pendakian Aman dan Terverifikasi

Aplikasi MDPL menyediakan peta digital offline tiga dimensi khusus pendakian gunung di Indonesia.