M O M S M O N E Y I D
Bugar

Bahaya! Ini Dia 6 Makanan yang Tingkatkan Risiko Kanker

Bahaya! Ini Dia 6 Makanan yang Tingkatkan Risiko Kanker
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Tahukah bahwa ada beberapa makanan yang tingkatkan risiko kanker, lho. Yuk, intip daftarnya di sini!

Pola makan memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan tubuh Anda. Beberapa jenis makanan dapat meningkatkan risiko penyakit serius termasuk kanker.

Penyakit ini berkembang secara perlahan dan sering kali tanpa gejala pada tahap awal sehingga memahami faktor pemicunya merupakan langkah penting untuk pencegahan.

Dengan mengenali makanan yang berisiko Anda dapat membuat keputusan yang lebih bijak demi kesehatan jangka panjang.

Baca Juga: 8 Jenis Minuman yang Bisa Menurunkan Risiko Kanker Menurut Ahli

Melansir dari laman Healthline, di bawah ini beberapa makanan yang tingkatkan risiko kanker:

1. Daging Olahan

Daging olahan adalah daging yang diawetkan melalui proses pengasapan, pengasinan, pengalengan, atau penambahan bahan pengawet seperti nitrit. Contohnya termasuk sosis, ham, hot dog, salami, kornet, dan dendeng sapi.

Menurut penelitian tahun 2018, proses pengawetan menggunakan nitrit dapat menghasilkan senyawa N-nitroso yang bersifat karsinogenik. Begitu juga dengan proses pengasapan, yang dapat memunculkan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH), zat yang dapat merusak DNA sel.

Sejumlah ulasan ilmiah pada 2019 menyebutkan bahwa konsumsi daging olahan secara berlebihan menjadi salah satu faktor risiko utama kanker kolorektal dan kanker lambung. Bahkan, penelitian lain di tahun 2018 juga menemukan kaitan antara konsumsi daging olahan yang tinggi dengan peningkatan risiko kanker payudara.

2. Makanan yang Digoreng

Ketika makanan bertepung seperti kentang atau roti dimasak pada suhu tinggi, senyawa kimia bernama akrilamida terbentuk. Zat ini sering muncul pada makanan yang digoreng, dipanggang, atau dibakar, terutama pada kentang goreng dan keripik.

Penelitian tahun 2018 menunjukkan bahwa akrilamida bersifat karsinogenik pada hewan percobaan. Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) bahkan mengklasifikasikan akrilamida sebagai “kemungkinan karsinogen bagi manusia.” Selain itu, studi tahun 2020 menemukan bahwa akrilamida dapat merusak DNA dan memicu kematian sel.

Kebiasaan sering makan gorengan juga dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2, dua kondisi yang berkaitan erat dengan peningkatan risiko kanker karena dapat memicu peradangan kronis dan stres oksidatif di dalam tubuh.

3. Makanan yang Terlalu Matang

Memasak daging atau makanan pada suhu sangat tinggi, terutama dengan cara dibakar atau dipanggang langsung di atas api, dapat menghasilkan zat berbahaya seperti PAH dan amina heterosiklik (HCA). Menurut penelitian tahun 2020, senyawa ini bisa merusak DNA dan meningkatkan risiko kanker.

Makanan bertepung seperti kentang yang dimasak terlalu lama juga dapat menghasilkan lebih banyak akrilamida. Untuk mengurangi risikonya, Anda bisa memilih metode memasak yang lebih aman seperti merebus, mengukus, slow cooking, atau memanggang pada suhu rendah.

Baca Juga: Ternyata Olahraga Bisa Mencegah Kanker, Ini Kata Dokter

4. Produk Susu

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi susu dan produk turunannya, seperti keju dan yogurt, dapat meningkatkan kadar insulin-like growth factor 1 (IGF-1) di dalam tubuh. Menurut ulasan tahun 2020, kadar IGF-1 yang tinggi dikaitkan dengan risiko lebih besar terhadap kanker prostat karena dapat mempercepat pertumbuhan sel kanker.

Namun, bukti ilmiah mengenai hal ini masih beragam. Studi tahun 2016 menyebutkan bahwa jenis susu yang dikonsumsi juga berpengaruh. Misalnya, susu rendah lemak mungkin memiliki dampak berbeda dibandingkan susu penuh lemak.

5. Gula dan Karbohidrat Olahan

Makanan manis dan karbohidrat olahan seperti minuman bergula, roti putih, pasta instan, kue, dan sereal manis dapat memicu peningkatan kadar gula darah yang ekstrem. Konsumsi dalam jangka panjang meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2.

Menurut studi tahun 2020, kedua kondisi tersebut dapat menyebabkan peradangan dan stres oksidatif yang memicu pertumbuhan sel kanker. Bahkan, ulasan tahun 2019 menemukan bahwa penderita diabetes tipe 2 memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker ovarium, payudara, dan endometrium.

Kadar glukosa darah yang tinggi juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker usus besar. Sebagai gantinya, Anda bisa memilih sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, pasta gandum utuh, dan oatmeal.

6. Alkohol

Saat dikonsumsi, alkohol diubah oleh hati menjadi asetaldehida, senyawa beracun yang dapat merusak DNA dan mengganggu kemampuan tubuh dalam memperbaiki sel rusak. Menurut ulasan tahun 2017, asetaldehida juga menyebabkan stres oksidatif dan melemahkan sistem imun.

Selain itu, studi tahun 2015 menunjukkan bahwa alkohol dapat meningkatkan kadar hormon estrogen pada wanita, yang berkaitan dengan risiko lebih tinggi terkena kanker payudara reseptor estrogen positif.

Para ahli menegaskan bahwa tidak ada jumlah konsumsi alkohol yang benar-benar aman. Semakin sedikit Anda minum, semakin kecil risiko kesehatan yang ditimbulkan.

Baca Juga: Apakah Konsumsi Makanan Tertentu Bisa Mencegah Kanker Usus atau Tidak?

Nah, itu tadi beberapa makanan yang tingkatkan risiko kanker. Pola makan berperan besar dalam menjaga keseimbangan tubuh dan mencegah penyakit kronis seperti kanker. Meski tidak harus menghindari semua makanan di atas sepenuhnya, penting untuk membatasi konsumsinya dan memilih cara memasak yang lebih sehat.

Perbanyak konsumsi sayuran hijau, buah segar, ikan, serta sumber protein nabati seperti kacang-kacangan. Kombinasikan dengan gaya hidup aktif, tidur cukup, dan hindari rokok maupun alkohol. Langkah-langkah sederhana ini bisa menjadi benteng alami tubuh dalam melawan risiko kanker.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Promo Hypermart Beli Banyak Lebih Hemat 30 Juni-2 Juli 2026, Cek Beli 2 Gratis 1

Selama 26 Juni-2 Juli 2026, Hypermart mengadakan promo Beli Banyak Lebih Hemat. Cek promonya di sini, Moms.

HP Baterai 8000 mAh: Realme C100 Juga Hadirkan Layar HD+ 120Hz!

Realme C100 merupakan HP baterai besar 8000 mAh dan SUPERVOOC 45W. Ketahui bagaimana fitur ini memastikan daya tahan seharian penuh.  

Bukan Hanya Jempol Kaki, Ini Sendi Lain Target Kristal Asam Urat

Kristal asam urat sering menyerang jempol kaki. Ternyata, sendi lain juga berisiko. Pahami penyebab nyeri dan temukan penanganan tepat.

Komunitas Jadi Wadah Belajar Parenting, Pentingkah Moms?

Jadi wadah belajar untuk parenting, komunitas punya peran penting untuk edukasi setiap moms         

Punya Botol Bekas Saus atau Kecap, Begini Cara Agar Tak Jadi Sampah

​ABC Indonesia mengingatkan botol bekas kecap, saus, atau kemasan produk makanan lainnya masih memiliki nilai guna jika didaur ulang dengan tepat  

Katalog Promo Superindo Weekday Diskon hingga 40% Periode 29 Juni-2 Juli 2026

Cek promo Superindo Weekday hari ini periode 29 Juni-2 Juli 2026 untuk belanja hemat di Superindo terdekat awal pekan ini.

Sunscreen untuk Kulit Sensitif: Lindungi Wajah Tanpa Takut Jerawat

Kulit sensitif butuh perlindungan khusus dari sinar UV. Temukan rekomendasi sunscreen yang aman, tidak menyumbat pori, dan nyaman seharian.

Fitur AI Google Finance: Kini Analisis Investasi Pakai AI Lebih Mudah

Investasi Anda mungkin berisiko tanpa analisis mendalam. Google Finance kini menawarkan wawasan AI personal agar Anda tak rugi.

Makin Untung! Promo BRI Beri Diskon Spesial dari Waroeng Steak hingga Sushi Hiro

Makan di Waroeng Steak hingga Sushi Hiro bisa hemat, tapi kuota promo BRI ini cepat habis. Segera manfaatkan sebelum terlambat, cek syaratnya!

Login WhatsApp Web Tanpa Scan QR: Anti Ribet, Langsung Berhasil

Scan QR WhatsApp Web gagal bisa bikin panik. Kenali masalah server, internet, atau browser dan temukan solusi ampuh di sini.