M O M S M O N E Y I D
Bugar

Ini Manfaat Makan Oatmeal untuk Penderita Kolesterol Tinggi

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Tahukah bahwa tersimpan sejumlah manfaat makan oatmeal untuk penderita kolesterol tinggi, lo. 

Menurut Lisa Young, PhD, RDN, penulis Finally Full, Finally Slim sekaligus anggota dewan ahli medis, oat memiliki kandungan serat larut yang berperan dalam menurunkan kadar kolesterol. Jenis steel-cut oats bahkan lebih efektif karena serat larutnya cukup tinggi.

Sebuah penelitian tahun 2015 yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition, menemukan bahwa oat termasuk yang paling baik dalam membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL).

Hal ini juga diperkuat oleh Harvard Health, yang menjelaskan bahwa pola makan dengan oat jauh lebih efektif dibandingkan hanya mengonsumsi produk berbasis gandum olahan, dengan hasil rata-rata penurunan kolesterol mencapai 6,5 poin.

Baca Juga: Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat Apa, ya? Ini 12 Pilihannya

Manfaat Makan Oatmeal untuk Penderita Kolesterol Tinggi

Oatmeal dikenal sebagai makanan tinggi serat, terutama jenis serat larut bernama beta-glukan. Serat ini bekerja dengan menyerap air dan membentuk gel kental di dalam usus. Efeknya, pencernaan jadi lebih lambat dan usus bekerja dengan cara yang lebih lengket.

Selain baik untuk sistem pencernaan, beta-glukan dalam oat juga punya peran khusus dalam menurunkan kolesterol jahat. Caranya adalah dengan berinteraksi dengan asam empedu, yaitu cairan yang diproduksi hati untuk membantu mencerna lemak.

Melansir laman Very Well Health, prosesnya seperti ini:

  1. Hati membuat asam empedu dari kolesterol, lalu melepaskannya ke usus kecil untuk memecah lemak dari makanan.
  2. Beta-glukan dari oatmeal akan mengikat asam empedu tersebut, sehingga tubuh tidak bisa menyerapnya kembali.
  3. Akibatnya, asam empedu ikut terbuang lewat feses.
  4. Untuk mengganti asam empedu yang hilang, hati mengambil kolesterol dari darah. Hal ini otomatis menurunkan kadar kolesterol LDL dalam tubuh.

Dengan berkurangnya LDL, risiko penumpukan plak lemak di arteri dan penyakit jantung koroner juga ikut menurun, karena LDL-lah yang memicu pengerasan dan penyempitan pembuluh darah.

Baca Juga: Ini Penyebab Tingginya Kadar Kolesterol dalam Darah yang Penting Diketahui

Berapa Banyak Oatmeal yang Dibutuhkan?

Menurut para ahli, termasuk Food and Drug Administration (FDA), beta-glukan dalam oatmeal memang terbukti menurunkan kadar kolesterol dan menurunkan risiko penyakit jantung.

  • Jumlah yang dianjurkan adalah sekitar 3 gram beta-glukan per hari, setara dengan 1 cangkir (70 g) oatmeal matang.
  • Studi tahun 2013 di Thailand menemukan bahwa makan 70 g oatmeal matang setiap hari selama 4 minggu menurunkan kolesterol total hingga 5% dan LDL sebesar 9%.
  • Penelitian tahun 2012 di China juga menunjukkan hasil serupa. Makan 100 g oatmeal matang tiap hari selama 6 minggu bisa menurunkan kolesterol total sebesar 6,2% dan LDL sebesar 8,4%.
  • Tinjauan penelitian pada 2014 menyimpulkan bahwa konsumsi 3 g beta-glukan per hari dapat menurunkan LDL sekitar 0,25 mmol/L—jumlah yang cukup berarti untuk menurunkan risiko dari “tinggi” ke “normal”.

Namun, makan lebih banyak oatmeal tidak berarti manfaatnya akan berlipat ganda. Efek terbaik ada pada jumlah yang disarankan.

Baca Juga: 12 Minuman Sehat untuk Menurunkan Kadar Kolesterol Tinggi, Ada Jus Tomat

Demikianlah ulasan tentang manfaat makan oatmeal untuk penderita kolesterol tinggi. Oatmeal bermanfaat bagi penderita kolesterol tinggi karena mengandung serat larut beta-glukan yang mampu menurunkan kadar LDL.

Proses ini terjadi ketika beta-glukan mengikat asam empedu, sehingga hati menggunakan kolesterol dalam darah untuk menggantinya. Dengan begitu, risiko penyakit jantung dan penyumbatan arteri dapat berkurang.

Mengonsumsi oatmeal secara rutin, disertai pola makan seimbang dan gaya hidup sehat, bisa menjadi langkah sederhana namun efektif dalam mengendalikan kolesterol. Jadi, mulai sekarang, tidak ada salahnya menjadikan oatmeal sebagai bagian dari menu harian Anda.

Baca Juga: 7 Makanan Sehat Penurun Kadar Kolesterol Tinggi yang Terbukti Ampuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.