M O M S M O N E Y I D
AturUang

Ini Cara Aman Lindungi Rekening dari Modus Penipuan Perbankan Terbaru 2026

Ini Cara Aman Lindungi Rekening dari Modus Penipuan Perbankan Terbaru 2026
Reporter: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Cek cara mengenali modus penipuan perbankan terbaru ini agar rekening Anda tetap aman dan tidak jadi korban kejahatan digital.

Aktivitas perbankan digital di Indonesia terus meningkat, tetapi di sisi lain ancaman penipuan juga ikut berkembang semakin canggih. 

Banyak korban berasal dari kalangan usia produktif, mulai dari mahasiswa, pekerja kantoran, hingga pelaku usaha online. 

Modusnya tidak lagi sederhana karena pelaku memanfaatkan teknologi sekaligus celah psikologis korban. Melansir dari laman website OCBC, penipuan perbankan didefinisikan sebagai kejahatan yang memanfaatkan layanan atau identitas perbankan untuk keuntungan tidak sah dan merugikan nasabah. 

“Penipuan perbankan adalah segala bentuk kejahatan yang memanfaatkan layanan atau identitas perbankan untuk memperoleh keuntungan tidak sah dan merugikan nasabah,” mengutip dari laman website OCBC.

Baca Juga: Sudah Kerja Keras Tapi Belum Kaya? Ini 5 Pola Pikir yang Sering Jadi Penghambat

Apa itu penipuan perbankan dan mengapa makin marak?

Penipuan perbankan adalah tindakan kriminal yang menyasar data dan dana nasabah melalui manipulasi sistem atau penyalahgunaan informasi pribadi. Perkembangan teknologi finansial memang memudahkan transaksi, tetapi juga membuka ruang baru bagi kejahatan siber.

Tingginya penggunaan mobile banking, dompet digital, dan transaksi online membuat data pribadi semakin sering digunakan di ruang digital. Jika tidak diimbangi kewaspadaan, celah sekecil apa pun bisa dimanfaatkan pelaku.

Modus penipuan perbankan yang sering terjadi

Berikut beberapa modus yang paling sering ditemukan di Indonesia dan perlu diwaspadai.

1. Phishing berkedok pesan resmi

Phishing biasanya hadir dalam bentuk email, SMS, atau pesan instan yang menyerupai notifikasi resmi bank. Isinya sering menyebut akun bermasalah, transaksi mencurigakan, atau pembaruan sistem.

Korban diarahkan untuk mengklik tautan tertentu. Situs yang dibuka tampak meyakinkan, padahal palsu. Saat korban memasukkan user ID, password, nomor kartu, atau OTP, data tersebut langsung jatuh ke tangan pelaku.

2. Penyamaran sebagai petugas bank

Pelaku menelepon atau mengirim pesan dengan gaya formal dan meyakinkan. Mereka mengaku sebagai petugas bank dan menyebut adanya transaksi mencurigakan.

Dalam situasi panik, korban sering kali tanpa sadar memberikan PIN, OTP, atau kode verifikasi. Padahal, pihak bank resmi tidak pernah meminta data rahasia melalui telepon atau chat.

3. Skimming dan card trapping di ATM

Skimming dilakukan dengan alat yang menyalin data kartu saat digunakan di mesin ATM atau alat pembayaran. Sementara card trapping membuat kartu tertahan di mesin.

Ketika korban bingung, pelaku berpura pura membantu dan mencoba mengetahui PIN. Data tersebut kemudian digunakan untuk menarik dana tanpa izin.

Baca Juga: Gaji UMR Tetap Bisa Nabung? Ini Langkah agar Keuangan Anda Lebih Aman di 2026

4. Rekayasa sosial yang memanfaatkan emosi

Rekayasa sosial atau social engineering mengandalkan manipulasi psikologis. Pelaku bisa menyamar sebagai kerabat, teman, atau pihak tertentu.

Korban dibuat panik, takut, atau merasa kasihan sehingga rela memberikan informasi penting atau mentransfer uang. Modus ini sering tidak disadari karena korban merasa sedang membantu.

5. Dampak penipuan perbankan bagi korban

Kerugian tidak hanya berupa hilangnya dana. Banyak korban mengalami stres, rasa cemas, bahkan trauma bertransaksi digital. Dalam beberapa kasus, dana yang hilang sulit kembali karena sudah dipindahkan ke berbagai rekening.

Selain itu, kebocoran data pribadi bisa berdampak jangka panjang. Identitas korban berisiko digunakan untuk tindakan ilegal lainnya.

Cara mengatasi penipuan perbankan dengan cepat

Jika Anda terlanjur menjadi korban, lakukan langkah berikut sesegera mungkin.

1. Amankan seluruh akses rekening

Segera ganti PIN, password, dan kode akses mobile banking. Lakukan pemblokiran kartu atau rekening sementara jika ditemukan transaksi mencurigakan.

Semakin cepat tindakan dilakukan, semakin besar peluang mencegah kerugian lebih lanjut.

2. Laporkan ke pihak bank dan otoritas resmi

Buat laporan resmi ke bank tempat Anda bertransaksi. Simpan bukti seperti tangkapan layar dan riwayat percakapan.
Pelaporan juga penting dilakukan ke otoritas terkait agar kasus dapat ditindaklanjuti dan mencegah korban lain.

3. Tingkatkan literasi dan kewaspadaan digital

Jangan pernah membagikan PIN, OTP, atau kode verifikasi kepada siapa pun. Pastikan hanya mengakses layanan perbankan melalui aplikasi resmi.

Aktifkan notifikasi transaksi dan autentikasi dua faktor untuk perlindungan tambahan.

Baca Juga: Jangan Minder Soal Gaji! Cara Mengatur Keuangan Pribadi biar Lebih Tenang

Strategi aman bertransaksi di era digital

Dalam pengalaman saya mengedukasi masyarakat soal keamanan finansial, kunci utamanya adalah tidak terburu buru. Berhenti sejenak sebelum mengklik tautan atau memberikan data pribadi bisa menyelamatkan rekening Anda.

Periksa kembali alamat situs, hindari menggunakan jaringan publik untuk transaksi finansial, dan rutin memperbarui aplikasi perbankan. 

Edukasi keluarga juga penting, terutama orang tua yang mungkin belum terbiasa dengan pola kejahatan digital terbaru.

Penipuan perbankan di tahun 2026 semakin kompleks dan menyasar siapa saja. Modus seperti phishing, penyamaran petugas bank, skimming, dan rekayasa sosial harus dikenali sejak dini. 

Langkah cepat mengamankan rekening dan melapor ke pihak resmi dapat meminimalkan kerugian. Lebih dari itu, meningkatkan literasi digital adalah perlindungan jangka panjang bagi keamanan finansial Anda. 

Tetap waspada, bijak, dan teliti agar transaksi digital tetap aman di tengah perkembangan teknologi.

 

Selanjutnya: Bea Cukai Luncurkan Desain Pita Cukai 2026 Bertema Alat Musik Tradisional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

HP Android Bebas Iklan 2026: Rasakan Nyaman Tanpa Gangguan!

Ingin HP Android yang mulus tanpa iklan? Februari 2026 tawarkan 5 pilihan terbaik. Temukan favorit Anda di sini!

Ini Cara Aman Lindungi Rekening dari Modus Penipuan Perbankan Terbaru 2026

Cek cara mengenali modus penipuan perbankan terbaru ini agar rekening Anda tetap aman dan tidak jadi korban kejahatan digital.

Galaxy Unpacked akan Digelar pada 26 Februari, Seri Galaxy S26 akan Meluncur?

Galaxy Unpacked akan Digelar pada 26 Februari. samsung Galaxy S26 dikabarkan membawa layar lebih besar dan baterai 4.300mAh.   

Rumah Terlihat Murahan karena Tanaman Palsu? Ini Kata Ahli Desainer Interior

Simak cara cerdas menata dekorasi rumah agar tampilan hunian Anda tak terlihat murahan dan tetap natural sesuai saran ahli desainer interior.

Promo Bukber Jogja: 10 Hotel Murah di Bawah Rp 100 Ribu, Banyak Doorprize!

Tak perlu khawatir biaya, 10 hotel di Jogja punya paket bukber all you can eat di bawah Rp 100 ribu. Cek fasilitas menarik yang ditawarkan!

Kumpul Bareng Makin Hemat: A&W Tawarkan Promo Paket Ayam Rame-Rame Mulai 100K

Makan bareng di A&W kini lebih hemat. Paket Aroma Chicken mulai Rp 100 ribu cocok untuk keluarga. Cek daftar menunya sebelum kehabisan!

Rekomendasi Moisturizer Gel Terbaik: Kulit Sehat, Bebas Minyak Berlebih

Moisturizer gel dengan formula berbasis air ini jadi solusi ampuh. Temukan rekomendasi terbaik yang bikin kulit segar tanpa kilap!  

Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Minggu 15 Februari 2026, Evaluasi Finansial

Simak ramalan 12 zodiak Minggu 15 Februari 2026, cek peluang karier dan strategi keuangan agar tetap stabil dan cuan.  

Investor Wajib Tahu: Standar LBMA Penyelamat Aset Emas Anda

Membeli emas bersertifikat LBMA ternyata bukan sekadar tren. Ada keuntungan besar saat menjualnya kembali. Yuk pahami alasannya sekarang.

Salah Satu Seri Infinix Note 60 akan Dilengkapi Chip Snapdragon: Apa Bedanya?

Salah satu seri Infinix Note 60 Pro akanpakai Snapdragon, bukan lagi MediaTek. Apa implikasinya pada performa dan pengalaman sehari-harinya?