MOMSMONEY.ID - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang Juli 2026 masih menunjukkan tren positif. Tim riset Kiwoom Sekuritas menilai Juli masih menjadi the green month seiring IHSG yang berhasil menembus area resistance.
IHSG rehat sementara dengan kenaikan 1,41% ke level 6.319,85 pada penutupan sesi I, Selasa, 21 Juli 2026.
Jika akhir Juni lalu, IHSG masih berada di level 5.643, maka kenaikan IHSG sepanjang Juli sudah mencapai 11,98%.
Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata melihat, IHSG tampak sudah menembus resistance serta mematahkan pola penurunan yang telah berlangsung sejak awal tahun.
Meski demikian, Kiwoom menilai pelaku pasar masih perlu mencermati kemampuan IHSG menembus level 6.385. Ini adalah area neckline sekaligus titik konfirmasi kelanjutan penguatan.
Apabila level tersebut berhasil dilewati, IHSG berpeluang melanjutkan kenaikan secara bertahap menuju kisaran 6.950 – 7.000 hingga 7.225 – 7.250 sebagai target akhir tahun yang konservatif.
Sementara dalam skenario yang lebih optimistis (bull case), IHSG berpotensi mencapai kisaran 7.700 – 7.770 pada akhir 2026.
Di sisi lain, Kiwoom memperkirakan area 6.150 – 6.070 akan menjadi level penopang (support) terdekat apabila terjadi koreksi.
Dari sisi aliran dana asing, Kiwoom mencatat akumulasi jual bersih (foreign net sell) sepanjang tahun berjalan masih cukup besar, yakni sekitar Rp 90,88 triliun. Namun, sentimen pasar mulai membaik setelah investor asing membukukan net buy selama tiga hari perdagangan berturut-turut sejak Kamis pekan lalu.
"Diharapkan lebih banyak dana asing lagi masuk di masa mendatang," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News