MOMSMONEY.ID - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2026. Kenaikan ini didukung sinyal teknikal yang semakin positif serta membaiknya aliran dana asing.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan secara teknikal IHSG terus menunjukkan apresiasi dan telah beberapa kali menembus level penting moving average (MA) 60 setelah sebelumnya reli melampaui MA20.
Indikator Stochastic dan Relative Strength Index (RSI) juga sama-sama menunjukkan sinyal positif yang didukung oleh peningkatan volume transaksi.
"Sentimen terhadap IHSG cenderung positif, meski volatilitas masih akan dipengaruhi perkembangan geopolitik Timur Tengah dan ekspektasi kebijakan Bank Indonesia," tulis Nafan dalam risetnya.
Menurut Mirae Asset, ketegangan di Timur Tengah dan kebijakan tarif baru Amerika Serikat memang masih menjadi faktor risiko. Namun, sentimen tersebut untuk sementara tertutupi oleh optimisme musim laporan keuangan perusahaan serta pemulihan saham-saham teknologi di Wall Street.
Selain itu, harga minyak Brent yang masih bertahan di atas US$ 90 per barel turut mencerminkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Mirae Asset menilai penguatan Wall Street berpotensi memicu sentimen risk-on di bursa Asia, termasuk Indonesia.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat, Intip 4 Rekomendasi Saham Hari Ini dari Kiwoom (22/7)
Dari domestik, rotasi arus modal ke pasar saham Indonesia dinilai masih menjadi katalis positif. Setelah terkoreksi cukup dalam sepanjang tahun, valuasi saham Indonesia mulai kembali menarik perhatian investor global.
IHSG juga telah mencatat kenaikan lebih dari 10% sepanjang Juli, diikuti perbaikan arus dana asing. Kondisi tersebut didukung ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Indonesia sebesar 25 basis poin untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Selain itu, transparansi regulasi terbaru dari Bursa Efek Indonesia melalui indikator HSC serta penyesuaian filter EPI oleh MSCI dinilai mendorong investor institusi kembali mengoleksi saham-saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan, infrastruktur, dan komoditas.
Musim rilis laporan keuangan semester I-2026 juga diperkirakan menjadi katalis tambahan bagi pergerakan IHSG, terutama bagi emiten yang mampu membukukan kinerja di atas ekspektasi pasar.
Secara teknikal, Mirae Asset memproyeksikan support IHSG berada di level 6.261 dan 6.137, sedangkan resistance berada di 6.416 dan 6.546.
Rekomendasi saham
Di tengah sinyal bullish bursa, Nafan tetap mengingatkan investor
mengakumulasi saham-saham berfundamental solid, berfokus pada saham dengan valuasi murah, serta emiten yang mulai menunjukkan pembalikan tren dengan tetap menerapkan manajemen risiko secara disiplin.
Berikut rekomendasi saham Mirae Asset untuk hari ini. Namun perlu diingat, rekomendasi ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Sesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing.
1. INDY: Area beli Rp 2.420 - Rp 2.620
Target harga Rp 2.700, Rp 3.050, dan Rp 3.330,
Support di Rp 2.420 dan Rp 2.230.
2. ESSA: Area beli Rp 585 - Rp 625
Target harga Rp 630, Rp 655, dan Rp 680
Support di Rp 585 dan Rp 565.
3. INET: Area beli Rp 214 - Rp 248
Target harga Rp 254 dan Rp 270
Support di Rp 214 dan Rp 210.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News