M O M S M O N E Y I D
InvesYuk, Kilas Pendidikan

IHSG Lagi-Lagi Melemah, Ada Apa?

Reporter: Francisca Bertha Vistika  |  Editor: Francisca bertha


MOMSMONEY.ID - Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah pada Rabu (29/6). IHSG tercatat di level 6.942 atau turun sekitar 54 poin dari sehari sebelumnya. 

Info saja, IHSG melemah sejak awal pekan ini yakni Senin (27/6). Lantas berlanjut di Selasa (28/6) yang tercatat di 6.996. Hari ini lagi-lagi, ditutup melemah. 

Jono Syafei, analis Henan Putihrai Sekuritas menyampaikan bahwa pergerakan IHSG hari ini dipengaruhi sentimen negatif dari bursa Amerika Serikat. Hal ini terjadi setelah indeks keyakinan konsumen Amerika Serikat di bulan Juni berada di bawah ekspektasi, yaitu di 98.7, turun dari indeks keyakinan bulan Mei yang berada pada angka 103.2.

Baca Juga: IHSG Hari Ini Dibuka Melemah Pada Perdagangan Rabu, 29 Juni 2022

"Ini menunjukkan pesimisme pasar terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat terutama akibat inflasi," kata Jono pada Momsmoney.id. 

Sentimen negatif juga diperkuat dengan harga minyak mentah dan batubara yang masih tinggi. Hal ini lantaran negara-negara barat dan Eropa membatasi impor komoditas dari Rusia.

Untuk Kamis (30/6), Jono memproyeksikan IHSG akan bergerak di 6.860 hingga 7.011.Adapun sentimen yang akan mempengaruhi IHSG yaitu data pertumbuhan ekonomi kuartal I-2022 final AS yang akan dirilis pada malam ini (waktu Indonesia). Di mana konsensus memprediksi akan terkontraksi 1.5% dari kuartal IV-2021. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.