MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melanjutkan koreksi pada perdagangan Selasa (3/2/2026). Berikut rekomendasi saham pilihan MNC Sekuritas hari ini.
Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG tercatat melemah 4,88% ke level 7.992, disertai munculnya tekanan jual.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengimbau investor untuk mencermati area koreksi 7.835–7.680 sebagai zona koreksi yang berpotensi membentuk wave (b) dari wave [x].
Sementara area penguatan diperkirakan berada pada kisaran 8.128–8.527.
Secara teknikal, level support IHSG berada di area 7.654 dan 7.481. Adapun level resistance berada pada kisaran 8.094 dan 8.318.
Baca Juga: BMKG: Potensi Cuaca Ekstrem Berlanjut, Hujan Sangat Lebat di Provinsi Ini
Berikut rekomendasi saham pilihan MNC Sekuritas untuk perdagangan Selasa (3/2/2026):
1. AADI — Spec Buy
AADI menguat 6,25% ke level 8.075 dan disertai meningkatnya volume pembelian. MNC Sekuritas memperkirakan posisi AADI sedang berada di akhir wave [ii] dari wave C.
- Spec Buy: 7.950–8.000
- Target Price: 8.150, 8.350
- Stoploss: below 7.825
2. INCO — Buy on Weakness
INCO terkoreksi 8,14% ke level 5.925 dan disertai tekanan jual. Posisi INCO diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C).
- Buy on Weakness: 5.100–5.525
- Target Price: 6.425, 6.850
- Stoploss: below 4.960
Baca Juga: Bagaimana Peluang IHSG Kembali ke 8.000? Ini Proyeksi dari Mirae Asset Sekuritas
3. JSMR — Buy on Weakness
JSMR menguat 1,40% ke level 3.610 dengan peningkatan volume pembelian. Saat ini, JSMR diperkirakan berada pada bagian akhir wave (i) dari wave [iii].
- Buy on Weakness: 3.570–3.600
- Target Price: 3.650, 3.680
- Stoploss: below 3.560
4. SUPA — Sell on Strength
SUPA terkoreksi 10,75% ke level 830 dan masih didominasi tekanan jual. Posisi SUPA diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (5) sehingga masih rawan melanjutkan koreksi ke rentang 730–780.
- Sell on Strength: 865–890
Investor diimbau tetap selektif dan memperhatikan profil risiko masing-masing. Lakukan analisis mandiri sebelum melakukan transaksi di pasar modal.
Selanjutnya: BNI Bukukan Laba Bersih Rp 20 Triliun pada 2025, Fee Based Income Menopang Pendapatan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News