MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global naik, setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa perang di Timur Tengah mungkin akan segera berakhir, yang menyebabkan harga minyak mentah turun.
Mengutip Bloomberg, Selasa (10/3), harga emas spot naik 0,91% menjadi US$ 5.185,53 per troi ons pada pukul 15.32 WIB. Kenaikan harga emas hari ini menghapus penurunan pada sesi sebelumnya.
Presiden Trump mengatakan konflik dengan Iran akan diselesaikan segera. Sementara, indeks dollar AS turun hingga 0,1%, memperpanjang penurunan pada Senin, dan harga minyak mentah jatuh lebih dari 10%.
Tanda-tanda bahwa Gedung Putih siap mengakhiri perang dengan Iran, yang kini memasuki minggu kedua, dapat mengurangi sebagian tekanan yang membebani harga emas. Penutupan efektif Selat hormuz serta serangan rudal Iran terhadap infrastruktur energi, telah menyebabkan harga minyak melonjak dan menimbulkan kekhawatiran tentang inflasi.
Baca Juga: Harga Emas Global Turun karena Kekhawatiran Suku Bunga Naik
Pada gilirannya hal ini mengurangi kemungkinan penurunan suku bunga oleh Federal Reserves dan bank sentral lainnya. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi hambatan bagi emas, yang tidak memberikan bunga. Selain itu, aset safe haven juga telah digunakan sebagai sumber likuiditas selama penurunan tajam di pasar saham global seiring perang.
Suki Cooper, Kepala Riset Komoditas Global di Standards Chartered Plc., mengatakan, kita telah melihat emas memainkan peran yang biasanya dimainkan dalam peristiwa berisiko tinggi.
"Awalnya premi risiko geopolitik dapat mendorong harga emas lebih tinggi. Tetapi, ketika ada tekanan akan uang tunai, emas cenderung menjadi salah satu kandidat utama yang dipertimbangkan investor, terutama ketika kinerja bagus," katanya mengutip Bloomberg, hari ini.
Meskipun perdagangan bergejolak dan momentum kenaikan terhenti, harga emas masih naik sekitar 20% tahun ini. Perubahan besar dalam perdagangan global dan geopolitik yang dilakukan Presiden Trump, serta ancaman terhadap independensi The Fed, mendukung harga emas. Pembelian oleh bank sentral global juga membantu kenaikan harga emas.
Namun, sejak perang pecah, volume kepemilikan dana berbasis emas yang diperdagangkan di bursa (ETF) telah turun. Total kepemilikan turun hampir 30 ton minggu lalu, menandai aksi jual mingguan terbesar dalam lebih dari dua tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News