MOMSMONEY.ID - Harga emas di pasar global ambles di bawah US$ 4.000 per troi ons, karena penguatan dollar AS dan prospek kenaikan suku bunga menekan harga logam mulia.
Mengutip Bloomberg, Kamis (25/6), harga emas spot diperdagangkan di level US$ 3.993,56 per troi ons pada pukul 12.33 WIB, turun 0,15% dibandingkan penutupan sesi kemarin.
Pada sesi perdagangan Rabu, harga emas spot ditutup anjlok 2,86% dan menjebol ke bawah level US$ 4.000 per troi ons untuk pertama kalinya sejak November 2025. Nilai tukar dollar AS telah menguat 0,8% minggu ini, menyebabkan emas yang dihargai dalam dollar AS menjadi lebih mahal bagi pembeli dalam mata uang lain.
Tekanan terhadap emas semakin meningkat karena para pembuat kebijakan Federal Reserve mengisyaratkan dukungan yang semakin besar untuk kenaikan suku bunga, dengan Ketua Fed baru, Kevin Warsh mengadopsi nada agresif pada pertemuan penetapan suku bunga pertamanya pekan lalu. Kebijakan moneter yang lebih ketat menyebabkan emas batangan kurang menarik dibandingkan aset penghasil imbal hasil seperti obligasi pemerintah.
Baca Juga: Tumbang Dua Hari, Harga Emas Global Terdepak ke bawah US$ 4.100
Christopher Wong, Ahli Strategi di Overse-Chinese Banking Corp., mengatakan, emas menghadapi kombinasi yang lebih sulit antara penyesuaian suku bunga yang agresif dari The Fed, imbal hasil riil yang lebih tinggi, dan beberapa kerusakan teknikal setelah menembus level psikologis US$ 4.000. "Hal itu membuat reli rentan terhadap penurunan untuk saat ini," katanya mengutip Bloomberg, Kamis (35/6).
Penurunan harga baru-baru ini telah mengakhiri tren kenaikan harga emas yang berlangsung lama. Logam mulia mencatatkan kenaikan dua digit selama tiga tahun terakhir, karena bank sentral, manajer investasi dan investro ritel berbondong-bondong masuk ke pasar emas.
Reli tersebut kehilangan momentum pada akhir Januari, tak lama setelah emas mencapai titik tertinggi sepanjang masa di dekat US$ 5.600 per troi ons. Pada Juli, harganya sudah terpangkas lebih dari 20% dari posisi puncak terakhirnya, ambang batas yang secara konvensional menandai dimulainya pasar bearish.
Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Kamis (25/6) Tak Bergerak, Buyback Anjlok
Faktor utama yang membebani kinerja emas adalah pecahnya perang AS-Iran, yang mendongkrak harga energi, sehingga memicu inflasi.
Seiring jatuhnya harga emas, sejumlah bank besar telah memangkas perkiraan harga emas. Meskipun target harga yang direvisi menyiratkan harga akan naik dari level saat ini, tapi, analis Wall Street kurang optimis dibandingkan sebelumnya.
Goldman Sachs Group Inc. telah memangkas perkiraan harga emas sebesar US$ 5000 menjadi US$ 4.900 per troi ons untuk akhir tahun ini. Sementara Deutsche Bank AG menurunkan perkiraan harga untuk kuartal keempat sebesar 17%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News