MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global melanjutkan penurunan hari kedua di tengah penguatan dollar AS dan potensi kenaikan suku bunga yang membebani pasar saham.
Mengutip Bloomberg, Rabu (24/6), harga emas spot turun 0,75% menjadi US$ 4.086,06 per troi ons pada pukul 15.33 WIB. Harga emas lanjut turun, setelah pada sesi kemarin ditutup ambles 1,7%.
Penurunan harga emas hari ini terjadi di tengah penguatan dollar AS dan aksi jual saham, yang mendorong investor mengurangi kepemilikan emas batangan demi menutupi kerugian pada kelas aset lainnya. Obligasi pemerintah AS menguat pada Selasa dan indeks dollar AS naik 0,7% sepanjang pekan ini berjalan, menyebabkan emas yang dihargai dalam mata uang AS menjadi lebih mahal.
"Harga emas semakin terkait erat dengan imbal hasil riil," kata Christopher Wong, Ahli Strategi di Oversea-Chinese Banking Corp., mengutip Bloomberg, hari ini.
Baca Juga: Harga Buyback Emas Hari Ini 24 Juni 2026: Semua Merek Turun, Antam Melorot Rp 36.000
Meskipun emas dikenal sebagai investasi yang aman, harganya sering jatuh selama aksi jual besar-besaran di pasar lintas sektor, karena fungsinya yang ganda sebagai sumber likuiditas. Penurunan tajam di Wall Street pada Selasa dipicu kekhawatiran bahwa reli saham yang didorong oleh AI telah melampaui batas.
Kondisi penghindaran risiko semakin menekan harga emas, yang sudah terbebani oleh risiko inflasi yang masih ada dan meningkatnya kemungkinan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tetap atau menaikkannya.
Suku bunga yang lebih tinggi menjadi hambatan bagi emas, yang tidak memberikan bunga. Sementara aset yang menghasilkan imbal hasil seperti obligasi pemerintah menjadi lebih menarik.
Senada dengan sejumlah bank global lainnya, Macquarie Group Ltd. juga memangkas prospek harga emas untuk kuartal ketiga dan keempat masing-masing menjadi US$ 4.450 dan US$ 4.300 per troi ons. "Berakhirnya konflik di Timur Tengah, dikombinasikan dengan kebijakan The Fed yang lebih agresif, telah menyebabkan harga emas turun, karena daya tariknya sebagai aset aman memudar," kata para analis Macquarie termasuk Peter Taylor, yang dikutip dari Bloomberg, Rabu (24/6).
Baca Juga: Harga Emas Global Ambles Meski Negosiasi AS-Iran Lancar, Apa Penyebabnya?
Ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, menetapkan nada agresif pada pertemuan penetapan suku bunga pertamanya pekan lalu. Para pembuat kebijakan mengisyaratkan dukungan yang semakin besar untuk suku bunga yang lebih tinggi. Prospek tersebut mengejutkan investor dan mengimbangi dampak positif dari kesepakatan perdamaian sementara AS-Iran.
"Saya cenderung berpikir kita sudah mendekati puncak sikap hawkish, tetapi bukan berarti kita tidak bisa tetap berada di sekitar sini," imbuh Wong.
Indikator inflasi utama berikutnya yang akan dirilis pada Kamis, diperkirakan akan menunjukkan percepatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News