MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global lanjut turun dalam perdagangan yang tipis, karena sebagian besar pasar Asia tutup untuk perayaan Tahun Baru Imlek.
Mengutip Bloomberg, Selasa (17/2), harga emas spot sempat turun di bawah US$ 4.900 per troi ons pada perdagangan intraday siang, sebelum memantul ke US$ 4.929,09 per troi ons pada pukul 15.13 WIB.
Hingga Selasa sore, harga emas masih turun 1,26%, menyusul penurunan 1% pada sesi sebelumnya, setelah sempat naik pada Jumat, ketika inflasi moderat di Amerika Serikat (AS).
Data inflasi memperkuat argumen bagi Federal Reserves untuk memangkas suku bunga. Suku bunga yang lebih rendah merupakan pendorong bagi emas, yang tidak memberikan imbal hasil.
Baca Juga: Profit Taking Memicu Harga Emas Hari Ini Tergelincir di bawah US$ 5.000
Gelombang pembelian spekulatif mendorong reli harga emas ke titik kritis pada akhir Januari. Dari puncak di atas US$ 5.595, harga emas anjlok kembali ke dekat US$ 4.400 per troi ons dalam penurunan tajam selama dua hari di awal Februari. Meskipun sejak itu telah pulih sebagian dari penurunan, perdagangan tetap bergejolak.
Banyak bank, termasuk BNP Paribas SA, Deustche Bank AG dan Goldman Sachs Group Inc., memperkirakan bahwa harga akan kembali lanjut reli naik, dengan faktor-faktor pendukung kenaikan harga emas diperkirakan akan terus berlanjut. Faktor tersebut meliputi meningkatnya ketegangan geopolitik, pertanyaan tentang independensi The Fed, dan pergeseran yang lebih luas dari mata uang dan obligasi pemerintah.
Analis di Jefferies Financial Group, termasuk Fahad Tariq, mengatakan terus melihat dua faktor makro utama yang mendukung harga emas: inflasi dan pelemahan dollar. Mereka menaikkan perkiraan harga tahun 2026 menjadi US$ 5.000 dari US$ 4.200 per troi ons.
"Investor dan bank sentral yang khawatir tentang faktor-faktor itu, hanya memilih satu pilihan: aset riil," katanya dalam catatan, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa.
Baca Juga: Merosot! Cek Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 17 Februari
Namun, menurut Fawad Razaqzada, Analis di Citi Index, dalam jangka pendek, risiko penurunan akan meningkat, semakin lama harga emas batangan tetap di bawah US$ 5.000. "Karena hal ini akan semakin mengecilkan hati para trader yang optimistis, mengingat volatilitas yang terjadi baru-baru ini," ujarnya, mengutip Bloomberg, hari ini (17/2).
Arah suku bunga tetap menjadi fokus setelah angka inflasi AS yang lebih lambat dari perkiraan. Pasar AS akan kembali beroperasi pada Selasa sore setelah libur Hari Presiden. Para pedagang akan memperhatikan risalah pertemuan The Fed bulan Januari, yang akan dirilis pada Rabu, untuk mendapat gamabran baru tentang perekonomian.
Selanjutnya: Harga Emas Turun Lebih dari 2% Imbas Penguatan Dolar AS dan Rendahnya Likuiditas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News