MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global turun, setelah kemarin ditutup turun tipis. Ketidakpastian menyelimuti pembicaraan untuk mengakhiri perang AS-Iran.
Mengutip Bloomberg, Rabu (3/6), harga emas spot diperdagangkan di level US$ 4.465,95 per troi ons pada pukul 13.05 WIB, harga emas siang ini terpangkas 0,50% dibandingkan penutupan sesi Selasa.
Bentrokan yang terjadi di Timur Tengah menimbulkan keraguan atas negosiasi antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang, yang telah mengganggu aliran energi dan meningkatkan kekhawatiran inflasi.
Presiden AS Donald Trump mengatakan optimistis AS dapat segera mencapai kesepakatan perdamaian sementara dengan Teheran, membantah laporan di media pemerintah Iran bahwa diskusi dengan AS telah ditangguhkan karena pertempuran di Libanon. Putaran pembicaraan antara Israel dan Libanon dijadwalkan pada Rabu.
Namun, terjadi serangan baru di seluruh wilayah tersebut, dengan Iran menembakkan rudal balistik ke Kuwait dan Bahrain, yang dicegat, dan pasukan AS melakukan serangan di Pulau Qeshm milik Iran.
Harga minyak mentah naik tiga hari berturut-turut, dengan Brent diperdagangkan mendekati US$ 97 per barel.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Fluktuatif, Sedikit Naik di atas US$ 4.500
Ahmad Assiri, Ahli strategi pasar di Pepperstone Group Ltd., mengatakan, Timur Tengah tetap menjadi sumber ketidakpastian utama, dan arus berita utama terus memengaruhi sentimen pasar jangka pendek. "Siklus berulang dari peningkatan dan penurunan harga menciptakan lingkungan yang menantang bagi investor yang mencoba menilai tingkat risiko sebenarnya yang dihadapi emas," katanya mengutip Bloomberg, hari ini (3/6).
Harga emas batangan sebagian bergerak berbanding terbalik dengan harga minyak sejak perang pecah pada akhir Februari. Harga emas tumbang di awal konflik, dan masih sekitar 15% di bawah level sebelum perang, meskipun belakangan diperdagangkan dalam kisaran sempit.
Gangguan berkepanjangan pada aliran energi melalui Selat Hormuz menimbulkan kekhawatiran tentang inflasi global, yang menyebabkan bank sentral lebih cenderung mempertahankan suku bunga tetap, atau bahkan menaikkannya. Ini menjadi hambatan bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News