MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global hampir stagnan, setelah AS dan Iran sepakat untuk melanjutkan pembicaraan nuklir. Peningkatan kekuatan militer AS di Timur Tengah membuat pasar tetap waspada terhadap potensi konflik.
Mengutip Bloomberg, Jumat (27/2), harga emas spot hanya naik tipis sekitar US$ 1 menjadi US$ 5.185,62 per troi ons pada pukul 14.02 WIB.
Harga emas siang ini masih mencoba menembus level US$ 5.200 per troi ons, setelah ditutup naik 0,4% pada sesi sebelumnya. Logam mulia berada di jalur untuk kenaikan mingguan.
Washington dan Teheran akan melanjutkan negosiasi pekan depan, setelah mencapai "kemajuan" pada Kamis, menurut mediator Oman, yang membuka pintu bagi diplomasi lebih lanjut. Namun, melansir Bloomberg, seseorang yang mengetahui posisi AS membisikkan bahwa para pejabat meninggalkan pembicaraan dengan kecewa atas kemajuan yang dicapai.
Baca Juga: Lanjut Naik Hari Kedua, Harga Emas Global Menuju US$ 5.200
AS dan Iran telah terlibat dalam kebuntuan yang tegang terkait aktivitas nuklir Iran, dan saling melontarkan ancaman seiring berjalannya waktu. Presiden AS Donald Trump memerintahkan pengerahan militer AS yang terbesar di Timur Tengah sejak tahun 2003. Hal itu telah mendukung kenaikan harga emas dalam beberapa hari terakhir.
Harga emas telah naik sekitar 20% sepanjang tahun, kembali stabil di atas US$ 5.000, setelah penurunan tajam dari rekor pada akhir Januari. Emas berada di jalur untuk kenaikan bulanan ketujuh berturut-turut, yang akan menjadi rentetan terpanjang sejak 1973. Ketegangan geopolitik dan perdagangan yang berkelanjutan, narasi debasement trade, dan kekhawatiran terhadap independensi The Fed, menambah dorongan pada reli emas.
Seiring stabilnya pasar, investor juga menambah kepemilikan mereka di ETF emas. Arus masuk pada minggu ini hingga Kamis, lebih dari cukup untuk mengimbangi aksi jual yang terjadi awal bulan ini.
Baca Juga: Lanjut Naik, Simak Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 27 Februari
Para pedagang juga mengamati petunjuk mengenai langkah selanjutnya dari The Fed terkait suku bunga. Pada Kamis, Presiden Federal Reserves of Chicago Austan Goolsbee, mengatakan bahwa beberapa pemangkasan mungkin terjadi tahun ini, jika inflasi menurun.
Sementara, Gubernur Fed Stephen Miran menyerukan untuk memangkas suku bunga 1% penuh pada 2026, meskipun data terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja membaik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News