M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Harga Emas Global Rebound Dua Hari, Ini Katalis Penyokongnya!

Harga Emas Global Rebound Dua Hari, Ini Katalis Penyokongnya!
Reporter: Dupla Kartini  |  Editor: Dupla Kartini

MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global lanjut naik, setelah kemarin mengakhiri penurunan selama sembilan hari berturut-turut. Logam mulia memantul naik setelah Amerika Serikat (AS) mengemukakan proposal untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Mengutip Bloomberg, Rabu (25/3), harga emas spot naik 1,82% menjadi US$ 4.557,35 per troi ons pada pukul 17.50 WIB. Harga emas hari ini lanjut naik setelah ditutup naik 1,6% pada sesi sebelumnya.

Pemerintah Uncle Sam menyusun rencana untuk membantu mengakhiri perang dengan Iran, sementara China telah mendesak Iran untuk terlibat dalam pembicaraan. Iran belum berkomentar mengenai proposal tersebut.

Harga minyak turun dan harga saham naik pada hari ini. Sejak perang dimulai lebih dari tiga minggu lalu, harga emas sebagian besar bergerak sejalan dengan harga saham dan bertolak belakang dengan harga minyak mentah.

Pasalnya, harga energi yang tinggi meningkatkan risiko inflasi, yang menyebabkan investor bertaruh bahwa Federal Reserves dan bank sentral lainnya akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, atau menaikkannya. Itu merupakan hambatan bagi emas, yang tidak memberikan imbal hasil.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Rabu (25/3) Menguat Rp 7.000

Aksi jual besar-besaran di pasar saham dan obligasi global juga memaksa investor melepas posisi mereka pada emas, guna mendapatkan uang tunai. Ini semakin memperbesar kerugian pada harga emas.

Mark Hafele, Kepala Investasi di UBS Global Wealth Management, mengatakan, pengurangan posisi investor, penurunan pembelian dari Timur Tengah dan ekspektasi kenaikan suku bunga, semuanya menekan harga emas.  "Dengan beberapa fakta ini kemungkinan akan berbalik dalam beberapa bulan mendatang, kami melihat penurunan harga emas saat ini sebagai peluang untuk menambah posisi," tulisnya dalam catatan, sebagaimana dilansir Bloomberg, Rabu.

Pasar tetap waspada karena rincian proposal AS masih belum jelas, dan Iran terus melanjutkan serangan rudal dan pesawat tak berawak semalaman menghantam negara-negara Teluk Arab dan Israel. Sementara, pemerintahan Trump dikabarkan bersiap untuk mengerahkan tentara dari Divisi Lintas Udara ke Timur Tengah.

Baca Juga: Harga Emas Sepekan Ambles Hampir 8% Mendekati US$ 4.600, Ini Penyebabnya!

Di sisi lain, bank sentral Turki bersiap melakukan serangkaian instrumen untuk melindungi lira dari volatilitas terkait perang, yang mencakup penggunaan cadangan emas yang sangat besar. 

Bukan hal aneh bagi bank sentral untuk menjual emas spot dan sekaligus setuju untuk membelinya kembali di masa mendatang. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengakses pendanaan dollar yang relatif lebih murah untuk membeli kembali emas setelah beberapa bulan.

"Langkah -langkah tersebut tidak mewakili likuidasi cadangan. Faktanya niat menggunakan swap emas untuk forex exchange justru menggaribawasi peran emas dalam pengelolaan cadangan," kata Christopher Wong, Ahli Strategi di Oversea-Chinese Banking Corp., mengutip Bloomberg, hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Indo American Seafoods (ISEA) Targetkan Kenaikan Penjualan 20%-30% pada 2026

Indo American Seafoods (ISEA) menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 20%–30% secara tahunan (yoy) sepanjang tahun 2026. ​

Nvidia Masuk Pasar AI PC dengan RTX Spark, Mampukah Mengubah Masa Depan PC?

Nvidia RTX Spark hadir sebagai pertaruhan besar di pasar AI PC. Mampukah chip ini mengubah cara kerja komputer dengan AI lokal?

BGN Buka Peluang Jadikan Kantin Jadi Pengganti Dapur SPPG di Kawasan 3T

Kepala BGN, Nanik S Deyang menyebut skema ini bisa dijadikan solusi bagi beberapa kawasan yang hanya memiliki sedikit siswa. ​

Modantara Angkat Bicara Soal Ride-Hailing Masuk ke Model Bisnis PMSE

Modantara merespons langkah pemerintah menjadikan ride-hailing sebagai model bisnis yang termasuk ke dalam PMSE.  ​

Rupiah Jeblok Lagi Hari Ini (8/6), Cadangan Devisa Turun 5 Bulan Beruntun

Senin (8/6), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 152 atau 0,84% menjadi Rp 18.188 per dolar Amerika Serikat (AS).

BEI Terapkan Liquidity Provider, Likuiditas & Nilai Transaksi Sejumlah Emiten Melejit

Dua sekuritas, Phintraco dan Mandiri Sekuritas, telah bergabung; saham yang diuji Phintraco naik transaksi 25-119%

Ini 3 Hal yang Harus Dipertimbangkan Saat Urus Visa Pertama Kali

SPUN telah terdaftar sebagai agen resmi di berbagai kedutaan yang bisa membantu masyarakat urus visa secara praktis dan lebih meyakinkan. 

Atasi Cemas Urus Visa dengan Platform SPUN

Agen pengurusan visa melengkapi jasa dengan teknologi AI. Proses pembuatan visa pun semakin lancar. 

Ada Blibli House of Scent, Bantu Pembeli Cari Aroma Parfum yaang Tepat

Blibli menghadirkan Blibli House of Scent, sebuah curated hub yang bisa membantu pelanggan menemukan aroma parfum yang paling cocok dengan mereka.

Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Besok (9/6) dan Lusa, Diprediksi Berawan

​BMKG memperkirakan cuaca besok, Selasa (9/6) dan lusa, Rabu (10/6) di wilayah DKI Jakarta akan berawan