MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global terjegal di bawah level US$ 5.000 per troi ons untuk hari ketiga. Logam mulia menuju penurunan mingguan terburuk dalam enam tahun terakhir, karena perang di Timur Tengah meningkatkan permintaan energi dan mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga.
Mengutip Bloomberg, Jumat (20/3), harga emas spot diperdagangkan di level US$ 4.654,43 per troi ons pada pukul 08.13 WIB. Harga emas hari ini sedikit naik US$ 5 dibandingkan penutupan kemarin, tetapi telah ambles hampir 8% dalam sepekan. Ini penurunan mingguan terbesar sejak Maret 2020.
Lonjakan harga minyak mentah, gas alam dan bahan bakar, yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah mengingkatkan kekhawatiran inflasi, mengurangi prospek bank sentral menurunkan suku bunga. Hal ini merugikan emas, karena tidak memberikan bunga.
Logam mulia, yang secara luas dianggap sebagai aset aman, telah turun setiap minggu sejak AS dan Israel melakukan serangan terhadap Iran pada akhir bulan lalu. Penurunan ini terjadi karena imbal hasil obligasi pemerintah dan dollar AS menguat, dan investor menjual emas untuk menutupi kerugian pada aset lain. Dana berbasis emas yang diperdagangkan di bursa (ETF) mencatatkan arus keluar.
Baca Juga: Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Jumat (20/3) Anjlok Tajam!
Robert Gottlieb, mantan pedagang logam mulia di JPMorgan Chase & Co. dan pengamat pasar komoditas, mengatakan, jangan membeli saat harga turun, karena volatilitasnya terlalu tinggi. "Sampai volatilitas mulai menurun dan harga mulai terkonsolidasi, mungkin akan ada lebih banyak aksi jual," katanya mengutip Bloomberg, Jumat (20/3).
Bank sentral AS bertemu pada pertengahan pekan ini untuk mengevaluasi kebijakan, dan memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah seperti yang diperkirakan. Ketua Jerome Powell menekankan bahwa untuk melanjutkan pelonggaran kebijakan, para pejabat harus melihat kemajuan dalam penurunan inflasi.
Kinerja emas sejak pecahnya perang Iran mencerminkan penurunan pada tahun 2022, ketika invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan guncangan energi yang berdampak pada pasar global. Pada tahun itu, harga emas turun selama tujuh bulan hingga Oktober, rekor terpanjang dalam sejarah.
Meskipun terjadi penurunan baru-baru ini, harga emas masih naik sekitar 8% pada tahun ini. Emas sempat rekor di dekat US$ 5.600 per troi ons pada akhir Januari, didukung oleh gelombang antusiasme investor, pembelian bank sentral, dan kekhawatiran atas ancaman terhadap independensi The Fed.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News