MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global bergulir dalam kisaran sempit. Para pedagang mempertimbangkan risiko inflasi di tengah guncangan pasokan minyak yang timbul akibat perang di Timur Tengah.
Mengutip Bloomberg, Selasa (17/3), harga emas spot naik 0,18% menjadi US$ 5.015,33 per troi ons pada pukul 16.14 WIB.
Harga emas hari ini bertahan di atas US$ 5.000 per troi ons, setelah turun 0,3% pada sesi sebelumnya.
Harga minyak turun untuk pertama kali dalam seminggu. Pemerintah AS bersiap melepaskan gelombang pertama cadangan minyak mentah darurat. Presiden AS Donald Trump meminta bantuan dari negara lain untuk mengamankan Selat Hormuz, di mana lalu lintas kapal kargo hampir terhenti.
Seiring perang AS-Israel dengan Iran berlanjut hingga minggu ketiga dan harga energi yang naik memicu kekhawatiran inflasi, prospek bagi The Fed dan bank sentral lainnya untuk memangkas suku bunga semakin menipis.
Para pedagang hampir tidak melihat peluang penurunan suku bunga pada pertemuan pejabat bank sentral, minggu ini. Suku bunga yang lebih tinggi, biasanya membebani logam mulia, yang tidak memberikan bunga.
Baca Juga: Harga Emas Global Berfluktuasi di dekat US$ 5.000 per troi ons
Namun, harga emas masih naik sekitar 16% pada tahun ini, karena ketidakpastian geopolitik dan ancaman terhadap independensi The Fed mendukung permintaan aset safe haven.
Momentum kenaikan terhenti sejak perang dimulai pada 28 Februari, tetapi kekhawatiran tentang stagflasi, kombinasi pertumbuhan yang lebih lambat dan inflasi tinggi, mendukung harga emas dalam jangka panjang.
Permintaan emas tetap sangat kuat di China, di mana investor menambah kepemilikan emas pada reksadana yang diperdagangkan di bursa (ETF) setiap hari sejak kembali dari liburan Tahun Baru Imlek pada 24 Februari. Dalam periode tersebut, total penambahan melebihi 17 miliar yuan atau US$ 2,5 miliar, menurut perhitungan Bloomberg.
"Permintaan emas China relatif stabil dalam beberapa pekan terakhir. Mata uang China yang lebih kuat memberikan tekanan pada harga domestik," kata Rhona O'Connell, Kepala Analis Pasar di Stonex Financial Ltd., mengutip Bloomberg, hari ini (17/3).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News