MOMSMONEY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tajam pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026. Berdasarkan data RTI Business hingga sekitar pukul 09.10 WIB, IHSG berada di level 5.348,23 atau turun 246,54 poin setara 4,41% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Tekanan jual langsung mendominasi sejak awal perdagangan. IHSG dibuka di level 5.486,31 dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 5.490,11. Namun, indeks terus bergerak turun hingga menyentuh level terendah 5.346,56 pada sesi pembukaan.
Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengingatkan investor untuk kembali perbanyak wait and see sebelum ambil posisi beli ataupun average down.
Aktivitas transaksi terpantau cukup ramai. Nilai transaksi mencapai Rp 2,85 triliun dengan volume perdagangan 4,27 miliar saham yang berpindah tangan dalam 284.197 kali transaksi.
Sentimen negatif terlihat merata di pasar saham. Sebanyak 573 saham tercatat melemah, jauh lebih banyak dibandingkan 57 saham yang menguat. Sementara itu, 85 saham bergerak stagnan.
Pelemahan IHSG juga mencerminkan tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi penggerak utama indeks. Aksi jual pada sejumlah saham unggulan membuat ruang pemulihan indeks masih terbatas pada awal sesi perdagangan.
Saham BBCA misalnya, merosot 3,65%. Saham BREN turun 8,64%.
Saham BBRI melemah 3,65%, sedangkan saham BMRI turun 2,08%.
Penguatan saham-saham yang mencatatkan kenaikan tak mampu mendorong IHSG. Sejumlah saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi pagi ini adalah dari saham kapitalisasi kecil seperti NASI yang melonjak 20%, CTBN, TRIN, SOPC, dan PURI.
Sementara saham yang turun paling dalam tapi tak sampai 15% antara lain GPSO, INDR, SUPA, WEHA, dan ATAP.
IHSG yang turun 22% dalam sebulan terakhir disertai pelemahan rupiah yang menembus Rp 18.000 per dollar AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News