MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global memantul naik alias rebound, setelah turun tajam kemarin, yang dipicu oleh gejolak pasar lebih luas.
Mengutip Bloomberg, Jumat (13/2) pukul 16.48 WIB, harga emas spot naik 1% menjadi US$ 4.974,64 per troi ons. Harga emas hari ini memulihkan sebagian kerugian setelah aksi jual mendadak pada sesi sebelumnya menyebabkan anjlok 3,2%, penurunan harian terbesar dalam seminggu.
Penurunan harga emas disertai dengan kegelisahan di Wall Street, di mana harga saham anjlok. Kekhawatiran tentang dampak AI terhadap pendapatan perusahaan meluas di berbagai kelas aset. Penurunan harga emas mungkin diperkuat oleh margin call dan perdagangan algoritmik.
Menurut Liu Shiyao, Analis di Zijin Tianfeng Futures Co., penurunan tajam di pasar saham AS berdampak pada logam mulia, karena beberapa investor terpaksa menjual komodditas untuk menutupi margin call. Dalam banyak kasus, investor memegang aset-aset ini secara bersamaan: ketika satu sisi turun, di sisi lain menghadapi tekanan penebusan.
"Namun, dampaknya tidak akan terlalu signifikan. Emas masih dalam faset konsolidasi," kata Shiyao mengutip Bloomberg.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Tergelincir, tapi Bertahan di atas US$ 5.000
Sebagian aksi jual emas baru-baru ini, kemungkinan juga disebabkan oleh aksi ambil untung. Emas telah memulihkan sebagian kerugian setelah penurunan tajam pada awal Februari, dan sejak saat itu perdagangan sangat fluktuatif. Terlepas dari pergerakan harga yang bergejolak, emas diperkirakan akan menutup minggu ini dengan relatif stabil.
Manager Hedge Fund, David Einhorn, mengatakan bahwa ia memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga jauh lebih besar daripada prediksi pasar saat ini. Kevin Warsh, yang dipilih Presiden Donald Trump untuk mengantikan Ketua Jerome Powell, kemungkinan akan memberikan suku bunga lebih rendah seperti yang diinginkan presiden.
Harga emas melonjak ke rekor tertinggi di atas US$ 5.595 pada akhir Januari, sebelum gelombang pembelian spekulatif menyebabkan reli tersebut menjadi terlalu panas. Emas kemudian anjlok sekitar 13% dalam dua sesi.
Baca Juga: Merosot! Cek Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 13 Februari
Banyak bank memperkirakan harga emas akan kembali melanjutkan tren kenaikannya karena alasan yang mendasari kenaikannya masih tetap ada, yaitu gejolak geopolitik, serangan terhadap independensi The Fed, serta pergeseran dari aset tradisional mata uang dan obligasi pemerintah. ANZ Group Holdings Ltd optimistis prospek harga emas mencapai US$ 5.800 per troi ons pada kuartal kedua.
"Meskipun volatilitas baru-baru ini telah menimbulkan pertanyaan tentang apakah harga emas telah mencapai puncaknya, kami percaya reli tersebut belum cukup matang untuk berbalik arah dalam waktu dekat," kata Soni Kumari dan Daniel Hayes, analis ANZ.
Selanjutnya: AllianzGI Memandang Pasar Obligasi Indonesia Tetap Menarik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News