MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global tumbang ke bawah US$ 4.300. Para pedagang mencermati dampak kenaikan harga minyak terhadap keputusan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan pekan ini.
Mengutip Bloomberg, Senin (14/9) pukul 19.21 WIB, harga emas spot diperdagangkan turun 1,4% menjadi US$ 4.287,74 per troi ons.
Gangguan berkelanjutan terhadap pasokan minyak dari Timur Tengah memperkuat spekulasi kenaikan suku bunga The Fed tahun ini. Harga minyak mentah acuan Brent naik mendekti US$ 108 per barel, setelah Arab Saudi menutup jalur pipa Timur-Barat, yang menjadi kunci pengiriman untuk menghindari Selat Hormuz selama perang AS-Iran.
Indeks dollar AS juga menguat pada Senin, menambah hambatan bagi harga emas batangan, sebab menjadikan emas lebih mahal bagi banyak pembeli.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini (14/9) Turun Tipis, Cek Rinciannya
Ekspektasi bahwa kenaikan harga energi akan berdampak pada inflasi inti telah menambah tekanan bagi The Fed untuk mengerek suku bunga pertama kali dalam tiga tahun. Pada pedagang memperkirakan probabilitas terjadi kenaikan suku bunga hampir 90%. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya berdampak negatif bagi emas, yang tidak memberikan bunga.
Menurut data yang dirilis Jumat lalu, indeks harga konsumen inti di AS pada Agustus meningkat 0,3% dari bulan sebelumnya.
Yuxuan Tang, Kepala Strategi Suku Bunga & Valuta Asing Asia di JPMorgan Private Bank, mengatakan, pasar sebagian besar telah memperhitungkan risiko kenaikan suku bunga pada minggu ini, tetapi emas masih menghadapi tantangan lebih lanjut jika hal itu terjadi.
"Sebaliknya, kebijakan menahan (hold), baik hawkish maupun dovish, kemungkinan akan mendorong imbal hasil riil lebih rendah dan kembali memicu kekhawatiran tentang kredibilitas kebijakan dan debasement trade, yang seharusnya mendukung harga emas," katanya mengutip Bloomberg, hari ini.
Baca Juga: Suahasil Gantikan Purbaya, Begini Proyeksi Dampaknya ke Pasar Obligasi
Harga emas diperdagangkan di sekitar US$ 4.400 per troi ons sejak memantul dari titik terendah di dekat US$ 4.000 per troi ons pada awal Agustus. Para pedagang berulang kali menyesuaikan prospek kebijakan Fed.
Terlepas dari tantangan jangka pendek, banyak investor masih bertaruh bahwa harga emas akan terus naik karena kembali menemukan nilai tradisionalnya sebagai lindung nilai portofolio.
Menurut Tang, harga emas batangan akan tetap mendapat dukungan dalam jangka menengah, bahkan jika The Fed menaikkan suku bunga. Pengetatan moneter akan menambah tekanan pada ekonomi yang sudah berjuang dengan biaya energi tinggi, dan meningkatkan risiko resesi yang akan berdampak positif bagi emas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News