MOMSMONEY.ID - Kadar A1C normal dengan gula darah puasa yang tinggi mengindikasikan adanya gangguan glukosa puasa. Ini menjadi tanda awal pradiabetes yang hanya memengaruhi metabolisme glukosa sementara.
Adedayo Titiloye, apoteker dari Boltpharmacy.co.uk memaparkan bahwa stres, obat-obatan tertentu, dan kurang tidur dapat meningkatkan kadar gula darah puasa secara. Kadar A1C mencerminkan kadar gula darah rata-rata selama 2-3 bulan.
Sedangkan, glukosa puasa hanya mencakup satu waktu yang membuat hasilnya bisa berbeda. Jika kadar gula darah puasa secara konsisten di atas 100 mg/dL, tetapi A1C di bawah 5,7%, evaluasi lebih lanjut dengan tes toleransi glukosa oral sangat disarankan.
Baca Juga: Cuka Apel Mampu Redam Gula Darah Tinggi, Ini Cara Konsumsi yang Tepat
Apa itu Hemoglobin A1C?
Hemoglobin A1C juga disebut HbA1c atau hemoglobin terglikasi yang mengukur persentase protein hemoglobin dalam sel darah merah yang telah mengikat glukosa. Karena sel darah merah hidup selama kurang lebih 90 hingga 120 hari, A1C memberikan perkiraan kadar gula darah rata-rata Anda selama 2 hingga 3 bulan sebelumnya.
Rentang di bawah 5,7% menandakan HbA1C normal dan 5,7% hingga 6,4% berarti pradiabetes. Kadar glukosa plasma puasa mengukur konsentrasi glukosa dalam darah setelah berpuasa semalaman ,setidaknya selama 8 jam.
Hal ini mencerminkan kemampuan tubuh untuk mempertahankan homeostasis glukosa selama keadaan puasa yang bergantung pada sekresi insulin basal dan produksi glukosa hati.
Mengapa tes HbA1C dan gula darah puasa hasilnya bisa berbeda?
Ketidaksesuaian antara tes HbA1C dan gula darah puasa terjadi pada sekitar 15-25% individu yang diperiksa. Hal ini karena keduanya mengukur aspek metabolisme glukosa yang berbeda.
A1C menangkap paparan rata-rata kronis, sedangkan glukosa puasa mewakili gambaran sesaat dari regulasi glukosa basal. Alasan utama A1C normal, tetapi gula darah puasa tinggi adalah seperti berikut:
1. Fenomena fajar
Fenomena fajar adalah proses fisiologis normal, di mana tubuh melepaskan hormon kortisol, hormon pertumbuhan, glukagon, dan epinefrin pada jam-jam pagi antara pukul 02.00 dan 08.00. Hormon-hormon ini merangsang hati untuk melepaskan glukosa, mempersiapkan tubuh untuk aktivitas bangun tidur.
Pada orang tanpa masalah metabolisme, pankreas mengompensasi dengan melepaskan insulin yang cukup untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil. Namun pada individu dengan resistensi insulin ringan sekalipun, lonjakan hormon ini dapat mendorong glukosa puasa di atas kisaran normal tanpa memengaruhi rata-rata A1C secara signifikan.
Fenomena fajar diperkirakan memengaruhi sekitar 10-20% populasi umum dengan tingkat keparahan yang bervariasi, menjadi lebih jelas seiring bertambahnya usia dan pada individu dengan disfungsi metabolisme dini.
3. Stres dan peningkatan kortisol
Stres psikologis memicu pelepasan kortisol dan adrenalin. Kedua hormon ini mendorong produksi glukosa oleh hati dan mengurangi sensitivitas insulin pada jaringan perifer.
Jika mengalami stres yang signifikan sebelum pengambilan sampel darah, kadar glukosa puasa akan meningkat sementara. Sebuah meta-analisis tahun 2020 yang diterbitkan dalam Psychoneuroendocrinology menemukan bahwa stres kronis dikaitkan dengan peningkatan glukosa puasa rata-rata 8-12 mg/dL.
4. Obat-obatan yang meningkatkan gula darah puasa
Obat-obatan yang meningkatkan gula darah puasa meliputi kortikosteroid, metoprolol, atenolol, diuretik tiazid , antipsikotik atipikal, statin dan obat imunosupresan. Jika Anda mengonsumsi salah satu obat-obatan ini, diskusikan dengan dokter terkait kenaikan kadar gula darah.
Baca Juga: Konsumsi Minuman Berpemanis Membebani Tubuh dan Naikkan Gula Darah
5. Kualitas tidur buruk dan sleep apnea
Kurang tidur dan sleep apnea obstruktif sangat berkaitan dengan peningkatan kadar gula darah puasa. Sebuah studi penting di The Lancet menunjukkan bahwa bahkan satu malam kurang tidur dapat meningkatkan glukosa puasa sebesar 10-15 mg/dL pada individu yang sehat.
Episode berulang kekurangan oksigen selama tidur memicu aktivasi sistem saraf simpatik dan pelepasan kortisol yang keduanya meningkatkan kadar glukosa puasa. Itulah informasi mengenai kadar A1C normal, tapi gula darah puasa yang tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News