MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global terkonsolidasi setelah reli lima hari. Investor mengalihkan fokus mereka ke arah kebijakan suku bunga Federal Reserve menjelang pertemuan tahunan Jackson Hole pada pekan ini.
Mengutip Bloomberg, Rabu (26/8), harga emas spot turun tipis sekitar 0,43% menjadi US$ 4.637,25 per troi ons pada pukul 12.51 WIB. Harga emas dunia sedikit turun dari level tertinggi tiga bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya.
Logam mulia masih naik sekitar 7% selama seminggu terakhir, karena efek intervensi tak terduga Departemen Keuangan AS di pasar obligasi.
Upaya baru-baru ini untuk mengendalikan tumpukan biaya utang AS telah menghidupkan kembali perdagangan penurunan nilai mata uang (debasement trade), yang telah mendorong reli emas mencapai rekor pada tahun lalu. Investor membeli logam mulia dan menghindari mata uang dan obligasi negara untuk melindungi diri mereka dari defisit anggaran yang tak terkendali.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Konsolidasi di US$ 4.600, Citigroup Naikkan Target Harga
Lonjakan harga emas yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir juga telah membawa emas melampaui rata-rata pergerakan 200 hari, yang sering dianggap sebagai ukuran penting momentum.
Sebagai tanda partisipasi investor yang lebih luas, menurut pelacakan Bloomberg, dana berbasis emas yang diperdagangkan di bursa (ETF) menambahkan lebih dari 28 ton minggu ini, terbanyak sejak Januari.
Menurut Ryan McKay dan Bart Melek, analis TD Securities, logam mulia merasa nyaman di kisaran harga yang lebih tinggi ini. Namun, potensi kenaikan jangka pendek terbatas karena harga energi yang tinggi dan risiko inflasi yang terus berlanjut. "Kami memperingatkan bahwa reli ini mungkin terlalu dini untuk mencapai rekor tertinggi," katanya mengutip Bloomberg, hari ini.
Investor akan mencari petunjuk mengenai pendekatan The Fed terhadap inflasi ketika Kevin Warsh menyampaikan pidao pertamanya sebagai ketua bank sentral pada Jumat. Pidato yang sangat dinantikan di simposium Jackson Hole ini memberi Warsh kesempaatan untuk menanggapi kritik bahwa ia belum terus terang mengenai pandangannya tentang perekonomian.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Rabu (26/8) Turun Rp 18.000, Jadi Rp 2.750.000 per Gram
Sementara itu, Presiden Bank Federal Boston Susan Collins mengatakan ia mendukung suku bunga tetap stabil untuk saat ini, dengan catatan ada kemajuan dalam pengendlian inflasi ke target 2% bank sentral. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi hambatan bagi emas, yang tidak memberikan imbal hasil.
Kekhawatiran inflasi mereda pada Selasa, karena imbal hasil obligasi pemerintah AS turun lima hingga tujuh basis poin pada seluruh kurva, dan harga minyak turun karena optimisme tentang de-eskalasi di Timur Tengah.
Harga minyak turun setelah Iran dan Oman mengadakan pembicaraan mengenai pembentukan koridor maritim gabungan sementara, yang akan memungkinkan beberapa pengiriman melalui Selat Hormuz dilanjutkan.
Para pedagang juga bersiap menghadapi rilis Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi AS yang akan dirilis pada Rabu. Ini akan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai kondisi ekonomi Amerika.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News