MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global lanjut naik hari kedua. Para pembeli saat harga turun mengabaikan eskalasi ketegangan AS-Iran, sehingga mendukung kenaikan logam mulia.
Mengutip Bloomberg, Rabu (22/7), harga emas spot diperdagangkan naik 1,22% menjadi US$ 4.126,64 per troi ons pada pukul 13.24 WIB. Kenaikan harga emas hari ini memperpanjang penguatan hampir 2% pada sesi sebelumnya.
Kenaikan harga emas terjadi di tengah imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap tinggi dan konflik yang kembali memanas antara AS dan Iran belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.
Momentum tersebut menarik arus masuk baru ke dana berbasis emas yang diperdagangkan di bursa (ETF), dengan total kepemilikan meningkat 7,4 ton pada Selasa, menurut perhitungan Bloomberg. Itu adalah arus masuk harian terbesar dalam lebih dari sebulan.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Rebound Setelah Turun Dekati US$ 4.000, Aksi Bargain Hunting?
Justin Lin, analis di Hlobal X ETFs, mengatakan, ini mungkin merupakan terobosan setelah penurunan volatilitas yang drastis dalam beberapa hari terakhir. "Sepertinya para pembeli berhasil mempertahankan level US$ 4.000 dan tekanan jual telah mereda," katanya mengutip Bloomberg, hari ini.
Reli harga emas tidak terpengaruh oleh perkembangan terbaru di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump meremehkan prospek pembicaraan segera dengan Iran setelah kedua pihak saling melancarkan serangan di dekat Selat Hormuz. Sementara, militan Houthi di Yaman mengancam pelayaran di Laut Merah.
Komentar Trump muncul setelah hari ke-10 serangan AS dan Iran, dan ketika para mediator terus melanjutkan upaya untuk memulai kembali negosiasi. Harga minyak mentah naik lagi pada Rabu, dan telah melonjak pada Juli ini sejak permusuhan kembali berlanjut.
Konflik AS-Iran telah mengakhiri tren kenaikan harga emas selama beberapa tahun, dan telah memangkas harga sekitar 25% dari rekor puncaknya Januari yang mendekati US$ 5.600 per troi ons. Para pedagang mempertimbangkan kenaikan harga energi ketimbang data ekonomi AS yang lemah, sembari mencari petunjuk arah suku bunga The Fed.
Suku bunga yang tinggi menjadi hambatan bagi emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini Rabu (22/7), Galeri24 dan UBS Berbalik Menguat
Melansir Bloomberg, Rabu (21/7), analis di Morgan Stanley, Amy Gower, mengatakan harga emas sedang kesulitan menentukan arah, dengan pembelian oleh bank sentral yang mendukung harga, sementara ETF menjual kepemilikan mereka karena kekhawatiran akan kenaikan suku bunga.
Namun, Morgan Stanley melihat peluang bagi ETF untuk kembali masuk dengan harapan bahwa The Fed pada akhirnya akan mempertahankan suku bunga saat ini dan melanjutkan pemotongan suku bunga tahun depan. Para analis memperkirakan harga emas mencapai US$ 4.450 per troi ons pada kuartal keempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News