MOMSMONEY.ID - Apakah kentang bisa menjadi alternatif karbohidrat untuk penderita gula darah tinggi? Sistem pencernaan memecah karbohidrat menjadi gula.
Michael Dansinger, dokter ahli gizi dari Webmd.com, memaparkan, gula yang masuk ke dalam aliran darah akan menyebabkan kadar gula darah meningkat. Kulit kentang kaya akan serat, rendah kalori, mengandung vitamin C, kalium, dan vitamin B6.
Kentang juga sarat dengan pati yang merupakan salah satu jenis karbohidrat. Meski kentang dianggap sebagai karbohidrat kompleks yang sehat, tubuh akan mencerna jenis karbohidrat ini lebih cepat dibandingkan jenis karbohidrat kompleks lainnya.
Karbohidrat yang telah dipecah ini membanjiri aliran darah dengan gula, sehingga menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara cepat.
Baca Juga: Roti Sourdough Aman Bagi Penderita Diabetes? Bantu Jaga Gula Darah Stabil
Indeks glikemik kentang
Indeks glikemik adalah skala yang memberi peringkat pada karbohidrat dari 0 hingga 100. Semakin tinggi angka suatu makanan, semakin cepat makanan tersebut meningkatkan kadar gula darah.
Makanan dengan GI rendah melepaskan gula secara perlahan ke dalam tubuh, sehingga tubuh memiliki lebih banyak waktu untuk menyimpan atau menggunakannya. Tubuh mencerna makanan dengan nilai GI tinggi jauh lebih cepat daripada makanan dengan nilai GI rendah.
Kentang termasuk dalam kategori makanan dengan GI tinggi. Satu cangkir kentang dapat memengaruhi kadar gula darah dengan cara yang sama seperti satu kaleng minuman bersoda.
Wanita yang mengonsumsi kentang dalam jumlah besar memiliki risiko gula darah tinggi yang lebih tinggi. Mengganti kentang dengan biji-bijian utuh dapat menurunkan risiko tersebut.
Indeks glikemik kentang dapat berubah bergantung pada cara Anda mengolahnya. Beberapa contohnya meliputi:
- Kentang panggang memiliki indeks glikemik 111
- Kentang rebus memiliki indeks glikemik 82
- Kentang goreng memiliki indeks glikemik 73
Bagi penderita gula darah tinggi, sebaiknya hindari topping tinggi lemak seperti krim, mentega, keju, atau saus salad. Tambahan ini meningkatkan asupan kalori yang dapat memicu kenaikan berat badan serta memperburuk resistensi insulin.
Alternatif pengganti kentang yang lebih aman
Pola makan yang banyak mengonsumsi kentang dapat membuat pengendalian kadar gula darah menjadi jauh lebih sulit. Anda tidak perlu menghindarinya sama sekali, tetapi pastikan porsinya tidak berlebihan.
Sebagai alternatif, Anda bisa mencoba:
- Ubi jalar sebagai pengganti kentang biasa. Ubi jalar panggang memang masih berada di batas atas kategori indeks glikemik sedang yakni sekitar 64.
- Kacang-kacangan dapat memberikan asupan pati seperti halnya kentang, namun dengan kandungan serat dan protein yang jauh lebih tinggi.
- Biji-bijian utuh seperti quinoa atau beras merah dapat memberikan asupan karbohidrat tanpa menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang drastis.
- Kembang kol yang dikukus dan dihaluskan dapat menjadi pengganti kentang tumbuk dengan kadar karbohidrat yang lebih rendah.
- Jenis kentang yang dikonsumsi juga memengaruhi seberapa cepat gula dari kentang tersebut masuk ke dalam darah.
Baca Juga: Haus saat Bangun Darah Tidur Bukan Karena Kurang Minum Biasa, Tanda Gula Tinggi
Cara memasak kentang yang tidak memicu gula darah tinggi
Metode persiapan dan cara memasak yang digunakan dapat memengaruhi nilai indeks glikemik (GI) serta kandungan nutrisi dalam kentang. Proses memasak dapat mengubah struktur pati pada kentang.
Sebagai contoh, kentang yang dihaluskan (mashed) atau direbus memiliki nilai GI yang lebih tinggi dibandingkan kentang yang digoreng, dipanggang, atau dimasak menggunakan microwave.
Meski kentang goreng memiliki nilai GI yang lebih rendah daripada kentang rebus, jenis ini mengandung lebih banyak lemak jenuh dan lemak trans. Selain itu, lemak juga menyumbang kalori.
Untuk menurunkan berat badan, Anda tetap harus membakar lebih banyak kalori daripada jumlah kalori yang dikonsumsi. Untuk mengurangi kandungan lemak dalam kentang, Anda bisa merebus atau mengukusnya.
Kentang rebus maupun kukus kaya akan vitamin, mineral, serat, rendah lemak, gula, dan garam. Membiarkan kulit kentang tetap menempel saat dimasak juga dapat menambah asupan serat. Sekian informasi mengenai konsumsi kentang bagi penderita gula darah tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News