MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global relatif stabil setelah kemarin ditutup turun di bawah level US$ 4.100 per troi ons. Serangan AS terhadap Iran mendorong harga energi naik, yang meningkatkan kekhawatiran inflasi.
Mengutip Bloomberg, Kamis (9/7), harga emas spot diperdagangkan naik tipis 0,50% menjadi US$ 4.098,11 per troi ons pada pukul 13.25 WIB.
Harga emas bergerak terbatas setelah ditutup turun 0,70% pada sesi sebelumnya. Penurunan harga emas terjadi setelah serangan terbaru, yang menurut Komando Pusat AS, bertujuan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengganggu pelayaran di Selat Hormuz.
Serangan terjadi beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia pikir "gencatan senjata" telah berakhir. Iran mengancam akan melakukan serangan besar-besaran, operasi pembalasan melawan pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Baca Juga: Gejolak Timur Tengah dan The Fed, Begini Nasib Harga Emas Selanjutnya!
Harga minyak naik dan Washington telah mencabut dispensasi yang sebelumnya mengizinkan Iran untuk menjual minyak mentah secara global.
Bagi para pedagang emas, peningkatan pertempuran di Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve mungkin perlu mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama guna mengekang inflasi.
Risalah rapat The Fed bulan Juni dirilis pada Rabu, menunjukkan bahwa beberapa pembuat kebijakan melihat alasan untuk menaikkan suku bunga, meskipun pada akhirnya mereka mendukung keputusan untuk mempertahankan suku bunga tetap.
Hebe Chen, analis di Vantage Markets, menilai, awal perdagangan emas yang tenang pada Kamis lebih terasa seperti keraguan sebelum badai baru daripada ketenangan sejati. "Pasar telah mendengar tanda bahaya dari Timur Tengah, tetapi belum memperlakukannya sebagai krisis yang sepenuhnya terjadi," katanya mengutip Bloomberg, hari ini.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Kamis (9/7) Turun Dalam Lagi, Buyback Ikut Melemah
Harga emas telah terpangkas lebih dari seperlima sejak perang Iran-AS dimulai pada akhir Februari. Gelombang aksi ambil untung mengakhiri kenaikan harga emas selama tiga tahun, dan baru-baru ini mendorongnya di bawah US$ 4.000 per troi ons. Meski demikian, para investor justru mengambil posisi short dalam skala besar sebagai antisipasi penurunan lebih lanjut.
Menurut Chen, para pedagang mengamati apakah risiko bergeser dari guncangan berita utama ke awal siklus ketegangan geopolitik baru, dan seberapa parah efek riaknya. "Sampai konfirmasi itu tiba, emas mungkin akan tetap dalam kondisi stagnan," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News