MOMSMONEY.ID - Insta360 Luna Ultra meluncur dengan berat 233g yang 20% lebih berat daripada Osmo Pocket 4. Hal ini dapat dimengerti, mengingat ada dua lensa pada Luna Ultra.
Matt Kollat’s, pengamat gadget dari T3.com, memaparkan, lensa ganda Leica Summicron menawarkan zoom hingga 12x dan zoom lossless 6x. Ada juga opsi zoom 2x dan 3x, merupakan versi crop dari lensa zoom 6x kedua.
Luna Ultra menggunakan sensor 1 inci yang cukup besar untuk kamera sekecil itu, memungkinkan lebih banyak detail untuk kinerja minim cahaya yang lebih baik. Sebagai perbandingan, GoPro Mission 1 Pro, DJI Osmo Action 6 , dan Osmo Pocket 4 semuanya memiliki ukuran sensor yang sama.
Baca Juga: Vivo Y50: Desain Mewah, Harga Terjangkau? Ini Fitur Unggulannya
Pada Luna Ultra, unit ini menambahkan pengaturan "chip AI tiga kali lipat" yang mencakup chip 4nm dan chip pencitraan ganda untuk kinerja minim cahaya rendah. Secara historis, kamera Insta360 telah dikritik karena terlalu banyak noise dalam kondisi minim cahaya karena mengorbankan akurasi warna demi kecerahan.
Sensor 1 inci Luna Ultra jelas membantu mengatasi hal ini.
Pamerkan mode PureVideo 4K60fps
Insta360 X5 sudah memiliki arsitektur tiga chip, tetapi berbeda dari Luna Ultra. Salah satunya, kamera 360 derajat menggunakan prosesor AI 5nm.
Sedangkan, kamera vlogging menggantinya dengan chip AI 4nm yang lebih baru bersamaan dengan prosesor pencitraan ganda. Untuk meningkatkan performa dalam kondisi cahaya rendah, Luna Ultra juga memiliki mode PureVideo 4K60fps yakni pengaturan khusus untuk meningkatkan kejernihan dalam situasi cahaya rendah.
Kembali ke spesifikasi fisik kamera, Luna Ultra memiliki pengontrol yang dapat dilepas dan jadi yang pertama di industri. Spesifikasi tersebut memungkinkan pengguna untuk menggunakan panel tersebut sebagai remote control.
Perangkat ini juga dilengkapi casing sederhana, membuat Luna Ultra lebih besar. Selain itu, casing ini memiliki slot aksesori yang mirip dengan milik lensa sudut lebar yang terpasang secara magnetis.
Tata letak tombol pada Luna Ultra sedikit berbeda dari Osmo Pocket 4. Selain joystick dan tombol rekam, Insta360 menyertakan penggeser zoom di ujung bawah pegangan.
Kedua tombol yang dapat disesuaikan tersebut terletak di bagian bawah layar yang dapat diputar. Ini menjadi solusi yang lebih baik daripada DJI yang menyembunyikannya di bawah layar dalam mode vertikal.
Mampu rekam video 8K hingga 30 fps & slow motion 4K
Luna Ultra dapat merekam video 8K hingga 30 fps dan video slow motion 4K hingga 120 fps. Sementara, mode PureVideo dalam kondisi cahaya rendah adalah 4K@60fps.
Selain video beresolusi tinggi, Luna Ultra juga menangani warna dengan baik dan dapat merekam dalam Dolby Vision. Dolby Vision adalah teknologi pencitraan rentang dinamis tinggi (HDR) yang diklaim memungkinkan optimasi dinamis untuk setiap adegan.
Salah satu manfaat utama teknologi ini adalah digunakan oleh perusahaan dan aplikasi lain. Sehingga, memungkinkan proses pasca-produksi yang lebih lancar.
Salah satu hal yang sangat keren dari kemampuan zoom Luna Ultra adalah kemampuannya untuk mengambil foto makro. Jarak fokus minimum adalah 15 cm, tetapi dengan zoom 12x Anda bisa mendekati subjek dengan sangat dekat.
Zoom 12x mampu mempertahankan detail yang signifikan. Hanya ada satu masalah dengan fotografi makro, belum ada fitur focus peaking pada Luna Ultra.
Mengenai rekaman 8K, hanya ada sedikit platform yang memungkinkan untuk menampilkan video dengan resolusi tinggi. Video terlihat seimbang, kamera menyediakan banyak pengaturan untuk menyesuaikan rekaman sesuai keinginan.
Dalam mode Dasar, Anda bisa menyesuaikan eksposur dan memilih di antara banyak profil warna yang disediakan oleh Luna Ultra. Pengguna akan menemukan tiga opsi bermerek Leica serta filter bergaya film saat menggunakannya pada GO 3S Retro Bundle.
Baca Juga: HP Vivo Terbaik: Ini Pilihan Kamera Sempurna dan Baterai Jumbo!
Bagaimana dengan baterai dan pengisian dayanya?
Daya tahan baterai adalah salah satu keunggulan Luna Ultra. Kamera ini menggunakan baterai 1.550mAh, Insta360 mengklaim hingga empat jam penggunaan.
Dengan menggunakan charger USB-C PD, Luna Ultra meningkat dari 18% menjadi 60% hanya dalam sembilan menit dan mencapai 77% setelah 16 menit. Kamera mencapai pengisian penuh dalam waktu sekitar 20 menit, hampir sesuai dengan klaim Insta360 yang mencapai 80% dalam 23 menit.
Selama pengisian daya, konsumsi daya awalnya berkisar sekitar 42W sebelum secara bertahap menurun seiring baterai terisi. Salah satu keunikan yang menarik adalah panel kontrol yang dapat dilepas tidak diprioritaskan selama pengisian daya.
Unit kamera utama diisi daya terlebih dahulu, sebelum daya dialihkan ke pengontrol. Untuk pengujian baterai, Matt merekam video 4K/60fps selama 22 menit diikuti dengan periode cooldown singkat dan rekaman 8K/30fps selama 44 menit.
Setelah gabungan perekaman selama 66 menit, baterainya masih tersisa 59%. Sekian fitur-fitur menawan yang ada pada Insta360 Luna Ultra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News