MOMSMONEY.ID - Bingung menentukan uang kado pernikahan? Ini patokan nominal berdasarkan kedekatan dan kondisi keuangan tanpa bikin kantong jebol.
Datang ke pernikahan teman atau kerabat sering membuat orang berpikir dua kali soal isi amplop. Bukan karena tidak ingin memberi, melainkan karena nominal yang dianggap pantas bisa berbeda di setiap lingkungan.
Di tengah biaya hidup yang perlu diatur, memberikan hadiah pernikahan sebaiknya tidak sampai mengganggu kebutuhan utama atau target tabungan.
Melansir dari OCBC, tidak ada angka mutlak untuk uang kado karena pemberian dapat disesuaikan dengan kedekatan, kondisi finansial, lokasi acara, dan lingkungan sosial.
“Tidak ada nominal yang benar benar baku karena setiap orang memiliki kondisi keuangan yang berbeda,” dikutip dari OCBC.
Baca Juga: Cara Kumpulin Dana Darurat Rp10 Juta dalam 6 Bulan dengan Gaji Rp6 Juta
Kisaran nominal berdasarkan hubungan
Kalau belum memiliki gambaran, hubungan dengan pengantin dapat menjadi patokan paling sederhana. Kenalan, rekan kerja, atau teman yang tidak terlalu dekat umumnya dapat diberikan sekitar Rp100.000 sampai Rp200.000.
Untuk teman yang cukup dekat, kisaran Rp200.000 sampai Rp300.000 bisa menjadi pilihan. Sementara sahabat atau orang yang sudah dianggap seperti keluarga dapat berada di kisaran Rp300.000 sampai Rp500.000 atau lebih.
Namun, angka tersebut bukan aturan wajib. Kemampuan finansial tetap menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan nominal.
Hitung seluruh biaya menghadiri pernikahan
Kesalahan yang sering terjadi adalah hanya menghitung uang dalam amplop. Padahal, menghadiri sebuah pesta pernikahan dapat membutuhkan biaya transportasi, parkir, pakaian, rias, makan, hingga penginapan jika lokasinya berada di luar kota.
Contohnya, seseorang memberikan Rp300.000 sebagai hadiah. Jika ditambah transportasi Rp150.000, pakaian Rp200.000, dan kebutuhan lain Rp100.000, biaya menghadiri satu pernikahan sudah mencapai Rp750.000.
Karena itu, anggap undangan sebagai bagian dari anggaran acara sosial secara keseluruhan, bukan sekadar kewajiban memberikan uang.
Buat pos khusus untuk acara sosial
Cara yang cukup praktis adalah menyediakan dana khusus untuk undangan pernikahan dan kegiatan sosial lainnya. Misalnya, menyisihkan Rp500.000 setiap bulan akan menghasilkan Rp6.000.000 dalam setahun.
Jika diperkirakan ada enam undangan, dana tersebut rata rata memberikan ruang Rp1.000.000 untuk setiap acara. Tetapi bukan berarti seluruhnya harus diberikan sebagai hadiah. Sebagian dapat digunakan untuk perjalanan, makan, penginapan, atau kebutuhan lain.
Sistem seperti ini membuat keputusan lebih tenang karena uang untuk kondangan sudah dipersiapkan sejak awal.
Baca Juga: Orang Tua Pensiun? Ini Cara Menteri Keuangan Keluarga biar Tetap Kokoh
Jangan jadikan venue sebagai patokan utama
Resepsi di hotel atau gedung mewah kadang membuat tamu merasa harus memberikan nominal lebih besar. Padahal, tempat acara merupakan pilihan pasangan yang menikah dan tidak otomatis menjadi kewajiban tamu untuk menanggung biaya resepsi.
Anggapan tentang harga makanan per tamu boleh saja menjadi referensi sosial, tetapi kondisi keuangan pribadi tetap harus berada di atas tekanan tersebut.
Jika kemampuan hanya Rp200.000, tidak perlu memaksakan Rp500.000 hanya karena acaranya digelar di tempat mahal.
Saat kondisi keuangan sedang terbatas
Ada masa ketika seseorang harus lebih berhati hati mengatur uang. Dana untuk kebutuhan pokok, tagihan, tabungan, dan dana darurat sebaiknya tidak dikorbankan hanya demi memberikan hadiah dengan nominal tinggi.
Melansir dari laman Pudding, tidak ada jumlah universal yang dapat diberlakukan untuk seluruh tamu karena konteks sosial dan kemampuan finansial setiap orang berbeda.
Jika uang sedang terbatas, beberapa pilihan tetap bisa dilakukan:
- Memberikan uang sesuai kemampuan.
- Menambahkan ucapan pribadi yang tulus.
- Patungan hadiah bersama teman.
- Memilih hadiah sederhana yang bermanfaat.
- Tidak menghadiri acara jika total biayanya benar benar mengganggu kebutuhan penting.
Yang terpenting, keputusan tersebut disampaikan dengan sopan dan tidak perlu merasa malu.
Uang kado bukan ukuran pertemanan
Nominal amplop tidak selalu menggambarkan seberapa besar seseorang menghargai pasangan yang menikah. Orang yang memiliki kemampuan berbeda tentu mempunyai batas pemberian yang berbeda pula.
Baca Juga: Biaya Nikah di KUA 2026: Gratis, Syarat, dan Cara Daftarnya di Sini
Jika memiliki dana lebih dan ingin memberikan Rp500.000 atau lebih, tentu tidak menjadi masalah. Sebaliknya, memberikan Rp100.000 ketika kondisi finansial sedang ketat juga tetap merupakan bentuk perhatian.
Patokan paling aman adalah memberikan jumlah terbesar yang masih bisa dikeluarkan tanpa berutang, menunda pembayaran, atau mengorbankan kebutuhan penting.
Jadi, berapa uang kado pernikahan yang pantas? Tidak ada angka tunggal yang berlaku untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Kisaran Rp100.000 sampai Rp200.000 dapat menjadi titik awal untuk kenalan, Rp200.000 sampai Rp300.000 untuk teman, dan Rp300.000 sampai Rp500.000 untuk hubungan yang lebih dekat.
Pada akhirnya, hadiah yang diberikan dengan tulus dan sesuai kemampuan jauh lebih bijak daripada memaksakan nominal besar demi mengikuti gengsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News