MOMSMONEY.ID - Kenali 6 dekorasi rumah yang mudah membuat ruangan terlihat penuh dan kurang berkelas, lalu ganti dengan pilihan yang lebih personal.
Rumah yang nyaman tidak selalu membutuhkan banyak dekorasi. Justru, terlalu sering membeli aksesori hanya karena sedang tren bisa membuat ruangan terasa penuh, kurang fungsional, bahkan cepat terlihat membosankan.
Melansir dari The Spruce, sejumlah desainer interior terbaru menyoroti beberapa dekorasi yang lebih baik dipilih secara selektif karena mudah berubah menjadi sekadar tumpukan barang.
Di Indonesia, cara ini cukup pas karena banyak hunian perlu menyesuaikan dekorasi dengan ruang yang terbatas, kebutuhan keluarga, serta iklim tropis.
“Ruang yang baik seharusnya terasa personal dan nyaman, bukan sekadar dipenuhi benda yang sedang tren,” dikutip dari The Spruce.
Baca Juga: Tren Renovasi Rumah Bergeser, Tak Hanya Berorientasi pada Estetika tapi juga Hal Ini
Dekorasi abstrak produksi massal
Tidak semua lukisan abstrak perlu dihindari. Masalahnya adalah ketika sebuah karya terasa terlalu generik dan hanya dipilih karena sedang populer.
Menurut desainer Elana Mendelson, karya abstrak sederhana yang diproduksi massal dapat membuat rumah kehilangan karakter. Beberapa material cetak yang murah juga berpotensi cepat melengkung atau berubah kualitas.
Sebagai gantinya, pilih karya yang mempunyai cerita. Foto keluarga, ilustrasi karya seniman lokal, kerajinan tangan, atau benda yang memiliki kenangan pribadi bisa membuat dinding terasa lebih hidup.
Benda berlapis emas atau kuningan palsu
Dekorasi berwarna emas memang mudah memberikan kesan mewah. Namun, warna yang menyerupai kuningan atau emas tidak selalu berarti materialnya berkualitas.
Lapisan permukaan pada barang murah bisa terkikis, terutama jika benda sering disentuh. Mendelson menyarankan mempertimbangkan material kuningan asli atau benda vintage yang justru dapat memiliki karakter semakin menarik seiring waktu.
Pajangan bertuliskan slogan
Papan kayu dengan kata kata motivasi atau slogan lucu mungkin terlihat menarik ketika pertama kali dibeli. Namun, terlalu banyak tulisan dekoratif dapat membuat interior terasa seperti ruang pajangan bertema.
Mary Kathryn Wells menilai karya dengan teks masih bisa digunakan apabila benar benar mencerminkan kepribadian pemilik rumah. Jadi, satu benda yang punya makna lebih baik daripada banyak pajangan dengan pesan yang terasa umum.
Toples berlabel terlalu banyak
Toples berlabel memang membantu mengorganisasi dapur. Persoalannya muncul ketika hampir setiap wadah harus diberi tulisan dan bentuk yang seragam hingga area kerja justru terlihat seperti pajangan.
Untuk rumah Indonesia yang banyak mengandalkan ruang dapur praktis, wadah polos dengan ukuran sesuai kebutuhan bisa menjadi pilihan lebih masuk akal. Fungsinya tetap berjalan tanpa menambah kesan ramai.
Bantal hias berkualitas rendah
Bantal bisa menjadi cara sederhana mengubah suasana ruang keluarga. Namun, isian yang terlalu tipis, jahitan kurang rapi, atau kain yang mudah berubah bentuk justru dapat menurunkan tampilan sofa.
Daripada mengumpulkan banyak bantal murah, pilih beberapa yang nyaman dengan tekstur dan warna yang saling melengkapi. Tren desain 2026 sendiri semakin menekankan kenyamanan, personalisasi, tekstur, dan perpaduan material yang terasa lebih manusiawi.
Selimut lempar terlalu banyak
Selimut memang membuat ruang terasa hangat dan nyaman. Tetapi, lima atau enam selimut dengan motif berbeda di satu sofa bisa menciptakan kesan berantakan.
Ayten Nadeau menyarankan cukup memilih satu atau dua selimut berkualitas yang benar benar digunakan. Prinsip ini sejalan dengan arah desain 2026 yang mulai mengutamakan ruang hangat dan berkarakter daripada interior yang sekadar mengikuti tren.
Baca Juga: Tren Tanaman Lidah Buaya dan Bunga Melati di Rumah, Efektif Kurangi Stres
Cara memilih dekorasi rumah yang lebih awet
Sebelum membawa dekorasi baru ke rumah, coba tanyakan beberapa hal berikut:
- Apakah benda ini benar benar dibutuhkan?
- Apakah materialnya cukup tahan lama?
- Apakah desainnya sesuai dengan ruangan?
- Apakah benda ini mempunyai nilai personal?
- Apakah masih terlihat menarik jika tren berubah?
Rumah nyaman tidak harus terlihat mahal
Pada akhirnya, dekorasi rumah bukan perlombaan mengisi setiap sudut. Beberapa benda yang dipilih dengan pertimbangan matang justru dapat memberikan kesan lebih rapi, hangat, dan personal.
Arah desain interior 2026 juga menunjukkan kecenderungan menuju material autentik, kenyamanan, tekstur, serta ruang yang mencerminkan penghuninya.
Karena itu, sebelum membeli dekorasi berikutnya, tidak ada salahnya berhenti sejenak dan bertanya: apakah barang ini benar benar membuat rumah lebih nyaman, atau hanya menambah isi ruangan?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News