MOMSMONEY.ID - Wabah penyakit virus Ebola jenis Bundibugyo yang mematikan semakin menyebar di Afrika. Terbaru, Nigeria mengonfirmasi satu kasus di Abuja, ibu kota negara ini.
Alhasil, Nigeria menjadi negara kelima yang mendeteksi Ebola Bundibugyo sejak wabah penyakit ini dinyatakan terjadi di Republik Demokratik Kongo pada 15 Mei 2026, mengutip pernyataan resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Rabu (21/10).
Menurut Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Nigeria, pasien tersebut adalah seorang wanita yang baru saja melakukan perjalanan ke Uganda.
Gejala mulai muncul pada 7 Oktober, empat hari setelah kedatangannya di Nigeria, dan ia mencari perawatan di fasilitas kesehatan swasta di Abuja pada 11 Oktober.
Hasil uji laboratorium mengonfirmasi virus Ebola Bundibugyo pada 20 Oktober. Saat ini, pasien tersebut berada dalam isolasi dan menerima perawatan medis.
Baca Juga: WHO: Penyebaran Ebola Bundibugyo di Kongo Lebih Cepat dari Wabah Sebelumnya
"Investigasi sedang berlangsung untuk menentukan kemungkinan sumber infeksi serta menyusun riwayat perjalanan dan paparan pasien secara lengkap," sebut WHO.
Sejauh ini, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Nigeria melaporkan, 44 orang yang pernah berkontak dengan pasien telah diidentifikasi dan sedang dipantau.
Sementara upaya pencarian pihak lain yang mungkin terpapar terus ditingkatkan. Langkah-langkah pencegahan dan pengendalian infeksi juga diperketat di fasilitas kesehatan swasta tempat pasien tersebut mencari perawatan.
WHO mengimbau semua negara di Afrika untuk tetap dalam tingkat kesiapsiagaan yang tinggi, seiring dengan perkembangan wabah di Republik Demokratik Kongo.
Per 6 Oktober 2026, Republik Demokratik Kongo mencatat 8.728 kasus Ebola Bundibugyo dan 4.205 kematian terkonfirmasi, yang mencerminkan rasio fatalitas kasus (CFR) kasar sebesar 48,2%.
Baca Juga: WHO Tetapkan Wabah Ebola Sebagai Keadaan Darurat, Tingkat Kematian 50%
Sedang dalam beberapa minggu terakhir, Kenya melaporkan sembilan kasus Ebola Bundibugyo yang terkait dengan satu kasus impor.
"Setiap negara diharapkan untuk terus melakukan pengawasan penyakit yang ketat dan investigasi peringatan dini," kata WHO.
Selain itu, melakukan pengawasan di titik-titik pintu masuk negara juga harus ditingkatkan, dengan rencana respons yang telah disiapkan.
"Kesiapsiagaan yang berkelanjutan sangat penting untuk mendeteksi kasus sejak dini, mencegah penularan lebih lanjut, serta melindungi tenaga kesehatan dan masyarakat," imbuh WHO.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News