MOMSMONEY.ID - Waspada, wabah penyakit Ebola Bundibugyo di Republik Demokratik Kongo terdeteksi di negara tetangga Kenya.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan, saat ini, jumlah kasus Ebola Bundibugyo terkonfirmasi di Republik Demokratik Kongo mencapai 8.665, dengan 4.178 kematian.
"Di beberapa wilayah, terdapat tanda-tanda jelas bahwa wabah mulai melambat, meskipun di wilayah lain wabah tersebut terus berkembang," katanya, Rabu (7/10).
Sejak wabah Ebola Bundibugyo bermula, menurut Tedros, pelacakan kontak telah meningkat secara signifikan. Sekitar 2.000 laporan peringatan diterima setiap hari.
Uji klinis terhadap terapi pengobatan Ebola Bundibugyo terus berjalan, dengan lebih dari 600 orang yang telah terdaftar sebagai peserta. Uji coba vaksin Ebola Bundibugyo, dia memperkirakan, akan bergulir akhir bulan ini.
Baca Juga: Muncul Kasus Pneumonia Berat Diduga Pes Paru di Rusia, Ini Kata WHO
"Dan kami sedang berupaya memastikan akses terhadap produk-produk tersebut jika terbukti efektif dalam uji coba," tegas Tedros.
Namun, ia mengingatkan, pengendalian wabah Ebola Bundibugyo masih menghadapi tantangan besar.
Sebagian besar kematian masih terjadi di tengah masyarakat, bukan di pusat perawatan, dan pelacakan kontak masih belum mencapai tingkat yang memadai.
"Kita juga tidak boleh lupa bahwa wabah ini terjadi di wilayah yang sedang dilanda krisis kemanusiaan berkepanjangan," imbuhnya.
Meskipun secara keseluruhan tingkat penularan menurun, Tedros mengungkapkan, titik-titik penyebaran baru terus bermunculan, termasuk di wilayah yang dekat dengan perbatasan Sudan Selatan.
Kenya melaporkan satu kasus Ebola yang menjangkiti seorang warga Kenya. Ia jatuh sakit di Republik Demokratik Kongo, sempat dirawat di beberapa fasilitas kesehatan di negara ini.
Lalu, dia melakukan perjalanan ke Ibu Kota Kenya, Nairobi, melalui Ibu Kota Uganda, Kampala.
Baca Juga: WHO: Penyebaran Ebola Bundibugyo di Kongo Lebih Cepat dari Wabah Sebelumnya
Segera setelah tiba di Nairobi, ia dibawa ke rumahsakit untuk diisolasi dan diagnosis terkonfirmasi Ebola. Dia sempat mendapatkan perawatan tapi meninggal dunia pada Senin (5/10) lalu.
Otoritas Kenya sedang memantau 55 orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien, termasuk penumpang dan awak pesawat yang satu penerbangan dengannya dari Kampala ke Nairobi.
"Saya mengapresiasi Pemerintah Kenya atas tindakan cepatnya serta pelaporan kasus ini kepada WHO secara tepat waktu sesuai dengan Peraturan Kesehatan Internasional," ujar Tedros.
Meski kasus Ebola Bundibugyo sudah menyeberang perbatasan Republik Demokratik Kongo, Tedros menegaskan, WHO tidak menyarankan penerapan pembatasan perjalanan atau perdagangan secara menyeluruh.
Soalnya, langkah tersebut kurang efektif dibandingkan dengan pemeriksaan (skrining), pelacakan kontak, dan tindakan-tindakan lainnya.
"Transparansi seharusnya dihargai, bukan dihukum," tegas Tedros.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News