MOMSMONEY.ID - Wabah penyakit Ebola virus Bundibugyo di Republik Demokratik Kongo saat ini berada dalam fase penularan yang intens.
Ini merupakan wabah Ebola terbesar yang pernah dilaporkan di Republik Demokratik Kongo dan menyebar lebih cepat dibanding wabah Ebola sebelumnya.
Dalam keterangan tertulis, Jumat (14/8), WHO menyebutkan, epidemi Ebola Bundibugyo semakin ditandai dengan penularan yang terus berlangsung di dalam klaster geografis yang saling terhubung.
Awalnya terbatas pada zona kesehatan Mongbwalu di Provinsi Ituri, wabah ini kini telah meluas ke 54 zona kesehatan di enam provinsi, yakni Ituri, Kivu Utara, Kivu Selatan, Haut-Uélé, Tshopo, dan Bas-Uélé.
Provinsi Bas-Uélé, yang terdampak paling baru, mencatat satu kasus terkonfirmasi di daerah Buta dengan riwayat perjalanan ke Haut-Uélé dan munculnya gejala pada 4 Agustus.
"Per 12 Agustus 2026, tercatat total 4.665 kasus terkonfirmasi, termasuk 2.184 kematian, yang mencerminkan rasio fatalitas kasus (CFR) kasar sebesar 46,8%," ungkap WHO.
Baca Juga: WHO Tetapkan Wabah Ebola Sebagai Keadaan Darurat, Tingkat Kematian 50%
Peningkatan jumlah kasus yang terus berlanjut, penyebaran geografis yang lebih luas, dan angka kematian yang tetap tinggi menunjukkan perubahan cakupan yang cepat dari kedaruratan kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional ini.
Selama minggu minggu epidemiologis ke-32 atau 3 hingga 9 Agustus 2026, jumlah kasus mencapai 579 dan 304 kematian, menjadi angka mingguan tertinggi, yang menyoroti laju penularan yang luar biasa.
Krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung, diperparah oleh situasi keamanan yang tidak stabil, perpindahan dan mobilitas penduduk, serta pergerakan lintas batas.
"Kondisi ini terus menimbulkan tantangan signifikan bagi upaya penanggulangan dan meningkatkan risiko penyebaran geografis lebih lanjut," sebut WHO.
Otoritas nasional di Republik Demokratik Kongo terus melaksanakan langkah-langkah penanggulangan ekstensif bekerjasama dengan WHO dan para mitra.
"Namun, peningkatan besar-besaran dalam kegiatan penanggulangan sedang dilakukan untuk mengendalikan wabah ini secara lebih efektif," imbuh WHO.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News