MOMSMONEY.ID - Meski terjadi peningkatan kasus signifikan, WHO tetap menyatakan wabah penyakit Ebola akibat virus Bundibugyo di Republik Demokratik Kongo sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (PHEIC), belum pandemi.
Sejak 14 Agustus 2026, WHO mengungkapkan, wabah Ebola Bundibugyo di Republik Demokratik Kongo telah menyebar dari 54 menjadi 60 zona kesehatan.
Jumlah provinsi yang terdampak tercatat sebanyak enam dari 26 provinsi di negara tersebut: Bas-Uélé, Haut-Uélé, Ituri, Kivu Utara, Kivu Selatan, dan Tshopo.
Per 26 Agustus 2026, total 5.794 kasus Ebola Bundibugyo terkonfirmasi, termasuk 2.786 kematian, telah dilaporkan, yang mencerminkan rasio fatalitas kasus (CFR) kasar sebesar 48,1%.
Baca Juga: WHO: Penyebaran Ebola Bundibugyo di Kongo Lebih Cepat dari Wabah Sebelumnya
"Angka-angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam skala dan cakupan geografis wabah selama tiga bulan terakhir," sebut WHO dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (31/8).
Rasio fatalitas kasus kasar sebesar 48% menegaskan tingkat keparahan penyakit ini serta tantangan berkelanjutan terkait deteksi kasus secara tepat waktu, akses, dan kualitas layanan klinis, serta upaya efektif untuk memutus rantai penularan virus.
Menurut WHO, keterlambatan dalam mengenali kasus meningkatkan kemungkinan penularan lebih lanjut di dalam rumah tangga, masyarakat, dan fasilitas layanan kesehatan.
"Wabah ini tetap dikategorikan sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional, sesuai dengan rekomendasi rapat Komite Darurat yang diselenggarakan pada 18 Agustus 2026," kata WHO.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News