MOMSMONEY.ID - Kenalan dengan hubungan situationship yang jadi tren di kalangan muda-mudi masa kini.
Bagi generasi masa kini yang doyan kencan tentu sudah tak asing lagi dengan istilah situationship.
Istilah situationship mulai banyak digunakan untuk menjelaskan sebuah fase hubungan dalam dunia kencan masa kini.
Menurut psikolog Susan Albers, PsyD pada Cleveland Clinic, situationship adalah hubungan romantis atau seksual yang belum diresmikan.
“Situationship ditandai dengan tidak adanya kewajiban atau eksklusivitas, namun ciri utamanya adalah tidak adanya batasan atau label yang jelas,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa di dalam hubungan situationship terdapat unsur persahabatan sekaligus romansa, tetapi hubungan tersebut tidak didefinisikan secara tegas.
Baca Juga: Apakah Olahraga Bisa Meningkatkan Gairah Seksual? Cari Tahu Jawabannya di Sini
Jadi, pada dasarnya, Anda mendapatkan banyak manfaat layaknya hubungan konvensional tanpa harus terikat oleh komitmen.
Lalu, situationship menurut laman Women’s Health dijelaskan sebagai fase hubungan yang dialami sebelum masuk ke fase pacaran.
Fase ini mungkin lebih akrab disebut dengan istilah HTS atau Hubungan Tanpa Status bagi beberapa orang.
Pada fase ini, dua orang mungkin saja mengalami ketertarikan satu sama lain bahkan sudah sering kencan dan memiliki komunikasi yang intens.
Sayangnya, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dalam fase situationship dua orang yang terlibat tidak memiliki komitmen pada satu sama lain layaknya orang pacaran.
Tidak ada label atau status yang digunakan untuk menjelaskan hubungan di antara dua orang dalam fase ini.
Melansir Cleveland Clinic, menurut Dr. Albers, sebagian besar situationship memiliki sebagian atau seluruh dari lima karakteristik berikut:
Baca Juga: 5 Tips Menghadapi Pasangan yang Ketahuan Selingkuh, Jangan Balas Dendam
1. Tidak ada label atau eksklusivitas.
2. Tidak ada batasan yang jelas.
3. Kontak yang tidak teratur atau dangkal.
4. Kurangnya integrasi ke dalam kehidupan satu sama lain.
5. Hubungan tidak tumbuh atau berakhir.
Karena fleksibel dan tidak memerlukan komitmen besar, banyak orang maupun pasangan yang memilih jenis hubungan ini.
Baca Juga: 5 Penjelasan Love Language Menurut Ahli, Bisa Jadi Kunci Komunikasi dengan Pasangan
Selain itu, situationship juga memberikan keleluasaan mengenali pribadi seseorang tanpa adanya tekanan untuk membuat keputusan yang akhirnya membuat banyak orang terjebak di situasi ini.
Padahal menurut laman Mind Body Green, hubungan ini bisa menjadi sangat membingungkan, membuang waktu, dan bahkan memiliki potensi untuk berubah menjadi hubungan yang toxic.
Sebab, orang-orang yang memilih hubungan ini cenderung takut berkomitmen, over-protektif, dan hanya suka bermain-main sehingga tak ingin menetapkan status atau label dengan orang lain.
Namun, di sisi lain, berada dalam suatu hubungan situationship pada dasarnya tidak baik atau buruk. Itu semua tergantung pada orang-orang yang terlibat dan cara mereka berinteraksi.
Situasi bisa memuaskan, membuat frustrasi, atau benar-benar beracun. Dan seperti keterikatan romantis lainnya, Dr. Albers mengatakan komunikasi dan kejujuran adalah kuncinya.
Demikianlah penjelasan singkat tentang hubungan situationship yang makin marak terjadi masa kini. Pernah merasakannya?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News