MOMSMONEY.ID - Sebenarnya, apa itu cheat day dalam dunia diet yang kerap dijadikan alasan untuk makan makanan favorit? Yuk, ketahui fakta lengkapnya di sini.
Salah satu alasan mengapa orang memilih pendekatan diet yang ekstrem adalah adanya teori bahwa cara ini dapat meningkatkan metabolisme dan membuat tubuh membakar lebih banyak kalori.
Saat Anda membatasi asupan kalori, tubuh pada akhirnya akan beradaptasi dan menyesuaikan metabolisme dengan tingkat asupan yang lebih rendah tersebut; namun, ada anggapan bahwa cheat day dapat mengurangi atau mencegah terjadinya penyesuaian ini.
Kesempatan tersebut disebut dengan cheat day, hari di mana Anda bebas mengonsumsi makanan di luar makanan diet Anda sehari-hari.
Sebagian orang memanfaatkan hari tersebut sebagai insentif atau bentuk penghargaan bagi diri sendiri atau dengan kata lain, "sesuatu yang dinanti-nantikan," ujar pelatih pribadi Scott Laidler kepada laman BBC.
Baca Juga: 7 Makanan Sehat untuk Kesehatan Payudara Wanita Cegah Risiko Kanker
"Ada makanan yang memiliki kepadatan nutrisi lebih tinggi dibandingkan yang lain," kata Renee McGregor, ahli gizi yang berfokus pada bidang olahraga dan gangguan makan.
"Yang terpenting adalah seberapa banyak dan seberapa sering Anda mengonsumsinya," ujar Emma Randall, konsultan mindful eating, kepada BBC.
Lalu, apakah cheat day benar-benar efektif untuk membantu keberhasilan diet?
Sudah menjadi hal umum bahwa jika Anda mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang Anda bakar, penurunan berat badan kemungkinan besar akan terjadi.
Dengan demikian, strategi cheat day yang bersifat sebagai bentuk penghargaan bisa jadi efektif, asalkan Anda mampu menjalankan diet yang terencana dengan baik serta tetap menjaga asupan kalori keseluruhan agar tetap rendah.
Menurut Healthline, selain mampu membakar kalori, ada beberapa keefektifan cheat day untuk diet, meliputi penurunan berat badan, perubahan metabolisme tubuh, dan meningkatkan kebiasaan makan yang lebih sehat.
Baca Juga: 5 Manfaat Cabai untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
Meski begitu masih banyak yang beranggapan bahwa memasukan cheat day dalam pola makan sehat bisa mengganggu kesehatan.
Laidler menyebutkan, ia telah melihat bagaimana rencana makan Anda bisa berbeda dengan orang lain begitu juga efeknya.
"Ada dua tipe orang dalam hal diet," ujarnya. "Mereka yang perlu meluapkan keinginan sebagai imbalan atas kedisiplinan yang dijalani, dan mereka yang merasa telah mencapai sesuatu dengan cara mematuhi rencana tersebut".
Menurutnya, sesekali melonggarkan aturan diet bisa efektif, asalkan makanan yang Anda konsumsi saat itu tidak mengandung banyak lemak jenuh, garam, atau gula.
Sebuah tinjauan ilmiah menunjukkan bahwa strategi paling efektif untuk penurunan berat badan jangka panjang dan kesehatan jantung adalah menjalani pola makan yang sesuai dengan selera serta gaya hidup Anda.
Nah, itulah tadi penjelasan tentang cheat day yang ternyata bisa memberikan efek signifikan pada beberapa orang. Pastikan Anda menyesuaikan dengan gaya hidup Anda sendiri, ya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News