MOMSMONEY.ID - Bukan kalsium, penderita asam urat justru direkomendasikan minum vitamin D3. Menjaga kadar Vitamin D3 yang sehat dapat mendukung kemampuan alami tubuh dalam mengatur kadar asam urat.
Brenda B. Spriggs, dokter spesialis penyakit dalam, menjelaskan, vitamin D3 dapat membantu menjaga kadar asam urat tetap normal, terutama pada individu yang mengalami defisiensi vitamin D3.
Memahami kaitan antara vitamin D3 dan asam urat
Dilansir dari Healthlinse.com, penyakit ini biasanya bermula dari tingginya kadar asam urat dalam darah. Asam urat adalah produk sisa yang terbentuk saat tubuh memecah purin, yaitu senyawa yang terdapat secara alami di dalam tubuh maupun dalam makanan tertentu.
Baca Juga: Kaki Bengkak pada Lansia: Kadar Asam Urat yang Melonjak Bisa Jadi Penyebabnya
Biasanya, ginjal menyaring asam urat dari darah dan mengeluarkannya melalui urin. Ketika tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat atau ginjal mengeluarkannya terlalu sedikit, asam urat dapat membentuk kristal tajam.
Kristal-kristal ini sering kali mengendap di sendi, sehingga menimbulkan tekanan fisik yang signifikan. Vitamin D3 dapat mendukung mekanisme alami tubuh dalam penyaringan dan pembuangan zat sisa.
Status Vitamin D berkaitan erat dengan cara ginjal mengelola asam urat. Salah satu alasannya adalah hubungan antara Vitamin D dan hormon paratiroid atau hormon yang mengatur kadar kalsium.
Saat kadar Vitamin D rendah, kelenjar paratiroid akan terlalu aktif sebagai bentuk kompensasi. Peningkatan hormon paratiroid ini dapat menyebabkan ginjal menahan lebih banyak asam urat alih-alih menyaring dan membuangnya.
Dengan menjaga kecukupan Vitamin D3, ginjal dapat berfungsi lebih efisien.
Baca Juga: Sakit Punggung Jadi Tanda Penyakit Asam Urat lo, Hindari Makanan Berikut
Rendahnya kadar vitamin D bisa meningkatkan kadar asam urat
Vitamin D mengalir dalam darah terutama dalam bentuk 25-hidroksivitamin D. Inilah bentuk yang diukur oleh dokter untuk memeriksa kadar vitamin D. Kadar ini biasanya dibagi menjadi tiga kelompok.
Kadar normal di atas 30 ng/mL, tidak mencukupi (20–30 ng/mL), dan defisiensi atau kekurangan berada di bawah 20 ng/mL. Rentang nilai ini umum digunakan untuk menilai apakah tubuh mendapatkan cukup vitamin D.
Vitamin D membantu mengendalikan peradangan, mendukung cara tubuh memproses insulin, dan menjaga keseimbangan sistem kekebalan tubuh. Fungsi-fungsi tersebut juga dapat memengaruhi cara tubuh mengelola asam urat.
Sebagai contoh, vitamin D dapat memengaruhi fungsi ginjal serta protein pengangkut (transporter) yang membantu membuang asam urat dari darah. Saat kadar vitamin D rendah, perubahan kecil dalam metabolisme dapat menyebabkan peningkatan kadar asam urat.
Hal ini menjadikan kadar vitamin D penting bagi kesehatan metabolisme secara keseluruhan, bukan sekadar untuk kesehatan tulang. Selain mengonsumsi vitamin D, Anda juga bisa memenuhi kadar vitamin D dengan berjemur di bawa sinar matahari saat pagi hari.
Demikian informasi mengenai manfaat minum vitamin D untuk mengontrol kadar asam urat di tubuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News