MOMSMONEY.ID - Kadar kolesterol yang tinggi dapat berdampak signifikan terhadap kesuburan, baik pada pria maupun wanita. Pada wanita, kolesterol tinggi dapat mengganggu keseimbangan hormon dan siklus menstruasi yang berpotensi memengaruhi ovulasi serta kualitas sel telur.
Pada pria, kadar kolesterol tinggi dikaitkan dengan penurunan kualitas sperma yang dapat memengaruhi jumlah dan pergerakan (motilitas) sperma. Penting untuk diketahui bahwa kolesterol memainkan peran vital dalam produksi hormon steroid seperti testosteron, estrogen, dan progesteron.
Judith Marcin, dokter keluarga dari Healthline.com, menyebutkan, hormon-hormon ini sangat penting bagi fungsi reproduksi. Namun, ketika kadar kolesterol terlalu tinggi, maka bisa mengganggu kesuburan.
Selain itu, kadar kolesterol tinggi juga bisa meningkat selama kehamilan.
Baca Juga: Khasiat Minum Air Lemon & Jus Tomat, Lebih Ampuh Turunkan Kolesterol Tinggi
Kadar kolesterol berubah secara alami selama kehamilan
Selama kehamilan, kadar kolesterol secara alami meningkat untuk mendukung pertumbuhan janin. Peningkatan ini terutama terlihat pada trimester kedua dan ketiga.
Tubuh menggunakan tambahan kolesterol ini untuk memproduksi hormon yang diperlukan bagi perkembangan janin dan untuk membentuk membran sel. Pada umumnya, kadar kolesterol total dapat meningkat hingga di atas 5 mmol/L (sekitar 200 mg/dL) selama kehamilan.
Peningkatan ini dianggap normal dan biasanya tidak menimbulkan risiko bagi ibu maupun bayi. Namun bagi wanita yang sudah memiliki kadar kolesterol tinggi sebelum hamil, peningkatan ini dapat menyebabkan kadar kolesterol menjadi semakin tinggi.
Apakah aman hamil dengan kondisi kolesterol tinggi?
Kadar kolesterol yang tinggi selama kehamilan dikaitkan dengan:
- Peningkatan risiko preeklamsia
- Potensi komplikasi saat persalinan
- Kemungkinan dampak terhadap perkembangan janin
Baca Juga: Penting untuk Menurunkan Kolesterol Tinggi, Cegah Gejala yang Mengancam Jantung
Tips mengelola kolesterol tinggi selama kehamilan
Jika sedang hamil dan memiliki kolesterol tinggi, ada beberapa cara aman untuk mengelola kadarnya:
1. Pola makan
Fokuslah pada pola makan seimbang yang kaya akan buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak. Hindari makanan yang tinggi lemak jenuh dan lemak trans.
2. Olahraga
Olahraga teratur dengan intensitas sedang dapat membantu mengontrol kadar kolesterol. Selalu konsultasikan dengan dokter mengenai jenis olahraga yang aman selama kehamilan.
3. Pengelolaan berat badan
Menjaga kenaikan berat badan yang sehat selama kehamilan dapat membantu mengontrol kadar kolesterol.
4. Pemeriksaan rutin
Pemantauan berkala terhadap kadar kolesterol dan trigliserida serta kesehatan secara keseluruhan sangatlah penting.
5. Pengelolaan stres
Tingkat stres yang tinggi dapat memengaruhi kadar kolesterol, jadi cobalah praktikkan teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi.
Ingatlah, setiap perubahan pada pola makan atau gaya hidup selama kehamilan sebaiknya didiskusikan dengan tenaga medis.
Baca Juga: Kolesterol Tinggi Rontok Setelah Makan Wortel & Buah, Hambat Lemak Darah!
Penghentian konsumsi obat statin untuk wanita hamil
European Society of Cardiology tahun 2018 merekomendasikan penghentian penggunaan statin bagi sebagian besar wanita hamil. Wanita hamil sebaiknya tetap menggunakan statin jika memiliki risiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular akibat aterosklerosis.
Misalnya pada kasus hiperkolesterolemia familial (FH) atau pada mereka yang memiliki riwayat kejadian CVD akibat aterosklerosis. Wanita yang sedang menyusui sebaiknya juga tidak mengonsumsi statin. Sekian informasi mengenai kolesterol tinggi pada wanita hamil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News