M O M S M O N E Y I D
Bugar

Bom Waktu Tubuh! Makanan Ultraproses Picu 6 Penyakit Berbahaya, Kanker Usus Mengintai

Bom Waktu Tubuh! Makanan Ultraproses Picu 6 Penyakit Berbahaya, Kanker Usus Mengintai
Penulis: Widya Oktaviana  |  Editor: Widya Oktaviana


MOMSMONEY.ID - Di balik kemasan yang menarik dan cita rasa yang memanjakan, makanan ultraproses pada kenyataannya menyimpan bom waktu bagi tubuh.

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, makanan ultraproses menjelma menjadi penyelamat bagi mereka yang kejar-kejaran waktu. Praktis, tinggal panaskan atau buka kemasan, dan dalam hitungan menit, hidangan siap santap.

Namun, tanpa disadari sederet makanan ultraproses tersebut menyimpan bahaya kesehatan bagi tubuh di masa depan. lo.

Baca Juga: Asam Urat Tinggi Ancam Sendi & Ginjal, Hindari Makanan Ini!

Apa sebenarnya yang membuat makanan ultraproses begitu berbahaya?

Dalam satu bungkus makanan, terkandung gula tambahan, garam berlebih, lemak trans, penyedap rasa, pemanis buatan, pewarna sintetis, hingga pengawet yang dirancang agar makanan bisa bertahan berbulan-bulan. 

Semua zat ini masuk ke saluran pencernaan tanpa serat alami yang cukup, tanpa vitamin, dan tanpa antioksidan. Maka, apa yang akan terjadi pada tubuh?

Inilah ladang bagi penyakit untuk datang, salah satunya penyakit kanker usus yang menghantui kapan saja.

Baca Juga: Rahasia Imun Kuat, Ketahui 5 Manfaat Multivitamin Tak Terduga

Berikut beberapa dampak kesehatan yang bisa datang akibat mengonsumsi makanan ultraproses berlebihan, sebagaimana dikutip dari www.alodokter.com:

1. Naiknya berat badan

Sering mengonsumsi makanan ultraproses berpotensi untuk menaikkan berat badan secara drastis. Hal ini karena kandungan lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi di dalam makanan tersebut.

Tak hanya itu, kandungan gula tinggi juga cukup berperan untuk menambah berat badan. Gula inilah yang akan mengganggu fungsi hormon leptin untuk menekan nafsu makan.

Akibatnya, nafsu makan menjadi tidak terkontrol dan membuat berat badan semakin naik.

2. Diabetes tipe 2

Berhati-hatilah dalam mengonsumsi makanan ultraproses. Penyakit-penyakit berbahaya menghantui Anda di masa depan, salah satunya adalah diabetes tipe 2.

Kandungan lemak jenuh, lemak trans, dan gula yang tinggi, lalu dikonsumsi dalam waktu yang lama, maka akan mengundang diabetes tipe 2 untuk datang.

Lemak-lemak tidak sehat tersebut akan membuat sel-sel di tubuh menjadi kebal pada insulin. Dengan begitu, gula darah akan mengalami kenaikan dan menyebabkan diabetes tipe 2.

Baca Juga: 7 Penyebab Masih Gampang Lapar saat Diet Tinggi Protein

3. Penyakit jantung

Jika diabetes sudah datang, maka hal ini juga bisa berpengaruh pada kesehatan jantung Anda. Karena makanan yang tinggi garam dan dikonsumsi secara berlebihan, akan membuat tekanan darah naik dan pembuluh darah mengeras.

Selain itu, lemak jenuh dan lemak trans yang diterima oleh tubuh Anda akan menyebabkan penumpukan kolesterol yang berbahaya bagi jantung.

4. Penyakit ginjal

Mengonsumsi makanan ultraproses secara berlebihan juga berbahaya bagi kesehatan ginjal Anda. Mengingat ginjal sendiri bekerja untuk menyaring racun dari dalam tubuh.

Jika asupan gula darah berlebihan dan tekanan darah tidak terkontrol, maka akan merusak pembuluh darah di ginjal. Parahnya lagi, makanan ultraproses dengan kandungan tinggi gula dan garam ini akan menyebabkan batu ginjal.

Baca Juga: 7 Nutrisi Pendukung Pertumbuhan Otot Selain Protein yang Layak Dicoba

5 Kanker usus

Makanan ultraproses tinggi akan gula, lemak trans, garam, dan bahan aditif. Namun, rendah akan serat. Sedangkan, usus Anda membutuhkan serat agar tetap sehat.

Nah, jika makanan ini terus-terusan Anda konsumsi, maka bisa berisiko mendatangkan kanker usus.

6. Depresi

Selain kesehatan fisik, akibat dari makanan ultraproses juga bisa mengganggu kesehatan mental. Akibat kandungan di dalam ultraproses, hal ini mengganggu keseimbangan bakteri di usus.

Jika usus Anda terganggu, maka akan berpengaruh pada kerja otak dan membuat suasana hati menjadi buruk. Inilah yang meningkatkan risiko terkena depresi.

Ingatlah, setiap suapan makanan ultraproses mungkin terasa lezat sekarang, tetapi tubuh Anda akan mengingatnya di masa depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.