M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Bitcoin Sempat Terseret Lagi ke US$ 66.000, Ini yang Harus Diantisipasi Investor

Bitcoin Sempat Terseret Lagi ke US$ 66.000, Ini yang Harus Diantisipasi Investor
Reporter: Dupla Kartini  |  Editor: Dupla Kartini


MOMSMONEY.ID - Pergerakan harga Bitcoin (BTC) volatil dalam 24 jam terakhir. Sempat tumbang ke US$ 66.000, kini, raja aset kripto itu menguji naik.

Mengutip Coinmarketcap.com, Jumat (20/2) pukul 18.43 WIB, harga Bitcoin dibanderol US$ 67.613. Dalam 24 jam terakhir memantul naik 1,26%, toh, masih turun sekitar 23% tahun ini berjalan.

Penurunan ke level US$ 66.000, artinya harga Bitcoin sudah ambles lebih dari 45% dari rekor tertinggi US$ 126.000 yang dicapai pada Oktober 2025.

Crypto Analyst Reku, Fahmi Almuttaqin, menilai, tekanan ini menandai salah satu fase paling menantang bagi pasar kripto sejak siklus 2022. Penurunan ini tidak hanya bersifat teknikal. Pada 5 Februari lalu, Bitcoin bahkan sempat menyentuh area US$ 62.000, memicu likuidasi leverage senilai lebih dari US$ 2 miliar dalam sepekan.

Dalam tiga bulan terakhir, dana keluar (outflow) dari ETF Bitcoin spot mencapai US$ 6,18 miliar, termasuk tekanan jual pada produk IBIT milik BlackRock yang sebelumnya menjadi penopang utama arus masuk institusional.

Baca Juga: Pasar Kripto Menguji Naik, Ini 5 Kripto Top Gainers 24 Jam Terakhir

Korelasi Bitcoin dengan indeks saham teknologi (Nasdaq) kini lebih kuat dibandingkan dengan emas, mematahkan sementara narasi “emas digital”. Kekhawatiran pasar terhadap valuasi sektor AI dan rotasi modal dari aset berisiko turut memperburuk tekanan di pasar aset kripto.

Menurut Fahmi, tekanan saat ini lebih mengarah pada fase konsolidasi dibandingkan pelemahan fundamental industri. “Untuk memulihkan tren bullish,
Bitcoin perlu kembali menembus US$ 80.000 yang merupakan area MA 50-hari.

"Selama itu belum terjadi, pasar berpotensi bergerak dalam fase konsolidasi. Jika support US$ 65.000 kembali ditembus dengan volume signifikan, area US$ 55.000-US$ 60.000 dapat menjadi rentang harga berikutnya,” prediksi Fahmi mengutip siaran pers, Rabu (18/2).

Tahun 2026, yang merupakan tahun pemilu paruh waktu (midterm) di AS juga berpotensi memperpanjang volatilitas. Secara historis, tahun midterm kerap diwarnai koreksi rata-rata sekitar 18% pada S&P 500, sebelum akhirnya pulih setelah pemilu. Dinamika ini dapat turut memengaruhi aset berisiko secara global, termasuk kripto.

Baca Juga: Bitcoin cs Tiarap karena Sikap The Fed, Investor Disarankan Lakukan Ini!

Meski demikian, Fahmi bilang, sejumlah indikator fundamental industri tetap menunjukkan penguatan. BlackRock, misalnya, telah memperbarui proposal ETF Ethereum spot untuk menyertakan fitur staking, yang berpotensi membuka akses imbal hasil bagi investor tradisional melalui infrastruktur teregulasi.

Di sisi lain, pertumbuhan adopsi Real World Assets (RWA), khususnya di jaringan Ethereum, terus berkembang dan berpotensi meningkatkan
permintaan aset kripto secara struktural.

Dalam fase seperti ini, saran Fahmi, selektivitas menjadi faktor kunci. Tidak semua aset kripto akan mampu bertahan dalam tekanan likuiditas. "Aset dengan likuiditas besar, distribusi volume yang sehat, dan dukungan fundamental yang jelas memiliki peluang bertahan lebih tinggi. Fase konsolidasi panjang sering kali menjadi periode pembentukan fondasi sebelum siklus berikutnya," imbuhnya.

Dengan tekanan harga yang masih berlangsung dan dinamika makro global yang belum sepenuhnya stabil, pergerakan Bitcoin dalam beberapa bulan ke depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan pasar mempertahankan area support krusial, serta perkembangan sentimen global terhadap aset berisiko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

7 Jenis Teh yang Secara Alami Bisa Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Ini, lho, beberapa jenis teh yang secara alami bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Kira-kira apa saja?  

6 Minuman yang Berbahaya untuk Dikonsumsi dengan Obat Tekanan Darah

Ada beberapa minuman yang berbahaya untuk dikonsumsi dengan obat tekanan darah. Cek selengkapnya di sini!

4 Manfaat Konsumsi Makanan Fermentasi untuk Kesehatan Usus Anda

Intip beberapa manfaat konsumsi makanan fermentasi untuk kesehatan usus berikut ini, yuk! Ada apa saja?

5 Manfaat Konsumsi Kombucha bagi Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui

Yuk, intip beberapa manfaat konsumsi kombucha bagi kesehatan tubuh yang jarang diketahui di sini!     

5 Makanan Tak Terduga yang Bisa Bikin Tekanan Darah Naik

Ternyata ini, lho, beberapa makanan tak terduga yang bisa bikin tekanan darah naik! Apa sajakah itu?

8 Buah-buahan yang Secara Alami Bisa Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Tahukah bahwa ada beberapa buah-buahan yang secara alami bisa menurunkan tekanan darah tinggi, lho. Intip daftarnya di sini!

Rahasia Body Goals dan Awet Muda: Ini 4 Manfaat Minum Kopi Tanpa Gula untuk Wanita

Ada 4 manfaat minum kopi tanpa gula untuk wanita. Moms wajib tahu, simak informasi selengkpanya di sini.  

6 Buah Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Usus dan Pencernaan Anda

Apa saja buah terbaik untuk menjaga kesehatan usus dan pencernaan, ya? Cari tahu di sini, yuk!      

13 Rekomendasi Sayuran Akar yang Paling Sehat untuk Dikonsumsi

Ada beberapa rekomendasi sayuran akar yang paling sehat untuk dikonsumsi. Mari intip selengkapnya di sini!  

Begini Cara Hitung Kebutuhan Cat Rumah dengan Tepat biar Tidak Terlalu Boros

Cara menghitung kebutuhan cat rumah dengan akurat agar hemat biaya, hasil lebih rapi, dan tidak menyisakan banyak cat.​