M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Bitcoin Balik ke US$ 100.000, Robert Kiyosaki Proyeksi Harga di Posisi Ini pada 2025

Bitcoin Balik ke US$ 100.000, Robert Kiyosaki Proyeksi Harga di Posisi Ini pada 2025
Reporter: SS. Kurniawan  |  Editor: S.S. Kurniawan


MOMSMONEY.ID - Harga Bitcoin kembali ke level US$ 100.000. Investor kawakan Robert Kiyosaki memprediksikan, harga Bitcoin mencapai posisi ini di 2025.  

"Prediksi saya, Harga Bitcoin US$ 250.000 tahun ini. Beli lebih banyak," kata Kiyosaki di akun X-nya, Kamis (16/1).

Mengacu CoinMaketCap, Harga Bitcoin bertengger di posisi US$ 101.867,23 pada Jumat 917/1) pukul 17.06 WIB, naik 7,4% dalam tujuh hari terakhir.

Sebelumnya, Kiyosaki menyebutkan, Bitcoin membuat orag menjadi kaya jadi mudah. ​​

"Mengapa saya suka Bitcoin: sebagai orang tua, Anda harus sangat pintar untuk menjadi kaya," kata Kiyosaki di akun X-nya, Rabu (15/1).

Baca Juga: Robert Kiyosaki Bilang, Orang bakal Lepas 4 Aset Riil Berikut karena Hal Ini

Menurut Kiyosaki, Bitcoin, aset kripto dengan kapitalisasi terbesar di dunia, membuat menjadi kaya jadi mudah. 

"​​Yang harus Anda lakukan adalah membeli satu Satoshi (Bitcoin) dan HODL," ujar dia.

Satoshi Nakamoto adalah sebutan yang dipakai oleh seseorang yang tidak diketahui dan merupakan perancang Bitcoin.

Sementara HODL adalah istilah slang yang berarti memegang atau menyimpan aset kripto untuk jangka waktu yang panjang, terlepas dari volatilitas pasar atau fluktuasi harga jangka pendek.

"Satu-satunya orang yang tidak bisa menjadi kaya dengan Bitcoin adalah orang bodoh," ungkap Kiyosaki.

Baca Juga: 4 Aset Investasi Ini yang Membuat Robert Kiyosaki Sangat Kaya

Kiyosaki juga menyatakan, belum terlambat untuk mulai membeli Bitcoin sekalipun harganya sudah di atas US$ 100.000.

"Apakah sudah terlambat untuk mulai membeli Bitcoin? Belum," kata Kiyosaki di akun X-nya, 20 Desember 2024 lalu.

Menurut Kiyosaki, karena keindahan dari desain Bitcoin, tidak ada kata terlambat untuk memulai, terlepas dari seberapa tinggi harga Bitcoin.

"Bitcoin dirancang untuk membuat semua orang kaya, bahkan mereka yang terlambat memulai. Tap, jangan serakah," ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​