M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Robert Kiyosaki Bilang, Orang bakal Lepas 4 Aset Riil Berikut karena Hal Ini

Reporter: SS. Kurniawan  |  Editor: S.S. Kurniawan


MOMSMONEY.ID - Investor kawakan Robert Kiyosaki menyatakan, kejatuhan pasar saham terbesar dalam sejarah terjadi. Orang akan melepas empat aset riil berikut ini.

Kiyosaki memberi peringatan soal Rich Dad’s Prophecy atau Nubuat Ayah Kaya. 

"Saya peringatkan kalian semua. Pada 2013 terbit Nubuat Ayah Kaya," kata Kiyosaki di akun X-nya, Rabu (8/1).

Nubuat Ayah Kaya meramalkan kejatuhan pasar saham terbesar dalam sejarah akan datang. 

"Kejatuhan itu terjadi sekarang," ungkap Kiyosaki yang juga penulis buku populer Rich Dad Poor Dad.

Baca Juga: Harga Bitcoin Anjlok, Robert Kiyosaki Lakukan Hal Ini

Bagaimana Kiyosaki bisa tahu kejatuhan besar ini akan datang? 

Kiyosaki bilang, dia tahu karena pada 2008 para pemimpin keuangan Amerika Serikat (AS), yang dipimpin oleh Ketua The Fed Ben Bernanke, membayar dirinya sendiri dan para bankir miliaran dolla AS dalam bentuk bonus. 

"Sementara jutaan ibu dan ayah kehilangan rumah, pekerjaan, tabungan mereka," tegasnya

Pada 2025, Kiyosaki memperingatkan, pasar mobil, perumahan, restoran, ritel, dan bahkan penjualan anggur anjlok.

"Yang memperburuk semuanya, dunia berada di ambang perang. Harap pintar, tetap waspada," ujar dia.

Baca Juga: Robert Kiyosaki Ungkap 4 Aset Investasi Ini yang Membuatnya Sangat Kaya

Kiyosaki menyebutkan, banyak aset riil mahal, seperti rumah, emas, perak, dan Bitcoin, akan dijual.

"Saya akan membeli lebih banyak aset riil dengan dolar AS (mata uang yang Kiyosaki sebut palsu)," ungkapnya.

Dia bilang, saatnya bersikap tenang dan pintar, sementara jutaan orang panik.

Sekadar informasi, Kiyosaki akan mempraktikkan apa yang ia ajarkan dan sampaikan dalam Nubuat Ayah Kaya.

Saya akan hadir di Konferensi Investor Sumber Daya (VRIC) Vancouver untuk mendengarkan para investor cerdas, dan melihat tambang emas dan perak untuk berinvestasi," sebutnya.

"Kehancuran adalah saat yang tepat untuk menjadi kaya, menjadi cerdas, dan maju dalam hidup," imbuh dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.