M O M S M O N E Y I D
Bugar

Benarkah Santan Kelapa Mengandung Kolesterol atau Tidak? Bongkar Faktanya di Sini

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Banyak ditanyakan, benarkah santan kelapa mengandung kolesterol? Mari cari tahu jawabannya di sini!

Santan kelapa merupakan bahan dapur yang sangat umum digunakan dalam berbagai masakan khas Indonesia. Mulai dari rendang, opor, sayur lodeh, hingga kue tradisional. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang kental membuatnya menjadi favorit banyak orang.

Namun, di balik kelezatannya, santan kerap kali dicurigai sebagai biang keladi kolesterol tinggi. Banyak orang yang mulai menghindari makanan bersantan karena khawatir akan dampak buruknya bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Tapi, benarkah santan kelapa mengandung kolesterol? Atau ini hanyalah kesalahpahaman yang telah lama berkembang di masyarakat?

Baca Juga: Ini Dia Olahraga Terbaik untuk Menurunkan Kolesterol Tinggi Menurut Riset

Benarkah santan kelapa mengandung kolesterol?

Santan kelapa adalah cairan kental yang dihasilkan dari memeras parutan daging kelapa. Rasanya gurih dan teksturnya lembut, menjadikannya bahan penting dalam berbagai masakan khas Asia, seperti Indonesia, Thailand, dan India.

Meskipun santan mengandung banyak lemak, terutama lemak jenuh, faktanya santan tidak mengandung kolesterol. Hal ini karena kolesterol hanya ditemukan dalam produk hewani, sedangkan santan berasal dari kelapa, yang merupakan tumbuhan. Artinya, secara alami santan bebas kolesterol.

Berdasarkan informasi dari Halodoc, dalam 100 gram santan, kandungan kolesterolnya adalah nol. Namun, dalam jumlah tersebut, santan mengandung sekitar 230 kalori dan sekitar 21 gram lemak jenuh. Santan juga memiliki sedikit lemak tak jenuh ganda dan tunggal.

Walaupun tidak mengandung kolesterol, kandungan lemak jenuh dalam santan tetap bisa mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah. Jika dikonsumsi berlebihan, lemak jenuh dapat memicu peningkatan kolesterol LDL (kolesterol jahat).

Bila dibiarkan, ini bisa meningkatkan risiko gangguan jantung. Maka dari itu, penting untuk menyeimbangkan konsumsi santan dengan pola makan sehat dan gaya hidup aktif.

Namun, perlu dipahami bahwa respon tubuh terhadap lemak jenuh bisa berbeda-beda. Ada orang yang kadar LDL-nya cepat naik setelah mengonsumsi lemak jenuh, sementara yang lain tidak terlalu terpengaruh.

Baca Juga: Catat! Penderita Kolesterol Tinggi Tidak Boleh Makan Jenis Sayuran Ini

Cara aman konsumsi santan

Agar tetap bisa mengonsumsi santan tanpa khawatir, konsumsilah secara bijak dan tidak berlebihan. Gunakan secukupnya dan hindari konsumsi setiap hari. Sekarang juga tersedia pilihan santan rendah lemak yang bisa menjadi alternatif lebih ringan.

Selain itu, mengolah santan bersama makanan tinggi serat seperti sayuran, tempe, atau kacang-kacangan dapat membantu mengurangi efek lemak jenuh. Serat berperan dalam mengikat lemak dan kolesterol sehingga tidak seluruhnya diserap tubuh.

Jadi, benarkah santan kelapa mengandung kolesterol? Tidak. Karena berasal dari tumbuhan, santan bebas kolesterol. Namun, kandungan lemak jenuhnya yang tinggi tetap perlu diperhatikan. Selama dikonsumsi dengan wajar dan disandingkan dengan pola makan sehat, santan tetap bisa menjadi bagian dari menu harian yang lezat dan bergizi.

Baca Juga: Inilah Lauk Pauk yang Cocok untuk Dikonsumsi Penderita Asam Urat dan Kolesterol

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.

5 Hal yang Sebaiknya Dihindari biar Eksterior Rumah Lebih Tahan Lama

Ingin eksterior rumah Anda tetap keren dan tidak cepat ketinggalan zaman? Kenali 5 hal ini yang sebaiknya dihindari sejak awal.​

5 Kesalahan Dekorasi Ini Bikin Rumah Mahal Terlihat Murahan, Begini Penampakannya

Ini 5 kesalahan dekorasi yang bisa membuat rumah mahal terlihat murahan. Cek gorden, lampu, sakelar, dekorasi, dan aroma rumah.

Kebutuhan Keluarga Berubah, Konsep Hunian Multigenerasi Mulai Dilirik

LippoLand mengembangkan konsep Brentwood Villas sebagai hunian untuk keluarga multigenerasi dengan pembagian ruang yang sesuai kebutuhan.