M O M S M O N E Y I D
Bugar

12 Penyebab Kadar Kolesterol Tinggi pada Wanita, Salah Satunya karena Menopause

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Apa penyebab kadar kolesterol tinggi pada wanita ya? Mari intip ulasan selengkapnya di sini.

Kolesterol sering kali menjadi kata yang menakutkan, terutama ketika dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan stroke. Meski kolesterol adalah zat yang dibutuhkan tubuh untuk fungsi normal, kadar kolesterol yang tinggi justru bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan.

Uniknya, kadar kolesterol tinggi pada wanita bisa berbeda penyebabnya dibandingkan pria, dan banyak faktor yang sering terabaikan. Karena itu, memahami apa saja penyebab kadar kolesterol tinggi pada wanita sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Baca Juga: Begini Cara Cepat Mengatasi Kolesterol Tinggi yang Terbukti Ampuh

Melansir dari laman WebMD, ini dia beberapa penyebab kadar kolesterol tinggi pada wanita:

1. Stres

Stres berkepanjangan bisa memicu berbagai gangguan kesehatan, termasuk kolesterol tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa stres meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan menurunkan kolesterol HDL (kolesterol baik).

Hal ini disebabkan oleh hormon stres seperti kortisol dan adrenalin yang memengaruhi kadar gula darah serta menyebabkan peradangan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membuat hati menghasilkan lebih banyak kolesterol dan trigliserida.

2. Kopi tanpa filter

Kopi yang diseduh tanpa filter, seperti kopi Turki atau espresso, bisa berdampak buruk pada kadar kolesterol Anda. Kopi jenis ini mengandung senyawa berminyak yang disebut diterpen, yang dapat meningkatkan kolesterol LDL.

Minum satu hingga dua cangkir per hari masih dianggap aman, tetapi konsumsi lebih dari empat cangkir tanpa filter sebaiknya dihindari.

3. Obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat memengaruhi kadar kolesterol. Contohnya adalah pil KB, retinoid, kortikosteroid, antivirus, dan antikonvulsan. Beberapa obat untuk tekanan darah tinggi, seperti diuretik atau beta-blocker generasi lama, juga bisa meningkatkan kolesterol.

Diskusikan dengan dokter Anda jika Anda mengonsumsi obat ini, mungkin diperlukan penyesuaian dosis atau penggantian obat.

4. MasalahtTiroid

Hormon tiroid membantu tubuh mengatur kolesterol. Jika Anda memiliki hipotiroidisme (tiroid kurang aktif), kadar kolesterol LDL dan kolesterol total Anda dapat meningkat. Gejala seperti kelelahan, kulit kering, serta nyeri otot bisa menjadi tanda hipotiroidisme. Kondisi ini dapat dideteksi melalui tes darah.

Baca Juga: Apakah Santan Kelapa Mengandung Kolesterol atau Tidak? Ini Dia Faktanya

5. Diabetes tipe 2

Penderita diabetes tipe 2 sering mengalami kadar gula darah tinggi, yang dapat memengaruhi kolesterol. Gula yang menempel pada molekul kolesterol membuatnya lebih berbahaya.

Selain itu, penderita diabetes tipe 2 cenderung memiliki partikel LDL kecil dan padat yang meningkatkan risiko penyakit jantung serta kadar kolesterol HDL yang lebih rendah.

6. Menopause

Saat kadar estrogen menurun setelah menopause, kolesterol LDL dan kolesterol total cenderung naik. Penambahan berat badan rata-rata 8-10 pon setelah menopause serta penurunan aktivitas fisik dapat memperburuk kondisi ini.

7. Terlalu banyak duduk

Duduk terlalu lama, baik di meja kerja maupun sofa, berdampak negatif pada kolesterol. Kebiasaan ini menurunkan enzim yang mengubah kolesterol LDL menjadi HDL hingga 95%. Untuk mengatasinya, berdirilah setiap 30 menit dan usahakan berjalan selama 5 menit setiap jam.

8. Masalah hati

Hati bertanggung jawab untuk memproduksi, mengolah, dan memecah kolesterol. Kondisi seperti penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD) dapat mengganggu fungsi ini. NAFLD sering terjadi pada 1 dari 4 orang dewasa dan dapat berkembang menjadi sirosis hati jika tidak ditangani.

Baca Juga: Ini Dia Daftar Makanan Rendah Kolesterol yang Menyehatkan

9. Konsumsi alkohol berlebihan

Hati juga memecah alkohol. Minum alkohol dalam jumlah besar, seperti lebih dari 4 gelas sekali minum, dapat meningkatkan kolesterol LDL. Konsumsi alkohol sebaiknya dibatasi, yaitu satu gelas sehari untuk wanita dan dua gelas untuk pria.

10. Kehamilan

Selama kehamilan, tubuh membutuhkan kolesterol untuk pertumbuhan janin. Kadar kolesterol bisa meningkat hingga 50% pada trimester kedua dan ketiga. Meski biasanya tidak berbahaya, mereka yang memiliki riwayat kolesterol tinggi sebaiknya memantau kadar kolesterol selama kehamilan.

11. Masalah ginjal

Kolesterol tinggi dapat memengaruhi fungsi ginjal, sementara gangguan ginjal juga dapat meningkatkan kolesterol LDL dan menurunkan kolesterol HDL. Sindrom nefrotik atau penyakit ginjal kronis sering dikaitkan dengan masalah ini.

12. Pola makan tinggi gula

Terlalu banyak konsumsi gula dapat meningkatkan produksi kolesterol LDL dan trigliserida oleh hati, serta menurunkan kolesterol HDL.

Orang yang mendapatkan lebih dari 10% asupan kalori dari gula tambahan berisiko tiga kali lebih besar memiliki kadar HDL rendah dibandingkan mereka yang mengonsumsi gula lebih sedikit.

Baca Juga: 7 Obat Penurun Kolesterol Alami Paling Cepat yang Dapat Anda Coba

Itulah beberapa penyebab kadar kolesterol tinggi pada wanita. Kolesterol tinggi bisa dicegah dengan gaya hidup sehat dan pengelolaan faktor risiko yang tepat. Semoga bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kris+ Rayakan Ulang Tahun, Tebar Promo dan Reward

Pengguna Kris+ berkesempatan mendapatkan hingga delapan miles per dolar Singapura, voucher diskon 50%, serta hadiah  selama Oktober 2026.

Rupiah Bertahan di Rp 18.000 atau Tembus Rp 18.200, Ini 5 Indikator Penentu

Analis EBC Financial Group mencermati lima indikator penentu arah rupiah, mulai dari harga minyak, arus modal asing hingga intervensi BI.  

Ini Tip Pengobatan dan Pencegahan Agar Suara Yang Hilang Kembali Bergema

Suara hilang bagi pekerja yang mengandalkan pita suara tentu menjadi persoalan, berikut ini langkah pengobatan dan pencegahannya.

5 Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet agar Tetap Bertenaga Sepanjang Hari

Ingin diet berhasil tanpa tersiksa rasa lemas? Terapkan cara mengatasi badan lemas berikut ini agar tubuh tetap bugar dan berenergi.

Kenali Amylophagia: Ini 5 Dampak Buruk Makan Tepung Terigu Mentah untuk Kesehatan

Ketahui alasan medis mengapa makan tepung terigu dalam kondisi mentah sangat berbahaya bagi saluran pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Ada 6 Tokenized Stocks Baru dari Tokocrypto, Cek yuk

Tokenized stocks memberikan eksposur terhadap underlying asset dan bukan merupakan kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang mendasarinya.

Rekomendasi Pilihan Obat Influenza Tipe A yang Efektif Percepat Proses Penyembuhan

Kenali berbagai rekomendasi obat influenza tipe A mulai dari antivirus hingga pereda gejala untuk bantu tubuh pulih lebih cepat.

IHSG Berbalik Naik ke 6.036 pada Jumat (2/10), Cek Saham Top Gainers

IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun. 

Update Harga Buyback Emas Hari Ini: UBS Naik, Antam Masih Tertinggi Rp 2.38 Juta

Emas UBS mencatat kenaikan harga buyback paling besar hari ini, sementara Antam turun, tetapi masih yang tertinggi.

Bank Indonesia Kurangi Intervensi Spot, Efektif Menjaga Rupiah?

Bank Indonesia menggeser strategi intervensi di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar, sekaligus menghemat cadangan devisa.