MOMSMONEY.ID - Di era serba digital, dompet elektronik sudah menjadi bagian dari keseharian banyak perempuan. Mulai dari membayar belanja kebutuhan rumah tangga, membeli kopi, transfer uang, hingga membayar tagihan bulanan, semuanya kini bisa dilakukan hanya lewat ponsel.
Namun, di balik kemudahan tersebut, ancaman kejahatan digital juga terus berkembang. Modus seperti pencurian kode OTP, tautan palsu, pengambilalihan akun, hingga penipuan berkedok layanan pelanggan masih kerap mengincar pengguna layanan keuangan digital. Karena itu, keamanan aplikasi menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan, selain kewaspadaan dari pengguna sendiri.
OVO, misalnya, terus memperkuat sistem perlindungan akun melalui tiga lapisan keamanan utama, yakni autentikasi pengguna, Fraud Detection System (FDS), dan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Ketiga sistem ini bekerja untuk membantu menjaga keamanan akun, data pribadi, serta transaksi pengguna.
Tak hanya itu, OVO juga telah mengantongi sertifikasi internasional ISO 27001:2022 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi dan ISO 27701:2019 untuk Sistem Manajemen Informasi Privasi sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keamanan data pengguna.
Baca Juga: Ini Perbedaan OVO dan OVO Finansial yang Wajib Pengguna Ketahui
Berikut adalah tiga pilar keamanan OVO yang perlu diketahui pengguna, beserta fitur perlindungan di dalamnya
1. Perlindungan Autentikasi Pengguna
Pilar pertama adalah perlindungan autentikasi di sisi pengguna. Sistem ini membantu memastikan bahwa akses akun dan transaksi dilakukan oleh pemilik akun yang sah. Langkah perlindungan ini sangat krusial dalam mencegah akses tidak sah (unauthorized access) terhadap akun dan data pribadi pengguna.
Beberapa bentuk perlindungan autentikasi di aplikasi OVO mencakup:
- PIN sebagai kode rahasia transaksi
OVO menerapkan penggunaan Personal Identification Number (PIN) sebagai kode rahasia untuk memproses transaksi. PIN menjadi salah satu lapisan keamanan utama yang perlu dijaga kerahasiaannya oleh pengguna. Pengguna diimbau untuk tidak membagikan PIN kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai perwakilan OVO.
- OTP untuk verifikasi akses akun
OVO juga menggunakan One-Time Password (OTP) sebagai langkah verifikasi tambahan, terutama ketika terdapat aktivitas login atau akses akun tertentu. OTP dikirimkan langsung ke perangkat pengguna dan bersifat rahasia. Modus penipuan yang meminta kode OTP melalui telepon, chat, pesan singkat, atau tautan palsu merupakan salah satu bentuk social engineering yang perlu diwaspadai.
Baca Juga: LPDP Buka Pendaftaran Beasiswa Tahap II 2026, 80% Kuota untuk Bidang STEM
- Biometrik untuk autentikasi yang lebih praktis
Untuk meningkatkan keamanan sekaligus memberikan kenyamanan, OVO mendukung autentikasi biometrik melalui fitur bawaan perangkat pengguna, seperti fingerprint atau face recognition. Fitur ini membantu pengguna memverifikasi identitas dengan lebih cepat tanpa mengurangi aspek keamanan.
2. Fraud Detection System: Sistem Deteksi Cerdas di Balik Layar
Selain perlindungan dari sisi pengguna, OVO juga memiliki Fraud Detection System (FDS) yang bekerja secara otomatis di balik layar untuk memantau dan mendeteksi aktivitas yang mencurigakan. Sistem ini dirancang untuk mengenali pola transaksi atau aktivitas yang tidak biasa dan membantu memitigasi risiko penyalahgunaan akun maupun transaksi.
Beberapa bentuk perlindungan FDS di aplikasi OVO mencakup:
- Deteksi transaksi mencurigakan
Sistem dapat menganalisis pola transaksi pengguna dan mengenali aktivitas yang berada di luar kebiasaan normal. Jika ditemukan indikasi transaksi mencurigakan, OVO dapat meminta verifikasi tambahan, membatasi akses tertentu, atau melakukan langkah pengamanan lainnya sesuai dengan tingkat risiko.
- Pemantauan perangkat baru atau tidak dikenal
OVO dapat mengenali perangkat yang biasa digunakan oleh pengguna. Apabila terdapat upaya akses dari perangkat baru atau tidak dikenal, sistem dapat memicu protokol keamanan tambahan untuk membantu mencegah pengambilalihan akun.
- Deteksi rooting, jailbreak, dan malware
Sistem keamanan OVO juga dapat mendeteksi risiko pada perangkat yang telah dimodifikasi secara paksa, seperti rooting atau jailbreak, serta perangkat yang terindikasi terinfeksi malware. Dalam kondisi tertentu, akses ke aplikasi dapat dibatasi atau ditutup sebagai langkah perlindungan untuk membantu mencegah risiko pencurian data, pengambilalihan akun, atau transaksi tidak sah.
Baca Juga: Pemerataan Pendidikan Belum Merata, Ini 5 Tantangan Utamanya
3. Inovasi Kecerdasan Buatan (AI) sebagai Garda Pertahanan Tambahan
Seiring dengan berkembangnya taktik kejahatan digital, sistem keamanan juga perlu terus beradaptasi. Karena itu, OVO memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai lapisan perlindungan tambahan untuk membantu mengantisipasi dan memitigasi ancaman fraud yang semakin kompleks.
Pemanfaatan AI ini memperkuat kemampuan sistem dalam membaca pola, mendeteksi anomali, serta mengenali risiko yang sulit diidentifikasi secara manual. OVO memastikan pemanfaatan teknologi AI ini diimplementasikan secara bertanggung jawab, transparan, dan tetap menghormati hak-hak nasabah sebagai subjek data.
Meski aplikasi telah didukung dengan sistem keamanan berlapis, anda tetap memegang peran penting dalam menjaga keamanan akun. Anda diimbau untuk selalu menjaga kerahasiaan PIN dan OTP, tidak mengklik tautan mencurigakan, tidak mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi, serta memastikan perangkat tidak dimodifikasi secara ilegal.
Anda juga perlu berhati-hati terhadap pihak yang mengaku sebagai petugas layanan pelanggan dan meminta data pribadi, PIN, OTP, password, atau akses ke perangkat. OVO tidak pernah meminta informasi rahasia tersebut melalui telepon, chat, maupun tautan yang tidak resmi.
Baca Juga: Didominasi Cerah dan Berawan, Cek Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok Rabu (1/7)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News